33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Timsus Asusila, Blusukan ke Hotel dan Kos untuk Bongkar Kejahatan

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

PARA polisi ini keluar masuk hotel, wisma, sampai kos-kosan. Yang dicari, para pelaku tindak pidana asusila. Enam anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya itu bertekad menekan angka kejahatan seksual.

ARIF ADI WIJAYA, Surabaya

Braaakkk…!!! Suara pintu didobrak itu memecah keheningan di lorong kamar hotel di Jalan Kedungsari pada Minggu (7/7). Tiga orang tanpa pakaian kelabakan di dalam kamar yang dibuka paksa tersebut. Mereka mencari tempat bersembunyi saat Timsus Asusila Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya itu datang.

Ketua Timsus Asusila AKP Ruth Yeni bersama Wakatimsus Iptu Harun sempat melihat adegan mesra yang dilakukan dua lelaki dan satu perempuan paro baya tersebut. Mereka diminta segera mengenakan pakaian dan keluar dari kamar.

Itulah gambaran suasana penggerebekan yang dilakukan timsus asusila saat menangkap Muhammad Amin Santoso. Amin sudah ditetapkan sebagai tersangka karena menjual istrinya untuk memberikan layanan threesome kepada lelaki hidung belang. ”Pemandangan seperti itu berdampak pada psikologis kami. Nggilani yang seperti itu,” ujar Ruth.

Ruth mengatakan, tidak semua anggotanya bisa masuk dalam tim tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, profesionalitas tinggi dalam mengungkap perkara asusila Sebab, tidak semua orang sanggup menahan diri. Timsus asusila baru dibentuk dua pekan. Tepatnya 29 Juni lalu, sejak surat perintah diterbitkan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho. Total ada lima anggota yang merupakan penyidik laki-laki. Selain Iptu Harun, anggota timsus asusila diisi Aipda Joko Trisno, Bripka Hendra Ari, Bripka Herly Parnoto, dan Brigadir Polisi Veldy Verdianto. Hanya Ruth yang perempuan di dalam tim tersebut. ”Karena saya komandannya,” kata kepala unit PPA itu.

Menggerebek pasangan mesum maupun penyedia layanan esek-esek di hotel, wisma di eks lokalisasi, maupun kos-kosan sudah menjadi rutinitas. Hampir setiap bulan, ada perkara asusila baru yang diungkap.

Menurut Ruth, pembentukan tim tersebut merupakan wujud reaksi atas maraknya kasus kejahatan asusila di Surabaya. Terhitung mulai Januari sampai awal Juli, kasus asusila yang ditangani mencapai 43 perkara. Kasus pencabulan menempati peringkat pertama dengan 20 perkara. Sementara itu, kasus perzinaan 12 perkara. Human trafficking 10 perkara dan pemerkosaan hanya 1 perkara.

Mantan perwira Unit Reskrim Polsek Wonokromo itu merasa prihatin dengan banyaknya kasus persetubuhan maupun pencabulan di Surabaya. Sebab, korbannya rata-rata masih anak-anak. Parahnya, sebagian pelaku merupakan orang dekat korban.

Dalam setiap pengungkapan kasus pencabulan atau persetubuhan terhadap anak, Ruth dan Harun kerap menjadi tempat curhat para orang tua korban. Khususnya saat mereka mengonfrontasi keterangan pelaku dan korban. Semua emosi dan kekesalan ditumpahkan.

Nah, Ruth dan Harun berperan sebagai penengah agar tidak sampai terjadi pertengkaran. Sebab, orang tua korban pasti tidak terima dengan perbuatan pelaku terhadap anaknya. ”Yang parah ketika pelaku adalah bapak kandung atau tiri korban. Ibu korban pasti minta cerai. Jadi, serbarumit, urusannya ke mana-mana,” katanya.

Karena itu, Ruth dan Harun yang merupakan perwira di unit PPA punya tugas khusus. Selain menyelidiki kasus asusila, keduanya harus bisa menyelesaikan masalah internal pelaku dan korban di luar perkara yang sedang ditangani. Tujuannya, penanganan perkara bisa berjalan lancar.

Ruth mengatakan, tim tersebut tidak berdiri sendiri. Anggota satuan pembinaan masyarakat (satbinmas) aktif memberikan imbauan melalui bhabinkamtibmas di setiap kelurahan. Setiap anggota sudah dibekali pengetahuan tentang antisipasi kejahatan asusila, khususnya yang berpotensi menimpa anak-anak.

Di sisi lain, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho yang menjadi penggagas tim tersebut menyatakan, kejahatan asusila menjadi fenomena gunung es di kota-kota besar. Tidak semua korban atau keluarga korban mau melapor ke polisi. Beberapa korban justru memilih diam dan menyimpan tindakan pelaku yang dianggap aib tersebut.

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Buruh dan Pengusaha Tabur Bunga di TMP

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Memperingati May Day, puluhan pengusaha dan buruh di Kota Magelang mengadakan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giriloyo, Karet, Kota...

Dua Kiper Merapat

RADARSEMARANG.COM - PENAMPILAN Kurang memuaskan dua penjaga gawang PSIS yaitu Sendri Johansyah dan Aji Bayu Putra pada laga uji coba versus Arema Malang (4/1)...

Sukses Atur Lalin, Bandar Bebas Macet

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sudah menjadi kebiasan setiap musim liburan, daerah Batang bagian atas yang memiliki banyak destinasi wisata diserbu masyarakat. Hal ini biasanya menyebabkan...

Atletik Ditutup

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang (GOR TLJ) telah dibuka untuk umum. Namun, khusus lapangan atletik memang masih belum bisa dimanfaatkan secara...

Data Registrasi Nomor HP Bisa Disalahgunakan

SEMARANG-Pemerintah dan operator diminta berhati-hati dalam menjalankan program registrasi nomor handphone (HP). Pasalnya, identitas yang didaftarkan mengharuskan menggunakan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor...

Bangun CCTV Tilang, Butuh Miliaran Rupiah

BATANG-Pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) Tilang, di Kabupaten Batang masih menunggu terpasangnya alat penunjang. Pasalnya, butuh dana cukup besar hingga miliaran rupiah, dalam memenuhi...