33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Yevi Widya Rahayu Butuh Transfusi 21 Liter Darah karena Plasenta Akret

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

YEVI Widya Rahayu mengingat potongan kejadian 16 bulan lalu. Kata demi kata dia keluarkan. Sesekali suaranya bergetar karena mengenang kelamnya kejadian saat dia mengandung anak yang kedua.

KARTIKA SARI, Surabaya

Saat usia kehamilan masih lima bulan, Yevi menjalani pemeriksaan rutin ke dokter praktik spesialis kandungan di dekat rumahnya di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

Dia diberi tahu mengalami plasenta akreta. Karena belum yakin dengan pemeriksaan di dokter praktik itu, Yevi memeriksakan diri ke RSUD dr Iskak Tulungagung dengan ultrasonografi (USG).

Dari sanalah Yevi yakin bahwa dirinya mengalami plasenta akreta. Menurut penjelasan dokter, kondisi tersebut berisiko tinggi terjadi pada perempuan yang sebelumnya pernah Caesar. Kebetulan, saat melahirkan anak pertama, Yevi menjalani Caesar karena kondisi bayinya sungsang.

Plasenta akreta adalah penyakit yang cukup membahayakan bagi perempuan Penyakit itu ditandai pembuluh darah plasenta atau ari-ari yang tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan pendarahan hebat saat hamil. Bahkan, kematian pada ibu dan anak. Jika terlalu parah, jalan terakhir untuk menyelamatkan ibu adalah mengangkat rahimnya.

Yevi pun ketakutan. Dia menceritakan kekhawatirannya itu kepada keluarga dan Hadi Mubasor, suaminya. ”Keluarga dan suami saya malah menanggapi kondisi saya dengan santai. Itu membuat saya selalu memendam ketakutan sendiri. Saya juga jadi sungkan bercerita kepada mereka. Sering kali saya menangis ketika sendirian,” kenang perempuan 30 tahun itu.

Setiap selesai beribadah, Yevi selalu merapalkan doa-doa agar persalinannya lancar. Semoga dia masih bisa merawat dan mendampingi tumbuh kembang anaknya hingga dewasa.

Pada 22 Februari 2018, kecemasan Yevi seolah terbukti. Tanpa tanda-tanda yang jelas, lantai rumahnya banjir darah. Yang membuatnya heran, tidak terasa sakit sedikit pun. ”Saya panik. Teriak panggil suami dan kakak,” kenangnya.

Mereka pun membawa Yevi ke RSUD dr Soedomo Trenggalek. Darah sudah merembes dari kemaluannya. ”Kata tetangga-tetangga saya, sepanjang perjalanan, darah terus menetes hingga ke jalanan,” kata Yevi. Masuk RS, kondisinya tak sadar. Tiga jam setelah itu, dia dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

Di RSUD dr Soetomo, keluarga Yevi belingsatan mencari darah untuk transfusi. Keesokannya untuk menolong sang bayi, operasi Caesar pun dilakukan. Yevi ditangani sekitar 20 dokter. Di antaranya, 3 dokter kandungan, 2 dokter kardiovaskuler, 8 dokter anestesi, dan 3 dokter bedah urologi. Selain itu, ada 3 perawat dan 3 perawat anestesi.

Di luar ruang operasi, Hadi tak berhenti berdoa. Dia juga menyesal karena tak menggubris penjelasan istri dan dokter tentang plasenta akreta. Dia pasrah saat dokter mengatakan bahwa istrinya harus menjalani operasi pengangkatan rahim. ”Saya berserah diri. Ikut semua yang disarankan oleh dokter. Yang penting, istri dan anak saya bisa selamat,” ucap Hadi.

Hadi membantu sang istri dengan mencarikan stok darah di RS. ”Kata dokter, darah yang ditransfusi sampai 21 liter. Itu rekor terbanyak seseorang yang transfusi darah,” kata pria 34 tahun itu.

Operasi Caesar yang dijalani Yevi berlangsung hampir 20 jam. Mulai pukul 06.30 sampai 20.00. Yevi dan bayi perempuannya selamat meski berat si kecil hanya 1,5 kilogram. Diberi nama Nahelsa Adya Hadvi Mawada, anak kedua Yevi dan Hadi itu kini berusia 16 bulan. Dia tumbuh menjadi gadis kecil yang ceria.

Salah seorang dokter kandungan yang menangani Yevi, dr Rozi Ditya Aryananda SpOG, berpesan agar masyarakat sering mengontrolkan kandungan. Minimal satu bulan sekali agar plasenta akreta bisa dideteksi lebih dini. ”Plasenta akreta sudah bisa diketahui saat usia kehamilan dua bulan melalui pemeriksaan ultrasonografi,” kata dia.

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajang Sampaikan Program

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Desa Karangtejo Kecamatan Kedu, Temanggung selama bulan Ramadan 1439 Hijriah tahun 2018 menggelar safari Ramadan dengan melaksanakan salat tarawih berkeliling...

Dua Siswa SMP Coret-Coret Mobil

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Dua siswa SMP di Tegalrejo tertangkap petugas patroli Polsek Tegalrejo saat melakukan aksi vandalisme. SM, 14, dan NK, 14, pada Minggu...

Sutradarai Film Pendek

ISTI Sri Pangesti selain pernah bermain film FTV Ramadan, juga pernah menjadi sutradara film pendek berjudul Percik Emas dari Kaki Gunung. Gadis kelahiran Kuningan...

Miras dan Knalpot Jambrong Dimusnahkan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 2.024,9 liter minuman keras, ribuan botol beserta seratus knalpot jambrong, dimusnahkan jajaran Polres Magelang Kota di Asrama Polisi Ganten, Rabu...

Muslimat Doakan Kadernya Pimpin Jateng

RADARSEMARANG.COM, CILACAP-Ratusan pengurus dan anggota Muslimat NU Kabupaten Cilacap menyatakan senang jika ada kadernya terpilih dan memimpin Jawa Tengah. Hal itu mereka sampaikan saat...

Untidar Gandeng Polres Magelang Kota

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Universitas Tidar (Untidar) Magelang, menggandeng Polres Magelang Kota. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan keamanan dan penegakan hukum di wilayah kampus Untidar....