33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Aneka Hoax Pengerahan Massa Terkait People Power

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

JawaPos.com – Isu tentang rencana people power menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 mulai dibumbui kabar hoax. Sejumlah pesan menyebutkan bahwa beberapa kelompok massa telah berangkat ke Jakarta menuju kantor KPU. Ada yang hendak melindungi KPU dari ancaman people power, ada juga yang hendak menolak hasil penghitungan suara pilpres dengan alasan banyak terjadi kecurangan.

Jawa Pos menemukan tiga pesan berbeda tentang rencana people power yang disertai foto kerumunan orang. Salah satunya di-posting akun Facebook Ahmad Sudrajat (fb.com/ahmad.sudrajat.33046). Dia menyebutkan bahwa masyarakat dari suku Dayak telah bersiap ke Jakarta untuk melindungi KPU.

Sore Tadi Para Dayak Berbondong2 Ke Jakarta. Demi KPU Mereka Berbondong2 Untuk Ikut Menjaga KPU Dan Siap Melawan People Power. Puluhan Ribu Suku Dayak Mereka Antusias Berbondong2 Untuk Melawan FPI Yang Akan Bikin Rusuh NKRI Tercinta,” tulisnya. Sudrajat juga mengunggah beberapa foto laki-laki memakai atribut serbamerah.

Foto itu merupakan screenshot dari sebuah video. Hasil penelusuran Jawa Pos, tangkapan layar tersebut berasal dari video yang pernah diunggah channel YouTube GMC Bertus pada 20 Mei 2017. Sudrajat men-capture adegan pada menit 1:17, kemudian menyebarkannya sebagai aktivitas warga Dayak yang berangkat ke Jakarta.

Faktanya, video itu diambil dari acara Gawai Dayak ke-32 pada Mei 2017. Tidak ada kaitannya dengan isu people power 22 Mei mendatang. Sebagaimana diberitakan Pontianakpost.co.id (Jawa Pos Group), Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Ke-32 Kartius mengatakan bahwa Gawai Dayak 2017 sangat spektakuler. Acara itu bahkan dikunjungi tamu dari Malaysia, Taiwan, Australia, hingga Polandia.

“Bahkan ada dari suku Indian di Amerika yang tadi nyanyi mengisi acara ini. Tahun ini luar biasa, bahkan tiga hotel di Pontianak ini penuh,” katanya. Anda dapat mengakses berita itu di bit.ly/GawaiDayak32.

Pesan lainnya tentang people power menggunakan foto masyarakat suku Baduy Luar. Pesan itu diunggah akun Facebook Ratu Balqis (fb.com/airtahu0008). Dia membagikan ulang unggahan milik Waras Pamungkas (fb.com/profile.php?id=10000­9877627375).

hoax people power-2
Hoax people power. Gambar ini bukan terkait people power tapi berkumpulnya Suku Baduy itu dalam acara adat Seba 2019


SUKU BADUY LUAR BANTEN DENGAN SEGALA ILMU KANURAGANNYA SIAP BERGERAK KE JAKARTA BELA KEBENARAN DAN HANCURKAN KECURANGAN REZIM,” tulis Waras pada 18 Mei 2019.

Faktanya, foto itu sama sekali tidak berkaitan dengan rencana people power 22 Mei mendatang. Warga suku Baduy tersebut berkumpul dalam acara Adat Seba 2019. Radarbanten.co.id (Jawa Pos Group) memberitakan peristiwa itu pada 6 Mei 2019 dengan judul, Baduy Minta Dibuatkan Perda tentang Desa Kanekes sebagai Desa Adat.

Acara itu diselenggarakan di Museum Negeri Banten, Kota Serang. Saat itu, masyarakat Baduy meminta Gubernur Wahidin Halim membuat perda tentang desa adat. “Kami harap ada payung hukum terkait desa adat. Kami mohon Desa Kanekes diperdakan,” ujar Saidi Putra, jaro tanggungan, di hadapan gubernur. Anda dapat mengakses beritanya di bit.ly/AdatSebaBaduy.

Ada juga hoax tentang people power yang menggunakan video warga Tasikmalaya yang bergerak menuju Jakarta dengan berjalan kaki. Video itu di-posting akun Facebook Irman (fb.com/profile.php?id=100013888310212). “GERAKAN DAULAT RAKYAT JALAN KAKI KE JAKARTA DEMO 22 MEI KPU,” tulisnya pada 19 Mei 2019.

hoax people power-3
Hoax people power. Gambar ini bukan terkait people power tapi gambar lawas terkait aksi jalan kaki menuju Jakarta untuk mengikuti kegiatan 212

Padahal, video dengan durasi sekitar satu menit itu bukan barang baru dan tidak ada kaitannya dengan rencana aksi 22 Mei 2019. Video tersebut pernah diunggah channel YouTube Markas Alumni 212 pada 28 November 2018. Channel itu menyebut bahwa jalan kaki warga dilakukan dalam rangka Reuni 212. Mereka berjalan dari Tasikmalaya menuju Jakarta. Anda dapat melihat video itu di bit.ly/PesertaReuniTasik.

FAKTA GAMBAR 1:
Foto tentang warga Dayak yang disebut bergerak ke Jakarta untuk melindungi KPU adalah hoax. Foto itu di-capture dari video acara Gawai Dayak ke-32 pada Mei 2017.

FAKTA GAMBAR 2:
Foto masyarakat adat suku Baduy yang bersiap ke Jakarta untuk memprotes kecurangan pemilu juga hoax. Foto itu diambil saat acara Adat Seba Baduy 2019 di Museum Negeri Banten, Kota Serang.

FAKTA GAMBAR 3:
Video masyarakat Tasikmalaya yang berjalan kaki menuju Jakarta merupakan rekaman peristiwa jelang Reuni 212 pada November 2018.

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Manfaat Senyum kepada Siswa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - BANYAK faktor yang membuat guru sulit untuk tersenyum. Namun banyaknya faktor tersebut, setelah dikumpulkan menjadi satu kata, yakni permasalahan. Padahal untuk tersenyum...

Disporapar Optimalkan 400 Desa Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng terus mengembangkan potensi desa wisata di berbagai wilayah Jateng, dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Saat ini, setidaknya tercatat 400 desa yang...

Tegaskan Tidar sebagai Pakuning Tanah Jawa

Untuk menyambut wisatawan yang datang ke kompleks wisata Gunung Tidar, Pemkot Magelang membangun tugu ikonik. Yaitu: Tugu Paku Gong Raksasa. Seperti apa? AGUS HADIANTO, Magelang LETAK...

KUD Usaha Mina Gugat Dinas Kelautan dan Perikanan

"Pelelangan Ikan yang dilakukan oleh penggugat dihentikan kemudian di ambil alih oleh tergugat." Andi Dwi Oktavian, Kuasa Hukum Soenarno SEMARANG-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang...

Audisi Semarang Night Carnival

PESERTA audisi Semarang Night Carnival (SNC) 2017 menjalani seleksi Fashion Runway, Fashion Dance dan Koreoformasi di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (28/4). Ratusan peserta...

Peradi Bantu Warga Miskin di Demak

DEMAK- Para advokat Semarang yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  versi Jenifer Girsang pimpinan Theodorus Yosep Parera, kemarin, memberikan bantuan kepada dua warga...