33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Aktifnya Aksi Komunitas Peduli Literasi Sejarah dan Budaya Surabaya

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

HANDOKO mewakafkan dua kamarnya sebagai taman baca anak di kampungnya. Dia juga membuka lapak buku di tiap taman saat liburan. Bersama rekannya, Mustova, dia memiliki misi mulia.

HISYAM AL-ASYIAH, Surabaya

Dua kamar di depan rumah di Jalan Banyu Urip Wetan Gang 5i Nomor 11, Kelurahan Putat Jaya, Sawahan, itu seperti perpustakaan. Tiap dinding kamar dipenuhi rak yang dijejali ratusan koleksi buku. Kesan hangat tersebar berkat puluhan boneka ukuran kecil sampai besar yang memenuhi kamar tersebut.

Dari kamar itulah muncul aksi Sebaya, Komunitas Peduli Literasi Sejarah dan Budaya Surabaya. Di ruangan sederhana, tetapi kaya literasi itulah anak-anak kampung Putat Jaya belajar membaca buku dan menjelajahi literasi. Terutama literasi sejarah dan budaya seperti suatu sore pada akhir pekan lalu.

Handoko yang mengenakan blangkon Jawa motif Bandung menghibur delapan anak dengan mendongeng. Ceritanya berkisah mengenai Hando, boneka tangan Handoko, yang sedang nge-vlog. ’’Hi guys, kali ini Hando berkeliling melihat teman-teman yang cantik, ganteng, juga pintar.

Kalian jangan baper, ya,’’ ujar Handoko sambil menggerak-gerakkan bonekanya. Gema tawa anak-anak pun terdengar di ruangan berukuran 4 x 3 meter itu.

Dongeng, kata Handoko, merupakan cara terbaik untuk menghibur anak-anak di sela-sela membaca dan membahas hasil bacaan mereka. Memang, dalam setiap pertemuan, anak-anak diberi kesempatan membaca buku atau menonton film dokumenter sejarah. Mereka diberi waktu untuk membaca sekitar 15–20 menit. Setelah itu, anak-anak bermain dengan Hando dan Umai, karakter boneka milik Handoko.

Dalam permainan itu, anak-anak diajak menceritakan kembali bacaannya. Yang bisa bercerita dapat hadiah. Hadiahnya sederhana. Misalnya, uang jajan atau kue kesukaan anak-anak.

Dalam beberapa kesempatan, mereka juga diajari permainan tradisional. Seperti kala itu, Mustova mengajari beberapa permainan seperti congklak, gasing, egrang, dan lainnya. Sebelum bermain, Mustova menjelaskan nama, sejarah, cara bermain, dan manfaat setiap alat permainan tradisional tersebut.

’’Beginilah anak-anak itu belajar setiap sore,’’ kata Handoko yang menjadi inisiator aksi Sebaya sambil menatap anak-anak. ’’Selain membaca, kami menonton film-film kerajaan bersama dan bikin review kecil-kecilan,’’ tambahnya.

Mustova dan Handoko merupakan anggota sekaligus penggerak aksi Sebaya yang sudah berumur tiga tahun. Usaha mereka untuk membuat anak mencintai buku kini mulai membuahkan hasil. Saat ini, tanpa diajak dan dipanggil, Handoko sudah ditodong anak-anak tersebut untuk membaca. ’’Baru pulang kerja, belum ganti baju, mereka sudah panggil-panggil,’’ ungkapnya sembari menggelengkan kepala, lantas tersenyum.

Aksi Sebaya tidak hanya berlangsung setiap sore di rumah Handoko. Mereka juga memiliki program mingguan, yakni menggelar lapak buku gratis di taman-taman setiap Minggu pagi. Selain membaca, anak-anak bisa mendengarkan dongeng dari Handoko. ’’Sasaran kami anak-anak beserta orang tuanya yang sedang liburan di taman,’’ papar pria kelahiran 1986 itu. ’’Mereka refreshing, juga melek literasi,’’ tambahnya.

Aksi Sebaya berdiri sejak Januari 2017 dan eksis hingga sekarang. Awalnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengajak anak-anak sekitar kampung Dolly buat belajar melek literasi. Terutama literasi sejarah dan budaya. Tidak puas dengan satu titik, lapak baca pun dibuka di setiap taman secara bergiliran. Langkah itu dilakukan Handoko dan rekan-rekannya di luar kesibukannya sebagai tenaga TI Dinas Perpustakaan Kota Surabaya.

’’Hari aktif kami bekerja, pulang jam 16.00 langsung bersama anak-anak itu,’’ jelasnya. ’’Kalau libur ya buka lapak lagi,’’ tambahnya.

Handoko tidak pernah merasa berat dan lelah. ’’Saya kan bukan pejabat tinggi yang bisa melakukan banyak perubahan lewat regulasi. Namun, dengan cara ini, kami mencari amal jariah,’’ ungkapnya. Lagi pula, suami Menik Rupiati itu prihatin dengan dunia anak-anak yang jauh dari literasi. Dia khawatir mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang buta sejarah serta budaya. ’’Kalau tidak kami ajari, siapa lagi yang mewarisi budaya kami?’’ paparnya. (*/c15/tia)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...