Di Balik Layar Rekapitulasi Pemilu yang Kuras Tenaga-Pikiran (2/Habis)

  • Bagikan

Selama Ramadan, untuk menuntaskan rekapitulasi, rata-rata para komisioner dan staf KPU baru bisa tidur setelah subuh. Mengonsumsi vitamin, kurma, dan madu salah satu cara untuk menjaga stamina.

BAYU PUTRA, Jakarta

KETEGANGAN itu muncul ketika hingga akhir April lalu tidak kunjung ada rekapitulasi yang tuntas. Baik di tingkat provinsi maupun wilayah pemilihan luar negeri.

“Kami berhitung, ini bisa selesai nggak, dalam 35 hari,” tutur Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat berbincang dengan Jawa Pos di sela berbuka puasa di bilangan Jakarta Selatan kemarin (22/5).

Kekhawatiran itu cukup beralasan. Sebab, Arief berkaca pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2014 yang masih terpisah dengan pilpres. Saat itu KPU diberi waktu 30 hari untuk menyelesaikan rekapitulasi nasional. Kala itu KPU ketuk palu pengesahan rekapitulasi 15 menit sebelum tenggat berakhir.

Karena itu, sejak awal Arief dan para komisioner KPU lain, yaitu Hasyim Asy’ari, Evi Novida Ginting, Pramono Ubaid Tanthowi, Viryan Azis, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, merancang agar rekapitulasi dilakukan simultan. Begitu ada satu wilayah selesai, level di atasnya langsung membuka pleno dan menyidangkannya.

Para komisioner KPU memimpin proses rekapitulasi tingkat nasional ketika masih berlangsung di KPU beberapa waktu lalu. (Fedrik Tarian/Jawa Pos)

Tidak menunggu semua atau beberapa wilayah lain selesai. Terbukti, sepekan menjelang ketuk palu 21 Mei lalu, KPU DKI Jakarta baru berhasil menuntaskan rekapitulasi kecamatan 100 persen.

Begitu rekapitulasi Provinsi Papua bisa disahkan, Arief dkk lega. Arief langsung menskors rapat untuk menyiapkan penetapan hasil pemilu. Pada Selasa, 21 Mei, pukul 01.46, berita acara penetapan rekapitulasi nasional mulai dibacakan. Dan, selesai sekitar setengah jam kemudian.

Semua saksi peserta pemilu hadir. Baik saksi kedua paslon presiden dan wakil presiden, saksi parpol, maupun beberapa saksi DPD.

Awak media juga masih bertahan di dalam ruang. Belasan kamera televisi menyorot penetapan hasil rekapitulasi tersebut. Para fotografer bersiap di tempatnya untuk menangkap salah satu momen paling krusial dalam tahapan Pemilu 2019 itu. Semua data dan angka dibacakan secara terperinci, tak ada yang ditutupi.

  • Bagikan