PELINDUNG: Masker herbal tidak hanya sekadar masker biasa, namun juga mampu melindungi penggunanya dari penularan TB dan meningkatkan imunitas pemakai. (Foto :Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Siapa bunga kembang sepatu? Bagi sebagian orang, bunga yang memiliki nama latin Hibiscus rosasinesis ini, bisa ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias, warnanya yang cerah dan mudah dirawat, membuat orang suka menanamnya.

Tetapi, ternyata di balik warnanya yang menarik, kembang sepatu memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan manusia, salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan herbal masker, untuk menangkal penularan penyakit TBC.

Inilah yang sedang dikembangkan dokter Awal Prasetyo dan Arlita Leniseptaria Antari,S.Si, M.Si, yang dalam 3 tahun terakhir melakukan kajian bersama melakukan penelitian kembang sepatu dan paku pedang, sebagai bahan masker herbal.

“Masker herbal dari bahan kembang sepatu dan paku pedang ini, berisi kandungan bahan alami yang berpotensi memperbaiki dan menjaga imunitas, kedua bahan tersebut sudah diuji secara laboratoris dan pada hewan coba, hasilnya memang berperan positif dalam kaitannya dengan sistem imunitas TB,” ungkap Arlita Leniseptaria Antari.

Penggunaan masker sendiri, tambah Arlita mutlak dilakukan, karena kuman TB itu sendiri ‘pintar’, dia punya cara utk menginfeksi dan bahkan menghindari (escape) dari serangan sistem imun tubuh. Dan masker herbal temuan timnya, menurut Arlita, sejauh ini cukup efektif, karena masker sebagai salah satu alat pelindung diri dari penularan TB, tidak hanya sekedar masker penutup hidung atau sebagai pelindung penularan kuman TB.

“Masker herbal ini, tidak hanya melindungi, tapi juga bisa memperbaiki kondisi imunitas pemakainya. penderita ataupun individu sehat bahkan individu sehat berisiko seperti perawat, anggota keluarga pasien, dokter, petugas lab,” ungkapnya.

Dengan demikian diharapkan bagi non penderita adalah sistem imunitasnya tetap terjaga baik sehingga meminimalisir penularan terhadap dirinya.

Sementara itu Kepala Balkesmas Wilayah Ambarawa, dokter Sigit Armunanto menyambut gembira temuan masker herbal tersebut. Selama ini, menurutnya pihaknya mewajibkan pasien maupun non pasien yang berada di lingkungan Balkesmas wilayah Ambarawa, untuk mengenakan masker, sebagai tindakan preventif pencegahan penularan TB. Apalagi, tingkat kunjungan pasien TB di Balkesmas Wilayah Ambarawa tergolong tinggi.

Tidak hanya di lingkungan Balkesmas Wilayah Ambarawa, sosialisasi akan pentingnya penggunaan masker bagi penderita TB ini terus dilakukan tim medis Balkesmas Wilayah Ambarawa, saat turun ke tengah masyarakat, baik ketika melakukan pengobatan massal, kunjungan ke keluarga pasien maupun sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Diharapkan, dengan penggunaan masker yang sesuai standart ini, tingkat penyebaran penyakit TB bisa di dikendalikan. (sls/web/ap)