33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

MUI dan Tokoh Agama di Demak Tolak Aksi ‘People Power’

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK– Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah tokoh pemuka agama di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menilai ajakan aksi “people power” meresahkan masyarakat.

Ajakan aksi tersebut banyak diserukan dan tersebar melalui sejumlah media sosial, menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU RI pada 22 Mei mendatang.

Sejumlah tokoh agama serta pemuka agama di Demak secara tegas, menolak aksi people power. Menurut ulama, aksi tersebut merupakan tindakan kurang tepat, dan menyerahkan semua hasil tahapan pemilu kepada yang berwenang yakni KPU.

Para tokoh agama mengajak seluruh masyarakat Demak untuk saling menjaga ketertiban dan kenyamanan, terlebih pada bulan suci Ramadhan ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak, KH Muhammad Asyiq menghimbau Kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Kabupaten Demak untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi adanya ajakan gerakan people power.

“Negara kita adalah negara hukum maka seluruh kebijakan harus berdasarkan hukum dan konstitusi yang berlaku. Mari kita percayakan hasil pemilu 2019 kepada petugas penyelenggara pemilu atau KPU. Bila tidak puas, silahkan menyelesaikan permasalahan sesuai aturan yang berlaku,” tutur Asyiq, Selasa (14/5).

Imbauan senada juga datang dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Demak, KH. Abdullah Syifa. Menurutnya, people power ini berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

Abdullah Syifa mengajak para ulama maupun tokoh agama di tanah air untuk tidak terpancing terhadap ajakan yang bisa mengancam keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila ini.

“Mari kita jaga kerukunan demi keutuhan NKRI dan yang berlandaskan Pancasila,” ujarnya.

Ketua pengurus daerah Muhamadiyah Kabupaten Demak, Drs. Suali menuturkan, pimpinan pusat Muhamadiyah tidak ada himbauan atau anjuran serta tidak memobilisasi massa terkait adanya people power.

“Jika ada orang Muhamadiyah yang mengikuti aksi people power maka bukan kehendak dari pengurus. Mari di bulan Ramadhan ini fokus kepada ibadah,” terang Suali, saat di temui di kantor Departemen Agama Demak.

Sementara itu, Pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKMI) Demak, Nathanael juga memberi pernyataan penolakan adanya gerakan people power.

Pendeta Nathanael menjelaskan, gerakan tersebut bisa memecah kesatuan antar umat beragama.

“Pemilu adalah suatu sarana bukan merupakan tujuan dan bukti adanya negara demokrasi. Maka apapun hasil pilihan rakyat adalah kehendak Tuhan. Marilah kita tetap menghadap kasih Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya. (hib/ap)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jangan Pelit Apresiasi Walau Sekadar Memuji

RADARSEMARANG.COM - JARUM jam di handphone saya menunjuk pukul tujuh belas kurang empat menit. Sebagian besar karyawan Polda Jateng telah pulang. Namun, Kapolda Irjen...

Galang Kekuatan Sampai Awasi TPS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan Cagub-Cawagub Sudirman Said-Ida Fauziyah terus melakukan gerilya untuk pemenangan dalam Pilgub Jateng. Pengurus Daerah Satuan Relawan Indonesia Raya (PD Satria)...

Imbau Masyarakat Jangan Bakar Sampah

KENDAL—Masyarakat diminta agar mewaspadai bahaya kebakaran. Terutama di musim kemarau sekarang ini, agar tidak sembarangan membakar sampah. Pasalnya, kondisi kering ditambah angin kencang mengakibatkan...

Penghuni Bantaran Ogah Pindah ke Rusunawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah warga penghuni rumah liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) menyatakan ogah pindah ke tempat relokasi di rumah susun...

Puasa, Wisata Pantura Tetap Buka

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Kekhawatiran penikmat hiburan malam dan relaksasi yang tidak bisa menyalurkan hobi selama bulan puasa, tidak terbukti. Karena hiburan di Kabupaten Batang, masih...

Gandeng BPK Lakukan Audit

SEMARANG - Kasus skandal dugaan pencurian, penggelapan hingga korupsi Bus Rapid Transid (BRT) di Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang terus dilakukan penelusuran oleh...