Gaharu dan Parfum Arab Saudi Koleksi Lurah Peneleh M. Khusnul Amin

  • Bagikan

Hobi dan koleksi Lurah Peneleh M. Khusnul Amin bisa dibilang lain daripada yang lain. Dia mengoleksi gaharu dan parfum dari Arab Saudi. Selain karena sunah rasul, bagi dia, wewangian merupakan media untuk lebih dekat dengan orang lain.

JUNEKA SUBAIHUL MUFID, Surabaya

Asaptipis mengepul dari tungku elektrik saat M. Khusnul Amin meletakkan sejumput kayu gaharu di atasnya. Kepulan itu diikuti aroma yang sangat harum. Menyeruak ke seluruh penjuru ruang kerja Amin, panggilan akrab M. Khusnul Amin, yang berukuran tidak lebih dari 4 x 5 meter. Harumnya bak membawa ke suasana Masjidilharam. Bau khas Arab Saudi.

’’Orang yang pernah berhaji atau umrah akan langsung teringat bau-bau seperti ini,’’ ujar Amin. Serpihan gaharu yang sedikit basah itu pun mengering kena panas dan menjadi arang. Meski begitu, aromanya masih berkeliaran. Makin lama makin tipis dan hilang dari indra pembau.

’’Yang tadi itu Al-Qodi Al Oud namanya,’’ jelas Amin. Dia membuka lagi botol kaca lain yang juga berisi serpihan kayu gaharu yang sedikit basah. Dengan menggunakan pinset, Amin mengambil beberapa potongan kecil dan meletakkannya di tungku elektrik yang telah dibersihkan.

Kali ini baunya lebih lembut. Agak susah menjelaskan bagaimana bau-bau itu bisa begitu berbeda. Namun, aromanya tetap selaras dengan bau sebelumnya, seolah membawa pikiran terbang jauh ke Timur Tengah. Orang-orang yang akrab dengan bau para habib saat melangsungkan ibadah salawatan pasti mudah mengenalinya. ’’Ini Mabsoos al Ateeq buatan Surrati. Ini terkenal,’’ kata Amin sambil membaca label yang tertera dalam kemasan tersebut Amin bukanlah Jati Wesi, tokoh dalam novel Aroma Karsakarya Dee Lestari. Jati Wesi digambarkan sebagai seorang yang begitu peka dengan aroma dan punya buku catatan khusus bau-bauan beserta struktur penyusun aroma itu. Amin tidak punya buku khusus yang mencatat nama kayu gaharu yang pernah dibeli. Yang dilakukan semata-mata mengikuti para gurunya. Membakar gaharu untuk mendapatkan aroma wewangian juga dilakukan Rasulullah saat Kamis malam. Para anak cucu keturunan nabi juga mengikuti jejak tersebut. ’’Saya suka gaharu dan parfum ini sejak SMA. Ya sekitar 1994-an,’’ ucap Amin yang lahir di Gresik, 24 Desember 1976, itu.

  • Bagikan