33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Mobil Listrik Lowo Ireng Reborn Milik ITS Mampu Melaju 200 Km per Jam

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

PUSAT Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meluncurkan dua mobil listrik terbaru. Satu kata untuk menggambarkannya, keren!

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

Duakendaraan listrik dipamerkan tepat di depan Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kemarin (18/7). Mobil berjenis sport dan Limosin (5Sin) itu sangat mentereng. Apalagi, mobil sport tersebut merupakan hasil reborn dari mobil Lowo Ireng. Berwarna hitam mengilat, mobil terbuka itu sangat gagah.

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari pun sudah tidak sabar untuk segera menunggangi dua mobil listrik tersebut. Guru besar departemen teknologi elektro tersebut langsung menjajal Lowo Ireng Reborn didampingi oleh Danar Isa, mahasiswa yang juga tim Lowo Ireng Reborn. Mereka berkeliling halaman gedung rektorat dengan bangga.

’’Ini kami launching untuk yang lebih besar. Selain sudah dikonversi menjadi kendaraan listrik, 90 persen bodi Lowo Ireng Reborn ini dibuat ITS sendiri,” kata Ashari setelah menjajal dua mobil listrik terbaru tersebut.

Ya, mobil sport Lowo Ireng Reborn tersebut sejatinya bukan mobil baru. Pada 2014 mobil Lowo Ireng sudah diluncurkan. Namun, saat itu bahan bakar yang digunakan masih bensin. Kemudian, tahun ini mobil Lowo Ireng tersebut dikembangkan menjadi mobil listrik. Namanya pun berubah menjadi Lowo Ireng Reborn.

Direktur PUI-SKO IOTS Dr Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, bodi mobil sport Lowo Ireng Reborn itu tidak berubah. Yang berubah hanya bahan bakar. ’’Jadi ramah lingkungan, menyusul kendaraan listrik lainnya,’’ ungkapnya.

Nur menjelaskan, Lowo Ireng diambil dari bahasa Jawa yang berarti kelelawar hitam. Alasannya, ketika memproduksi mobil Lowo Ireng, tim mengerjakannya saat malam. Konsepnya pun mobil sport dengan desain bodi mirip kelelawar. ’’Mobil ini lama kami kembangkan sejak 2014. Tahun ini kami konversikan sejak Januari,” ucapnya Bukan hanya itu, mobil sport Lowo Ireng Reborn juga menggunakan teknologi terbaru. Kontroler yang digunakan dalam mobil tersebut 200 kWh. Baterainya pun sangat ringan, yakni 20 kWh, sehingga bisa menempuh 100–200 kilometer per jam. ’’Lebih hemat baterai karena sangat ringan,’’ tuturnya.

MODA WISATA: Tim mobil listrik ITS menaiki Limosin alias 5Sin kemarin. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

Dua mobil tersebut juga tengah dipersiapkan untuk event Jambore Kendaraan Listrik Nasional yang akan dimulai pada 28 Agustus. Bukan hanya mobil Lowo Ireng Reborn dan Limosin, ada tujuh kendaraan listrik lain yang akan diikutkan dalam event itu. ’’Nanti start dari ITS akan perjalanan menuju Jakarta,’’ ujar Nur.

Nur menyatakan, rally kendaraan listrik dari Surabaya menuju Jakarta tersebut bertujuan mengenalkan kepada masyarakat hasil riset yang telah dikerjakan ITS. Bukan hanya ITS, banyak institusi lain yang mengembangkan kendaraan listrik dalam acara tersebut. ’’Siapa saja yang mengembangkan riset kendaraan listrik diharapkan bisa ikut,’’ katanya.

Jambore Kendaraan Listrik Nasional tersebut bekerja sama dengan BPPT dan Kemenristekdikti. Di Jakarta, juga akan ada pameran kendaraan listrik. Sementara itu, mobil Limosin, lanjut dia, didesain sebagai mobil wisata. Mobil tersebut dapat digunakan untuk shuttle atau angkutan kota. ’’Hal itu tentu akan membantu mengurangi polusi udara seperti di Kota Surabaya ini,” jelasnya.

Heri Suryoatmojo, ketua peneliti Lowo Ireng Reborn, mengatakan bahwa mobil yang dibuat dengan anggaran miliaran rupiah tersebut menggunakan teknologi baterai lithium ion berkapasitas 20 kWh. Teknologi utama lain yang digunakan, yakni controller/inverter, battery management system, dan interface vehicle unit,dibuat langsung oleh tim peneliti dan mahasiswa ITS. ’’Hanya 10 persen yang masih harus impor ke luar negeri. Sisanya kami bikin sendiri,’’ ujarnya.

Menurut dia, Lowo Ireng Reborn memiliki kecepatan lebih dari 160 kilometer/jam. Sebab, torsi pada motor listrik yang digunakan 200 newtonmeter (nm) dengan transmisi triptonic. Sementara itu, proses pengisian daya dari nol hingga penuh hanya memakan waktu 3–4 jam dengan daya 7,7 kilowatt (kw).

Lowo Ireng Reborn

– Pengembangan dari Lowo Ireng yang diluncurkan pada 2014.

– Sebelumnya berbahan bakar bensin, sekarang listrik.

– Ramah lingkungan.

– Controller hingga 200 kWh.

– Baterai 20 kWh.

– Kecepatan bisa 100–200 km/jam

Limusin (5Sin)

– Didesain sebagai mobil wisata.

– Dapat digunakan untuk shuttle atau angkutan kota.

– Berteknologi baterai lithium ion dengan kapasitas 20 kWh.

– 90 persen teknologi dibikin ITS sendiri.

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...