33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Budiyanto, Pemandu Jelajah Situs Kuno yang Juga Kreator Patung Kayu

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Berawal dari hobinya yang suka mblakrak, Budiyanto menemukan banyak inspirasi untuk berkarya. Pria 40 tahun itu membuat banyak patung kayu yang bertema budaya.

Eko Hendri Saiful, Surabaya

BELASAN patung kayu dengan berbagai ukuran menghiasi ruang tamu rumah Budiyanto di Gang Tembusan, Kapasari Pedukuhan, Simokerto. Hasil karya lelaki yang akrab disapa Reang itu cukup menghipnotis. Selain unik, patung tersebut melambangkan keanekaragaman budaya suku-suku di Nusantara.

Salah satu yang paling berkesan bagi Reang adalah patung model manusia yang menggambarkan suku Asmat sedang duduk-duduk santai. Pembuatan karya seni itu tidak saja memerlukan kejelian. Reang mengaku harus sungkem kepada tokoh suku Asmat demi mendapatkan restu untuk berkarya.

’’Yang paling susah bikin ekspresi wajah. Jangan sampai patung yang seharusnya gembira jadi sedih,” tutur Reang sambil memamerkan karyanya. Selain patung bermodel suku Asmat, warga asli Surabaya itu memperlihatkan hasil seni pahat lainnya. Di antaranya, Sabda Palon, Barong Bali, dan Naga Puspa. Itu hanya segelintir karya Reang. Sebab, sebagian patung kayu miliknya sudah terjual. Harganya beragam dan bergantung pada tingkat kesulitan pembuatannya.

Selain masyarakat Surabaya, Reang mengatakan sering mendapat pesanan dari warga luar kota dan pulau. Namun, penghobi traveling itu tidak hafal secara detail jumlah patung yang sudah dibeli orang.

’’Sebenarnya ini hanya usaha sampingan dan iseng-iseng. Jadi, saya tidak pernah mematok harganya secara pasti,” turut Reang. Sebab, bagi lelaki yang bekerja di sebuah perusahaan percetakan buku tersebut, karya seni memang tidak bisa ditukar dengan uang.

’’Ada beberapa patung yang ditawar ratusan ribu sama teman. Namun, saya kasihkan gratis,” tambahnya.

Aktivitas Reang dalam memproduksi patung tak lepas dari hobi dan pekerjaan sampingannya. Yakni, menjelajahi situs-situs kuno di Indonesia. Sasarannya, antara lain, candi, makam keramat, dan bekas kerajaan.

Reang merupakan pengurus Komunitas Jelajah Situs Pawitra. Berkat hobinya, dia sering diminta orang untuk menjadi pemandu wisata. Hampir setiap minggu, kolektor senjata-senjata lawas itu bepergian ke luar daerah untuk sekadar mengantar kliennya.

Bukan hanya para mahasiswa, dia juga sering dimintai bantuan traveler, akademisi, dan peneliti dari berbagai kampus. Uniknya lagi, Reang pernah diajak orang-orang yang mencari pesugihan di makam-makam keramat. ’’Saya hanya menjadi penunjuk jalan. Tidak sampai memandunya ke ritual-ritual tertentu,” cerita Reang, lantas tertawa.

Berawal dari seringnya menjelajah, dia sering menemukan inspirasi untuk membuat patung kayu. Reang menggambar seluruh benda lawas yang ditemuinya dalam kertas. Kreativitasnya lantas dilanjutkan dalam bentuk patung dan ukiran kayu. ’’Salah satunya patung kayu Sabda Palon. Dulu, saya ambil gambarnya dari sebuah candi di Jogjakarta,” kata Reang. Sekali lagi, anggota Komunitas Laskar Soeroboyo itu menyebutkan bahwa aktivitas mengukirnya memang tidak ditekuni secara serius.

Tak heran, bahan-bahan yang dipakai ala kadarnya. Seluruh produknya dibuat dari bongkaran perabotan yang tak terpakai. Kayu dibeli dengan harga murah. ’’Jadi, saya cukup senang melihat karya saya diminati banyak orang,” kata Reang. Dia merasa lebih bangga setelah mendapat pesanan banyak sekolah. Banyak patung kayu yang dibeli untuk alat pembelajaran ilmu sejarah.

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...