Tim medis Balkesmas Ambarawa tengah memberikan penyuluhan dan konseling kepada para santri. (Balkesmas Ambarawa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Ambarawa, tak henti-hentinya mensosialisasikan pola hidup sehat dan lingkungan sehat kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah kerja Balkesmas Ambarawa, yang meliputi kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kendal, Batang, Temanggung, Wonosobo dan Banjarnegara. Kalio ini sasaran sosialisasi tim kesehatan Balkesmas Ambarawa adalah Pondok Pesantren Nurul Asna, Kota Salatiga.

Pondok pesantren dipilih sebagai tempat sosialisasi karena pesantren, dengan jumlah santrinya yang cukup banyak dan tinggal dalam satu lingkungan bersama, juga rentan dengan penyakit jika tidak dijaga lingkungannya. Selain itu Pondok Pesantren juga dapat menjadi salah satu tempat upaya dalam mengkampanyekan kepada masyarakat pesantren agar hidup sehat, harapannya, masyarakat pesantren mampu mandiri dan berperan aktif dalam mencegah penyakit, memelihara lingkungan sehat, mewujudkan kebijakan berwawasan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.

Kepala Balkesmas Ambarawa, dokter Sigit Armunanto mengungkapkan,kegiatan yang dilakukan timnya pada 22 april itu adalah deteksi dini kesehatan, terhadap 60 santri pondok pesantren. Deteksi dini ini untuk mengetahui kondisi kesehatan, khususnya penyakit menular dan penyakit tidak menular yg berbahaya sekaligus mencegah kondisi penyakit menjadi lebih parah para santri dan penghuni pondok pesantren.

Dalam kegiatan yang di ikuti dengan penuh antusias para santri itu, tim medis Balkesmas Ambarawa memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, untuk menunjang proses belajar mengajar dilingkungan Ponpes Nurul Asna. Para santri juga diajarkan upaya melakukan pencegahan penyakit yang biasa diderita warga pondok pesantren seperti penyakit kulit, diare, demam berdarah dengue (DBD), Batuk Pilek, dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kurang sehat dan kurang terjaga kebersihannya.

Usai penyuluhan, tim medis Balkesmas Ambarawa kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan para santri. Satu persatu santri menjalani pemeriksaan kesehatan fisiknya, dan di cek melalui laboratorium sederhana tim Balkesmas Ambarawa. Tidak hanya di cek kesehatannya, para santri juga diberi kesempatan untuk melakukan konseling tentang berbagai macam gangguan kesehatan yang di deritanya. Dengan penuh ketelatenan, Tim medis Balkesmas Ambarawa menjawab semua pertanyaan yang disampaikan santri.

Di akhir kegiatan, tim Balkesmas Ambarawa berharap, para santri Ponpes Nurul Asna sebagai warga yang terdidik dapat menjadi pelopor kesehatan di lingkungannya, santri di harapkan dapat aktif dalam menyampaikan masalah kesehatan di masyarakat, sekaligus ikut membantu serta mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungannya agar senantiasa bersih dan berperilaku hidup sehat. Harapan tersebutpun dui amini para santri dan pengasuhnya, karena mereka menyadari proses belajar mengajar tidak akan tercipta dengan lancar, tanpa di tunjang kesehatan fisik dan lingkungan yang bersih. (sls/web/ap)