Setelah 17 Tahun Laga Divisi Teratas Absen dari Bandar Lampung

  • Bagikan

Berbagai kelompok suporter bersatu dalam satu tribun, sementara satu stadion kompak bernyanyi sepanjang laga. Tiket Badak Lampung FC yang sama sekali tak dijual on the spot pun nyaris ludes.

FARID S. MAULANA, Bandar Lampung

CHANT demi chant itu seperti melempar Diding Ahmad Kadir ke era yang jauh. Ke masa-masa belasan tahun silam, saat dia rutin menyambangi stadion untuk mendukung PSBL Bandar Lampung.

Dan, tepat saat FIFA anthem diperdengarkan, disusul keluarnya skuad Badak Lampung FC dan PSIS Semarang dari lorong pemain, Diding tak kuasa menahan kedua matanya berkaca-kaca. “Ini seperti mimpi, kami punya klub di kasta tertinggi lagi. Bermain di hadapan kami. Di tanah kami, Lampung,” katanya kepada Jawa Pos yang berada di sebelahnya.

Ya, laga Liga 1 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, kemarin sore itu memang bersejarah. Itulah laga divisi teratas pertama yang dihelat di ibu kota Lampung tersebut dalam 17 tahun terakhir.

PSBL Bandar Lampung adalah wakil terakhir Bandar Lampung di strata teratas kompetisi sepak bola tanah air. Setelah PSBL terdegradasi dari Kompetisi Divisi Utama musim 2002, warga di sana pun harus menahan kerinduan hampir dua dekade.

Sampai akhirnya Badak Lampung merumput di Stadion Sumpah Pemuda kemarin sore. Sebelumnya tim yang diakuisisi dari Perseru Serui -karena itu nama resminya masih Perseru Badak Lampung FC- tersebut sudah empat kali bermain di Liga 1 musim ini. Tapi, seluruhnya tandang.

“Kami tidak peduli ada yang bilang Badak Lampung FC adalah tim karbitan, tim yang tidak berusaha dari bawah. Bagi kami, ini adalah berkah bisa kembali menyaksikan tim dengan nama Lampung di Liga 1,” tutur Diding yang turut mendirikan salah satu kelompok suporter Bandar Lampung, Balafans.

Lampung sebenarnya punya sejarah panjang di persepakbolaan strata teratas Indonesia. Di era Galatama pada 1980-an, mereka punya Jaka Utama yang antara lain diperkuat Mundari Karya, Bambang Sunarto, dan Bujang Nasril. Berbekal para pemain Jaka Utama itu pula, Lampung sukses merebut emas cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional 1981.

  • Bagikan