33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Gaharu dan Parfum Arab Saudi Koleksi Lurah Peneleh M. Khusnul Amin

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Hobi dan koleksi Lurah Peneleh M. Khusnul Amin bisa dibilang lain daripada yang lain. Dia mengoleksi gaharu dan parfum dari Arab Saudi. Selain karena sunah rasul, bagi dia, wewangian merupakan media untuk lebih dekat dengan orang lain.

JUNEKA SUBAIHUL MUFID, Surabaya

Asaptipis mengepul dari tungku elektrik saat M. Khusnul Amin meletakkan sejumput kayu gaharu di atasnya. Kepulan itu diikuti aroma yang sangat harum. Menyeruak ke seluruh penjuru ruang kerja Amin, panggilan akrab M. Khusnul Amin, yang berukuran tidak lebih dari 4 x 5 meter. Harumnya bak membawa ke suasana Masjidilharam. Bau khas Arab Saudi.

’’Orang yang pernah berhaji atau umrah akan langsung teringat bau-bau seperti ini,’’ ujar Amin. Serpihan gaharu yang sedikit basah itu pun mengering kena panas dan menjadi arang. Meski begitu, aromanya masih berkeliaran. Makin lama makin tipis dan hilang dari indra pembau.

’’Yang tadi itu Al-Qodi Al Oud namanya,’’ jelas Amin. Dia membuka lagi botol kaca lain yang juga berisi serpihan kayu gaharu yang sedikit basah. Dengan menggunakan pinset, Amin mengambil beberapa potongan kecil dan meletakkannya di tungku elektrik yang telah dibersihkan.

Kali ini baunya lebih lembut. Agak susah menjelaskan bagaimana bau-bau itu bisa begitu berbeda. Namun, aromanya tetap selaras dengan bau sebelumnya, seolah membawa pikiran terbang jauh ke Timur Tengah. Orang-orang yang akrab dengan bau para habib saat melangsungkan ibadah salawatan pasti mudah mengenalinya. ’’Ini Mabsoos al Ateeq buatan Surrati. Ini terkenal,’’ kata Amin sambil membaca label yang tertera dalam kemasan tersebut Amin bukanlah Jati Wesi, tokoh dalam novel Aroma Karsakarya Dee Lestari. Jati Wesi digambarkan sebagai seorang yang begitu peka dengan aroma dan punya buku catatan khusus bau-bauan beserta struktur penyusun aroma itu. Amin tidak punya buku khusus yang mencatat nama kayu gaharu yang pernah dibeli. Yang dilakukan semata-mata mengikuti para gurunya. Membakar gaharu untuk mendapatkan aroma wewangian juga dilakukan Rasulullah saat Kamis malam. Para anak cucu keturunan nabi juga mengikuti jejak tersebut. ’’Saya suka gaharu dan parfum ini sejak SMA. Ya sekitar 1994-an,’’ ucap Amin yang lahir di Gresik, 24 Desember 1976, itu.

Awalnya, dia memang membeli minyak wangi yang mudah didapat di pasaran. Namun, lama-kelamaan dia menjadi suka yang lebih premium. Bahkan, gaharu dipesan langsung dari Arab Saudi melalui seorang sahabatnya, Habib Thoha Al Idrus, di Pasuruan. ’’Saya nyelengi sendiri. Bahkan kadang ndak makan siang untuk beli-beli ini,’’ ungkapnya.

Dari catatannya, dia sudah mengoleksi 25 macam jenis gaharu. Selain Al-Qodi Al Oud, ada Al Oud Al Malaki, Mahjoon Al Musaib, dan Oud al Maqam. Tidak semua berupa serpihan kayu gaharu basah. Ada pula yang lebih kering dan berukuran agak besar. Jenis itu dibakar di atas arang briket berukuran kecil. Tungkunya pun seperti tempat aroma terapi. Saat dibakar, aromanya memang terasa lebih kuat dan asapnya lebih mengepul. Tetapi tidak seperti asap vape.

Untuk parfum, dia pun mengkhususkan yang terbuat dari gaharu atau berasal dari Timur Tengah. Total ada sekitar 20 jenis yang sudah dikoleksi. Di antaranya, Amjad al maliki buatan Surrati, Madinah Al Haramain, Oud Sharqia, dan Credible Oud.

’’Saya paling suka yang Oud Sharqia, selalu mengingatkan bau di Arab Saudi di Pondok Abuya Sayyid Al Maliki,’’ tambahnya. Memang ada orang yang salah paham dengan bau wangi yang menusuk hidung. Amin dikira dukun klenik yang mengundang roh halus, jin, atau semacamnya. Pada saat seperti itu, Amin punya kesempatan untuk menjelaskan bahwa membakar gaharu merupakan salah satu perbuatan sunah.

Amin juga tidak pelit meski harga parfum dan gaharu yang dibeli ratusan ribu hingga jutaan. Dia menyiapkan botol-botol kecil seukuran 4 miligram untuk siapa saja yang mau. ’’Tiap sore setelah jam kantor selalu ada yang ke ruangan ini. Minta isi ulang,’’ ungkap Amin. Bahkan, selain menjadi lurah, seorang temannya mengira Amin berjualan minyak wangi.

Berita sebelumyaGadis Jogger
Berita berikutnyaLaba Garuda

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...