33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

I Dewa Made Frendika, Peraih Penghargaan Prix Mahar Schützenberger

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Prestasi I Dewa Made Frendika Septanaya patut diacungi jempol. Akhir bulan lalu, Dewa mendapatkan penghargaan Prix Mahar Schützenberger. Penghargaan itu diberikan oleh Association Franco-Indonesienne pour le Developpement des Sciences (AFIDES), Prancis.

EDI SUSILO, Surabaya

DEWA mendapatkan penghargaan tersebut berkat penelitiannya dalam bidang perencanaan perumahan di perkotaan besar. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden AFIDES Hélène Schützenberger di KBRI Paris pada 25 April lalu.

Di akun Instagram-nya, Dewa menyebut mempersembahkan penghargaan itu khusus kepada ”seluruh penghuni rusunawa dan korban relokasi yang sudah menjadi sumber inspirasi penelitian dan perjuangan melawan ketidakadilan”.

Mahasiswa S-3 Urban Geography at Sorbonne Université itu sejak S-1 memang tertarik dengan masalah pembangunan permukiman urban. Salah satunya, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Yang sangat rentan tidak bisa mendapatkan rumah secara layak “Padahal, rumah merupakan kebutuhan dasar manusia, selain makanan dan pakaian,” ucapnya. Harga rumah yang terus melambung membuat warga yang berpenghasilan menengah memilih pinggir kota sebagai jalan satu-satunya untuk mendapatkan hunian. “Ayah saya mengalaminya,” kata pria kelahiran Surabaya, 30 September 1989, itu. Rumah keluarganya berada di Candi, Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu, tempat kerja ayahnya berada di kawasan SIER Surabaya.

Setiap hari Dewa melihat ayahnya menempuh perjalanan jauh untuk bekerja. Sedikit banyak, hal itu menunjukkan tidak adanya perencanaan serius dari pemerintah untuk menata kawasan. Terutama menyediakan hunian yang layak dan mudah diakses pekerja. Itulah yang menjadi bahan disertasi doktoralnya.

Disertasi yang diganjar penghargaan Prix Mahar Schützenberger tersebut berasal dari studi penyediaan rumah susun sewa (rusunawa) atau biasa disebut flat di Indonesia. Terutama di dua kota, Jakarta dan Surabaya.

Dalam disertasi yang akan disidangkan pada 4 Juni itu, Dewa menjelaskan tentang berbagai permasalahan rusunawa di Indonesia. Salah satunya terkait dengan fasilitas flat yang dinilai belum layak. “Saya melihat itu di Flat Tambora di Jakarta Barat,” ucapnya. Sebagian yang tinggal di flat tersebut merupakan warga yang direlokasi dari tempat lama, kemudian hidup berdesak-desakan.

Masalah klasik terjadi. Pada awal relokasi, jumlah unit flat cukup. Kemudian, setelah bertahun-tahun, jumlah keluarga bertambah tanpa pindah sehingga flat tersebut tak lagi cukup. Beban makin berat setelah anak yang sudah menikah tak mampu membeli rumah sendiri dan memilih tinggal bersama. “Saking padatnya, ada yang tinggal di saluran tempat sanitasi udara,” ucap putra pasangan I Dewa Ketut Warta dan Indiyah Winarni itu.

Di Surabaya, kondisi flat yang dikelola pemerintah relatif lebih baik ketimbang Jakarta. Salah satunya di Romokalisari. Tapi, masih ada sejumlah kekurangan. Misalnya, akses yang jauh dari jalan dan retribusi yang terlalu ringan. Tapi, apa pun, flat masih menjadi solusi perumahan paling bagus untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...