Tim medis Balkemas wilayah Ambarawa memberikan materi kepada peserta workshop Penurunan Angka Kematian Ibu di kabupetan Wonosobo. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kasus kematian ibu dan anak di Indonesia ternyata masih cukup tinggi, dibanding negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam, Thailand dan Filipina. Diperkirakan tak kurang dari 9.500 ibu meninggal saat melahirkan serta 157.000 bayi dan 200.000 anak balita meninggal setiap tahunnya.

Tingginya angka kematian ibu dan anak ini, tentu menjadi perhatian serius Pemerintah, tidak hanya pusat namun juga Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, tak terkecuali Jawa Tengah.

Berbagai upaya dilakukan stakeholder, salah satunya Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Ambarawa, yang berupaya membantu Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di wilayah kerjanya, untuk menurunkan Angka Kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan angka kematian balita (AKBA) lewat berbagai program yang langsung ke tengah masyarakat.

Seperti yang dilakukan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) wilayah Ambarawa, yang pada 2 Mei 2019, menerjunkan tim, dalam kegiatan workshop dalam rangka upaya penurunan angka kematian ibu. Workshop yang di di gelar di gedung pertemuan RM Wana Boga Kabupaten Wonosobo itu di ikuti 40 orang petugas/pengelola program KIA Puskesmas. Workshop menghadirkan narasumber praktisi program KIA Balkesmas Wil. Ambarawa dan dokter spesialis obsgin RSUD Wonosobo.

Workshop yang merupakan kerjasama Balkesmas wilayah Ambarawa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo ini, menurut Kepala Balkesmas wilayah Ambarawa, dokter Sigit Armunanto, sebagai upaya pihaknya meningkatkan kompetensi petugas. dalam pengelolaan program dan penatalaksanaan terkait kesehatan ibu. Sehingga di harapkan, dengan meningkatnya kompetensi petugas, dapat membantu menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Apalagi, dari data Dinas Kesehatan Wonosobo pada 2018, angka kematian ibu mencapai 10 kasus, sementara kematian bayi mencapai 130 kasus. Masih tingginya kasus kematian pada ibu dan bayi di wilayah Wonosobo ini, tentu harus menjadi perhatian serius, tidak hanya Pemerintah Kabupaten Wonoboso, dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat, namun juga seluruh pemangkua kebijakan, termasuk Balai Kesehatan Masyarakat wilayah Ambarawa, yang notabene Wonosobo merupakan wilayah kerjanya, sehingga menjadi tanggung jawab Balkesmas wilayah Ambarawa, untuk membantu Pemerintah Kabupaten Wonosobo. (sls/web/ap)