Anggriyanto Faisal, Pemain PSS U-16, Korban Kerusuhan di Stadion Maguwoharjo

  • Bagikan

Berbakat, tapi karir Anggriyanto Faisal bisa terancam akibat luka di mata kanannya. Saat kejadian sudah berusaha selamatkan diri, namun tetap terkena lemparan pecahan ubin.

HERY KURNIAWAN- FARID S. MAULANA, Sleman

BUTUH waktu beberapa saat bagi Anggriyanto Faisal untuk membalas sapaan itu. ”Masih pusing dan nyeri,” katanya dengan suara belum lancar, seraya menunjuk mata bagian kanan.

Kemarin, saat Jawa Pos Radar Jogja menjenguk ke RSUP dr Sardjito, Sleman, Jogjakarta, mata bagian kanan pemain PSS Sleman U-16 tersebut baru saja dioperasi. Operasi itu harus dijalani setelah remaja 15 tahun tersebut jadi korban salah lempar ubin saat menyaksikan laga PSS vs Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Duel pada Rabu malam lalu (15/5) itu sekaligus membuka Liga 1 musim ini.

Ada puluhan orang yang jadi korban luka akibat kerusuhan dalam pertandingan yang dimenangi PSS 3-1 itu. Ada yang sesak napas karena gas air mata dari kepolisian. Ada pula yang mengalami luka ringan hingga parah karena lemparan benda-benda keras seperti batu, kaca, serta pecahan ubin stadion.

Khaerul, pemain PSS U-16 lainnya yang berada di dekat Anggriyanto saat kejadian, menuturkan, dirinya dan rekannya itu sebenarnya sudah berusaha melarikan diri begitu terjadi insiden lempar-lemparan benda keras. Nahas, ada ubin yang meluncur deras yang tidak bisa dihindari pemain berposisi gelandang tersebut.

Seketika, dia memegangi mata sebelah kanan yang terkena lemparan. ”Lantas, beberapa orang mencoba membantu dan mengamankan,” tutur Khaerul kepada Jawa Pos Radar Jogja.

Terkait dengan kondisi mata kanan Anggriyanto, pihak RSUP Sardjito menyatakan baru melakukan tindakan awal. Belum bisa melakukan tindakan lebih lanjut lebih dahulu. Sebab, butuh izin langsung dari orang tua Anggriyanto yang dijadwalkan tiba di Sleman tadi malam.

Kepala Bagian Humas RSUP Sardjito Banu Hermawan menuturkan, jika melihat observasi awal, luka yang dialami Anggriyanto butuh waktu lama untuk sembuh. ”Harus dirawat intensif terlebih dahulu,” katanya.

  • Bagikan