33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Kenalkan Kuliner Surabaya ke Jepang, Anggap Petis seperti Shrimp Sauce

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

BRANDING suatu daerah tidak melulu soal tempat atau benda. Kuliner juga punya daya tarik untuk menjadi ikon sebuah daerah. Salah satunya, Surabaya dengan rujak cingurnya. Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwar memperkenalkan makanan itu ke Jepang beberapa waktu lalu.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

Bisa jadi, rujak cingur adalah karya seni kuliner paling masyhur di Surabaya. Racikan kacang, pisang klutuk, bawang goreng, dan cabai yang dihaluskan bersama petis menjadi unsur utama yang dominan di dalamnya. Sajian itu ditambah cingur sebagai ikon dan cita rasa utama. Plus, irisan buah dan sayur.

Terkenalnya rujak cingur itu tak lepas dari sejarah masa lalu. Bagian hidung dan bibir atas sapi dijadikan ikon kuliner tersebut lantaran pada zaman dulu kawasan Surabaya dan sekitarnya merupakan basis pemasok sapi. Alhasil, bahan itulah yang mudah didapat. Rasanya yang kenyal dan lembut saat digigit membuat siapa saja ketagihan.

Bukan hanya rujak cingur, menu lain seperti lontong balap juga menjadi primadona Racikan bumbu dan rasa yang ringan pada kuahnya ditambah kecambah yang crunchy menyajikan rasa segar untuk santap pagi atau siang.

Sederet makanan Surabaya itu menggunakan unsur yang sama. Petis dan lontong. Dua makanan itu pun seolah-olah menjadi kuliner identitas Kota Pahlawan.

Bahkan, lontong sudah menjadi komoditas unggulan di Surabaya. Kota ini memiliki kampung lontong. Saban hari, ribuan olahan dari bahan dasar beras itu dihasilkan.

Sederet makanan tersebut dipresentasikan di hadapan mahasiswa Jepang pada 18 Juni lalu. Tepatnya di Universitas Iwate, Morioka, Iwate, Jepang. Salah seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwar memperkenalkan berbagai penganan khas tersebut sebagai sebuah identitas kota.

Saat itu Ikhsan menjadi dosen tamu di sana. Paparannya soal kuliner sebagai budaya dan identitas Surabaya menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa Jepang. ”Mereka tertarik, tapi karena tidak membawa sampel, terkadang saya sulit memberikan istilah bahasa ke mereka,” paparnya.

Salah satunya, petis yang menjadi bahan dasar penganan Surabaya. Makanan ringan seperti gorengan hingga yang mengenyangkan seperti rujak cingur dan lontong balap dilengkapi petis. ”Mereka menganggapnya seperti saus udang, shrimp sauce,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ikhsan memperkenalkan tiga jenis makanan. Selain rujak cingur dan lontong balap, ada rawon. Sup kuah hitam dengan irisan daging.

Menurut Ikhsan, tidak melulu soal bangunan, kuliner juga bisa menjadi identitas kultural kota. Surabaya punya peluang itu terlepas dari statusnya sebagai Kota Pahlawan. ”Kuliner bisa dianggap sebagai ciri khas yang dapat diterima siapa pun,” ujar Ikhsan saat ditemui di Fakultas Ilmu Budaya Unair pada Rabu (26/6).

Kuliner memang sudah mengalami banyak pergeseran. Di dunia bisnis, kuliner selalu bergerak secara dinamis dan terus-menerus. Budaya populer dan konsumtif mendorong munculnya brand makanan yang tidak ada kaitannya dengan kota tersebut, tapi menjadi bagian dari identitas itu.

Sebut saja munculnya berbagai jenis kue yang dipelopori artis ibu kota. Mereka tidak menyasar pelanggan secara nasional, tapi membidik Surabaya sebagai basis pemasaran dan produksi.

Orang-orang yang datang pun seolah-olah menganggap jajanan itu sebagai ciri khas Surabaya. ”Namun, untungnya kuliner tradisional di Surabaya masih bisa bertahan sebagai identitas Surabaya,” ulasnya.

Menurut Ikhsan, Surabaya bisa menjadi contoh yang baik. Makanan khas selalu jadi suguhan, bahkan di event besar. ”Festival Rujak Cingur merupakan bagian dari upaya mempertahankan kuliner itu,” paparnya. 

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Tenaga Ahli Gizi Masih Minim

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Indonesia masih kekurangan ribuan tenaga kesehatan ahli gizi. Sejak 2017 untuk penempatan tenaga ahli gizi di puskemas dan rumah sakit kekurangannya...

Lima Perwira Dimutasi

SALATIGA - Lima jabatan utama di Polres Salatiga berganti posisi. Pemangku jabatan itu, Jumat (12/5) diserahterimakan dalam acara sertijab yang dipimpin langsung Kapolres Salatiga,...

Warga Tak Perlu Takut, Namun Tetap Waspada

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menegaskan bahwa perbuatan para teroris dengan meledakkan bom di Surabaya dan Riau, sangat kejam dan telah mengabaikan sisi...

Merapi Beraksi, Warga Diminta Waspada

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Gunung Merapi kembali erupsi freatik Kamis (24/5). Terjadi letusan pada pukul 10.48 WIB, durasi 2 menit, amplitudo maksimum 44 mm, tinggi kolom...

Cegah Kemacetan, Rapatkan Pagar Pembatas Overpass

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Pelaksana overpass Manahan segera merapatkan pagar pembatas proyek untuk memberikan ruang lebih luas bagi pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan...

Berat untuk Bisnis Berelemen Kayu dan Logam

Selamat tinggal 2016. Selamat datang 2017. Bagaimana peruntungan Anda di tahun Ayam Api ini? Sejumlah ahli fengshui memprediksi, bisnis yang akan mendapat tantangan cukup...