Ketika Rumah Menteri Basuki Hadimuljono Kena Gusur Proyek Tol Becakayu

  • Bagikan

Kediaman pribadi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bekasi masuk jalur pembangunan tol Becakayu. Saat kali pertama diberi tahu soal itu, dia menjawab santai, “Ya terusin.”

AGAS P. HARTANTO, BekasiSHABRINA PARAMACITRA, Jakarta

LETAK perumahan itu terbilang strategis. Dekat dengan sebuah rumah sakit, punya akses mudah ke tol Jakarta-Cikampek, dan hanya butuh 13 menit menuju Stasiun Bekasi, Jawa Barat.

Lingkungan perumahan yang dihuni 78 kepala keluarga itu juga tampak asri. Di sepanjang sisi kanan kiri jalan kompleks berdiri pepohonan yang cukup rindang. Cukup membuat teduh siapa pun yang melintas.

Di kompleks itulah rumah pribadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada. Dan, kompleks tersebut masuk jalur pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Artinya, harus siap digusur. Padahal, Basuki bisa dibilang adalah ujung tombak pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam bidang infrastruktur.

“Kami nggak menolak proyek tol, tapi kalau bisa dibelokkan. Harga tanah berapa sih? Yang mahal itu kedamaian kami di sini, kenyamanan kami,” ucap Helmi Amar, ketua RT 4, RW 12, Kompleks Pengairan, Rawa Semut, di rumahnya kemarin.

Apalagi, mayoritas penghuninya adalah pensiunan pegawai PUPR yang sudah sejak 1990 menempati perumahan itu. Bahkan, mayoritas rumah di sana sudah berstatus hak milik. Bagi warga kompleks, sulit memang rasanya meninggalkan begitu saja rumah yang sudah mereka huni selama 29 tahun tersebut.

Termasuk Menteri Basuki. Rumahnya berada di blok A. Menghadap tanggul Sungai Kalimalang yang berada di sisi utara. Helmi menjelaskan, sampai saat ini belum ada kabar pasti mengenai adanya penggusuran. Memang, beberapa bulan lalu salah seorang warganya melapor ada petugas yang melakukan pengukuran di sekitar kompleks.

“Apa itu, Pak? Kok ada yang ngukur-ngukur? Ya saya jawab, ya tidak apa-apa ngukur saja,” candanya.

Malah, pria 71 tahun itu mengetahui isu penggusuran tersebut dari media sosial. Termasuk cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

  • Bagikan