Liku-Liku Anak Djakarta Jadi Restoran Halal Pertama di Makau

  • Bagikan

Agar bisa mendapatkan sertifikasi halal, restoran milik Mochamad Thamrin harus menjalani inspeksi, mulai dapur, gudang, sampai tempat makan. “Bahkan, latar belakang saya juga diselidiki,” kata mantan polisi dan pilot itu kepada wartawan Jawa Pos INDRIA PRAMUHAPSARI yang menemuinya di Makau belum lama ini.

MEMBACA plang putih yang menjadi penandanya, orang Indonesia yang melintas pasti akan tertarik. Setidaknya berhenti sejenak. Atau, bahkan langsung melangkahkan kaki ke dalam restoran di kawasan Sam Chang Tan, Makau, itu.

“Bakso. Itu menu paling favorit,” kata Mochamad Thamrin, pemilik restoran bernama Anak Djakarta itu, kepada Jawa Pos pada Rabu malam (8/5) dua pekan lalu di Makau.

Anak Djakarta adalah restoran halal pertama di Makau, negeri bekas koloni Portugal yang kini telah berada di pangkuan Tiongkok. Otomatis pria kelahiran Jakarta, 21 Agustus 1974, itu harus memastikan langsung bahwa semua yang tersaji di restorannya halal.

Mochamad Thamrin, pemilik Restauran Anak Djakarta di Makau.

Mulai bahan mentah, pengolahan, sampai menjadi masakan. Sebab, ada logo sertifikasi halal di restoran tersebut.

Vicente Domingos Pereira Coutinho, staf Macao Government Tourism Office, mengatakan bahwa ada banyak rumah makan yang menyediakan masakan halal. Biasanya adalah restoran India. “Tapi, tidak ada logo halal. Sebab, para pemiliknya tidak menjalani sertifikasi,” katanya.

Itu karena proses sertifikasi, mulai pengajuan sampai penerbitan, butuh waktu tidak sebentar. “Sekitar tiga bulan,” kisah Thamrin tentang logo halal yang kini terpampang pada plang nama restoran.

Yang berhak memberikan lisensi halal itu Asosiasi Muslim Hongkong. Merekalah yang membawahkan Asosiasi Muslim Makau.

Dalam proses tersebut, tim sertifikasi berkali-kali menginspeksi restoran Thamrin. Dari dapur, gudang, sampai tempat makan. Selain itu, latar belakang si pemilik usaha pun diselidiki. Apakah dia muslim yang berperilaku baik atau tidak.

“Untung mereka kenal dengan saya karena saya jamaah Masjid Makau. Menyelidiki reputasi saya juga menjadi tidak sulit karena bisa tanya ke jamaah lain,” ungkapnya.

  • Bagikan