Bikin Skripsi 3.045 lembar, Muharom Gani Sampai Tidur Hanya 3 Jam

  • Bagikan

Muharom Gani Irwanda tidak pernah menyangka bahwa skripsinya menjadi viral di media sosial. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu berhasil menyelesaikan skripsi setebal 3.045 lembar. Hasil tugas akhir tersebut digadang-gadang tertebal di Indonesia.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Jawa Pos

MUHAROM Gani Irwanda membopong skripsi dengan penuh tenaga di Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Senin (22/7). Sebab, skripsinya memiliki ketebalan yang fantastis. Yakni, 3.045 lembar.

Skripsi milik Gani, panggilan akrab Muharom Gani Irwanda, seperti 16 skripsi yang ditumpuk jadi satu. Ya, jika rata-rata skripsi pada umumnya hanya puluhan hingga ratusan lembar, Gani justru membuat skripsi hingga ribuan lembar. Ketebalannya lebih dari sejengkal tangan.

”Ada tiga cetakan skripsi saya setebal 3.045 lembar. Kebetulan yang ini ada di perpustakaan,” kata Gani saat menunjukkan skripsi yang digadang-gadang paling tebal di Indonesia itu.

Banyak yang meragukan isi skripsi Gani itu. Gani pun menjelaskan satu per satu setiap bagian skripsinya Mulai bab I hingga lampiran. ”Kadang ada yang mengira isinya lampiran saja. Padahal, lampirannya tidak sebanyak orang pikir,” kata dia.

Hal itu juga telah dibuktikan pada saat sidang skripsi di hadapan para dosen penguji. Selama satu jam sidang berlangsung, Gani berhasil menjawab seluruh pertanyaan dosen penguji yang membedah satu per satu subkonsep dari skripsinya.

”Dosen memang tidak mungkin membaca seluruh skripsi saya. Yang terpenting, saya menguasai setiap konsep yang dibikin,” ucap mahasiswa Prodi D-4 Teknik Infrastruktur Sipil Fakultas Vokasi ITS itu.

Skripsi milik laki-laki kelahiran 3 Juni 1996 itu berisi tentang manajemen proyek. Di dalamnya, dia menjelaskan cara pengerjaan proyek dari awal hingga akhir. Mulai biaya, kebutuhan pekerja, bahan, hingga waktu pengerjaan yang dibutuhkan. ”Semua saya jelaskan sangat rinci di dalam skripsi saya,” katanya.

Dalam tugas akhir (TA) tersebut, Gani menyelesaikan gedung 11 lantai. Dia menjelaskan secara terperinci penghitungan di setiap lantai. Gedung yang digunakan juga memiliki kesulitan yang cukup tinggi. ”Gedung ini sangat unik. Setiap bagian mempunyai bentuk yang berbeda. Penghitungannya pun berbeda-beda,” ujar laki-laki 23 tahun itu.

  • Bagikan