Remi Decoster, Pewarta Foto Asal Prancis yang Blusukan di Surabaya (1)

  • Bagikan
Kekagumannya melihat fenomena sosial di berbagai negara membuat Rémi Decoster ingin mengabadikannya. Tidak hanya memotret, dia kadang juga membuat film dokumenter dari beberapa aktivitas sosial. Termasuk di Surabaya yang budaya masyarakatnya masih kental.

Hanaa Septiana, Surabaya

PRIA kelahiran Rennes, Prancis, 28 tahun silam, itu kini tinggal di Surabaya selama dua bulan. Kunjungan tersebut merupakan yang kedua setelah tahun lalu memamerkan hasil karyanya di pameran fotografi Jeune Creation di House of Sampoerna Surabaya. Kali ini dia kembali berkunjung ke Surabaya untuk memotret fenomena sosial masyarakat metropolis selama pemilu berlangsung.

”Surabaya itu kota metropolis. Namun, budaya yang terlihat dari masyarakatnya masih kentara, ini uniknya,” ujar alumnus Licence Université Libre de Bruxelles, Belgia, tersebut.

Mengambil program sarjana di bidang ilmu politik saat di Belgia, Rémi berkesempatan mengikuti pertukaran pelajar pada 2013 di Istanbul, Turki. Dia tidak lupa membawa sebuah kamera untuk mengabadikan momen studinya di sana. Tidak disangka, fenomena sosial masyarakat Turki yang begitu beragam membuatnya kecanduan untuk memotret.

”Awalnya melihat aktivitas kelompok minoritas Kurdish di sana. Bagaimana mereka terdiskriminasi, tapi bisa bertahan hidup,” ungkap pria dengan logat Prancis yang kental itu. Kecanduan memotretnya pun membuahkan hasil. Rémi ditawari menjadi asisten fotografer selama di Turki.

Dia kembali ke Belgia pada 2015 untuk menyelesaikan studinya.

Rémi pun sempat bingung apa yang akan dilakukan setelah lulus. Kesukaan terhadap dunia fotografi membuatnya lebih memilih menekuninya. Dia belajar fotografi selama setahun di Prancis.

”Di sini mulai belajar teknik yang benar untuk foto dan menambah kemampuan saya membuat film dokumenter juga,” tutur Rémi. Selesai studi, dia memutuskan menjadi jurnalis lepas. Selain itu, dia bekerja untuk berbagai proyek jurnalistik dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Prancis. Kumpulan karyanya bisa dilihat di hanslucas.com.

Pada 2018, Rémi dihubungi temannya, Pauline, di Surabaya. Pauline berencana mengadakan pameran seni hasil kerja sama dengan Institut Francais Indonesia (IFI) di Surabaya pada saat itu. Melihat karya Rémi di bidang fotografi dan film, Pauline menawarinya untuk bergabung dalam proyek pameran bertajuk Jeune Creation di House of Sampoerna Surabaya.

  • Bagikan