33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Mobil Listrik Lowo Ireng Reborn Milik ITS Mampu Melaju 200 Km per Jam

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

PUSAT Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meluncurkan dua mobil listrik terbaru. Satu kata untuk menggambarkannya, keren!

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

Duakendaraan listrik dipamerkan tepat di depan Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kemarin (18/7). Mobil berjenis sport dan Limosin (5Sin) itu sangat mentereng. Apalagi, mobil sport tersebut merupakan hasil reborn dari mobil Lowo Ireng. Berwarna hitam mengilat, mobil terbuka itu sangat gagah.

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari pun sudah tidak sabar untuk segera menunggangi dua mobil listrik tersebut. Guru besar departemen teknologi elektro tersebut langsung menjajal Lowo Ireng Reborn didampingi oleh Danar Isa, mahasiswa yang juga tim Lowo Ireng Reborn. Mereka berkeliling halaman gedung rektorat dengan bangga.

’’Ini kami launching untuk yang lebih besar. Selain sudah dikonversi menjadi kendaraan listrik, 90 persen bodi Lowo Ireng Reborn ini dibuat ITS sendiri,” kata Ashari setelah menjajal dua mobil listrik terbaru tersebut.

Ya, mobil sport Lowo Ireng Reborn tersebut sejatinya bukan mobil baru. Pada 2014 mobil Lowo Ireng sudah diluncurkan. Namun, saat itu bahan bakar yang digunakan masih bensin. Kemudian, tahun ini mobil Lowo Ireng tersebut dikembangkan menjadi mobil listrik. Namanya pun berubah menjadi Lowo Ireng Reborn.

Direktur PUI-SKO IOTS Dr Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, bodi mobil sport Lowo Ireng Reborn itu tidak berubah. Yang berubah hanya bahan bakar. ’’Jadi ramah lingkungan, menyusul kendaraan listrik lainnya,’’ ungkapnya.

Nur menjelaskan, Lowo Ireng diambil dari bahasa Jawa yang berarti kelelawar hitam. Alasannya, ketika memproduksi mobil Lowo Ireng, tim mengerjakannya saat malam. Konsepnya pun mobil sport dengan desain bodi mirip kelelawar. ’’Mobil ini lama kami kembangkan sejak 2014. Tahun ini kami konversikan sejak Januari,” ucapnya Bukan hanya itu, mobil sport Lowo Ireng Reborn juga menggunakan teknologi terbaru. Kontroler yang digunakan dalam mobil tersebut 200 kWh. Baterainya pun sangat ringan, yakni 20 kWh, sehingga bisa menempuh 100–200 kilometer per jam. ’’Lebih hemat baterai karena sangat ringan,’’ tuturnya.

MODA WISATA: Tim mobil listrik ITS menaiki Limosin alias 5Sin kemarin. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

Dua mobil tersebut juga tengah dipersiapkan untuk event Jambore Kendaraan Listrik Nasional yang akan dimulai pada 28 Agustus. Bukan hanya mobil Lowo Ireng Reborn dan Limosin, ada tujuh kendaraan listrik lain yang akan diikutkan dalam event itu. ’’Nanti start dari ITS akan perjalanan menuju Jakarta,’’ ujar Nur.

Nur menyatakan, rally kendaraan listrik dari Surabaya menuju Jakarta tersebut bertujuan mengenalkan kepada masyarakat hasil riset yang telah dikerjakan ITS. Bukan hanya ITS, banyak institusi lain yang mengembangkan kendaraan listrik dalam acara tersebut. ’’Siapa saja yang mengembangkan riset kendaraan listrik diharapkan bisa ikut,’’ katanya.

Jambore Kendaraan Listrik Nasional tersebut bekerja sama dengan BPPT dan Kemenristekdikti. Di Jakarta, juga akan ada pameran kendaraan listrik. Sementara itu, mobil Limosin, lanjut dia, didesain sebagai mobil wisata. Mobil tersebut dapat digunakan untuk shuttle atau angkutan kota. ’’Hal itu tentu akan membantu mengurangi polusi udara seperti di Kota Surabaya ini,” jelasnya.

Heri Suryoatmojo, ketua peneliti Lowo Ireng Reborn, mengatakan bahwa mobil yang dibuat dengan anggaran miliaran rupiah tersebut menggunakan teknologi baterai lithium ion berkapasitas 20 kWh. Teknologi utama lain yang digunakan, yakni controller/inverter, battery management system, dan interface vehicle unit,dibuat langsung oleh tim peneliti dan mahasiswa ITS. ’’Hanya 10 persen yang masih harus impor ke luar negeri. Sisanya kami bikin sendiri,’’ ujarnya.

Menurut dia, Lowo Ireng Reborn memiliki kecepatan lebih dari 160 kilometer/jam. Sebab, torsi pada motor listrik yang digunakan 200 newtonmeter (nm) dengan transmisi triptonic. Sementara itu, proses pengisian daya dari nol hingga penuh hanya memakan waktu 3–4 jam dengan daya 7,7 kilowatt (kw).

Lowo Ireng Reborn

– Pengembangan dari Lowo Ireng yang diluncurkan pada 2014.

– Sebelumnya berbahan bakar bensin, sekarang listrik.

– Ramah lingkungan.

– Controller hingga 200 kWh.

– Baterai 20 kWh.

– Kecepatan bisa 100–200 km/jam

Limusin (5Sin)

– Didesain sebagai mobil wisata.

– Dapat digunakan untuk shuttle atau angkutan kota.

– Berteknologi baterai lithium ion dengan kapasitas 20 kWh.

– 90 persen teknologi dibikin ITS sendiri.

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Berebut 450 Tahu Bulat

MAGELANG – Ratusan warga Kampung Tidar Sawe dan Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan berebut gunungan tahu dan palawija. Dalam sekejap, 450 tahu bulat ludes....

Registrasi Kartu Untuk Lindungi Masyarakat

SEMARANG - DPRD berharap agar masyarakat mengikuti instruksi pemerintah untuk menjalankan kebijakan pendaftaran (registrasi) ulang kartu prabayar seluler. Hal itu sangat penting dan dilakukan...

Jajal Ilmu Kebal, Tewas di Tangan Teman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sadikin Uma Sangaji, 35, ditemukan tewas dibunuh di kamar kosnya Jalan Untung Suropati No 76 A Kav 52, Ngaliyan, Minggu (15/4)...

Jarang Dipentaskan, Tari Wireng Terancam Punah

SEMARANG - Alunan suara gamelan terdengar merdu mengiringi lenggak-lenggok para penari cantik. Mereka melakukan gerakan yang atraktif dan energik. Di antara penari perempuan itu,...

BKIPM Tawarkan Bahan Baku Pengganti Surimi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak tujuh pabrik pasta ikan (Surimi) di jalur Pantura Jawa Tengah diminta melakukan diversifikasi bahan baku. Hal itu untuk menyiasati minimnya...

Tertibkan Jalur Kawasan Tertib Lalulintas

PEKALONGAN - Selama Operasi Simpatik Candi 2017 yang digelar Polres Pekalongan Kota, tidak hanya menertibkan pengendara. Namun, Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) juga menjadi sasaran...