Kiprah RT 23, RW 7 di Sidoarjo yang Juara Lomba Siskamling Jatim

  • Bagikan

MEREKA dinobatkan sebagai pemenang lomba Siskamling Tingkat Jawa Timur pada 10 Juli lalu. Aplikasi sistem keamanan warga (Sikara) mengantar mereka meraih penghargaan tersebut.

Thoriq S. Karim, Jawa Pos, Surabaya

Gapura bertulisan Kampung Bebas Narkoba tampak di pintu masuk area RT 23, RW 7 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo. Jalan yang lebarnya 7 meter itu terlihat rapi. Block paving dicat warna-warni. Tempat sampah komposter juga ada di setiap rumah.

Sekitar 10 meter dari gapura tersebut terdapat Poskamling Telulikur. Nama itu diambil dari RT area tersebut. Edi Priyanto, ketua RT setempat, ada di lokasi. ’’Saya lagi menunggu warga untuk acara lomba tujuhbelasan,’’ katanya.

Edi lalu memegang HP Android dan membuka salah satu aplikasi. Sikara nama aplikasi tersebut. Sekali sentuhan, gambar tombol berwarna merah muncul di nomor itu. Dia lalu memilih kolom menu. Ada tiga pilihan, yakni keamanan, lingkungan, dan acara warga. Jari telunjuknya menyentuh menu acara warga. Lalu, muncul kolom keterangan. Edi menulis kalimat ’’Wayae lomba, monggo podo kumpul.’’

Selesai menulis, jari telunjuk Edi bergeser ke tombol merah, lalu klik. Sekejap, suara sirene terdengar dari loudspeaker. Suara itu mengalun hampir di semua gang di area RT tersebut. ’’Ini alarm untuk warga,’’ ucapnya.

Biasanya, ketika sirene berbunyi, warga langsung melihat HP. Mereka akan melihat pemberitahuan yang ada di aplikasi tersebut. Kali ini pemberitahuannya tentang lomba tujuhbelasan. Kadang ada pemberitahuan warga yang sakit, kunjungan, atau kabar seputar keamanan.

Tidak lama, warga berdatangan dan berkumpul di Poskamling Telulikur.

Mereka datang bersama keluarga. Antusiasme warga sangat besar. ’’Mereka datang bukan karena paksaaan, tapi rasa guyub yang sudah tertanam di RT ini,’’ kata lelaki asal Sragen itu.

Lomba pun berlangsung. Sambil menunggu acara, Edi menceritakan sistem keamanan yang terbangun di RT tersebut. Semua aktivitas warga di sekitar gang selalu terpantau. ’’Kami memasang delapan CCTV. Lokasinya menyebar di setiap gang dan musala,’’ jelasnya.

  • Bagikan