Marcha Sharapova Rusli, Pemenang Putri Cilik Indonesia 2019

  • Bagikan

KALI pertama mengikuti kontes kecantikan, Marcha langsung menuai kemenangan. Dia dinobatkan sebagai Putri Cilik Indonesia 2019 dengan menyingkirkan 34 finalis lain. Bagi Marcha, prestasi itu merupakan sebuah capaian tersendiri.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

Ada benarnya kalau nama adalah doa. Saat lahir ke dunia pada 4 Maret 2007, orang tua Marcha menyelipkan tambahan Sharapova di tengah-tengah nama lengkapnya. Nama itu tidak lain diambil dari nama belakang petenis dunia terkemuka, Maria Yuryevna Sharapova. Dia adalah orang pertama Rusia yang memenangi turnamen tenis bergengsi Wimbledon.

Menyelipkan nama tersebut dimaksudkan sebagai harapan agar Marcha tumbuh menjadi gadis cantik yang cerdas dan berprestasi. Salah satu prestasi terbaru yang dikukuhkan Marcha adalah berhasil menggondol mahkota Putri Cilik Indonesia 2019.

Dia kali pertama menjajal kontes tersebut dan langsung mencuri hati juri serta masyarakat Indonesia. Sebab, Marcha juga menyabet gelar sebagai Miss Popularity yang dinilai dari dukungan di media sosial.

Meski berlabel kontes kecantikan untuk anak usia 9–12 tahun, penilaian secara keseluruhan melibatkan aspek prestasi akademik dan wawasan yang luas dari para peserta. Aspek-aspek tersebut menjadi syarat mutlak.

’’Bukan cuma ajang kecantikan, tapi juga brain. Si Marcha ini memang akademik di sekolah selalu bagus,’’ ujar Felly Chandra, nenek Marcha yang ikut menemani cucu kesayangannya ngobrol dengan Jawa Pos di Lenmarc Mall awal pekan lalu.

Salah satu prestasi sekolah yang kentara di setiap tahun adalah gelar sebagai outstanding student. Gelar tersebut didapat Marcha sejak duduk di bangku TK B hingga kelas VI di SD Cita Hati. ’’Ada beberapa anak di kelas yang dapat gelar itu. Dinilai dari akademik dan tingkah laku. Tapi, kalau academic achievement atau juara I, aku pernah dapat di kelas III–V,’’ jelas Marcha.

Felly menyatakan, Marcha adalah tipikal anak yang fokus dan tekun. ’’Kalau sudah mau sesuatu, pasti dikejar betul dengan serius. Tekad sama kemauannya kuat,’’ ungkapnya. Selain itu, dia melihat adanya inisiatif yang besar dalam diri Marcha. Dengan begitu, apa pun yang jadi tanggung jawabnya, terutama yang berkaitan dengan tugas-tugas sekolah, pasti segera dikerjakan tanpa disuruh.

  • Bagikan