33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Ta’jil Bukan Kurma, Gorengan atau Biji Salak

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Pertanyaan‭:

Assalamu’alaikum Warahmadtullahi Wabarakatuhu‭, ‬Bapak Dr‭. ‬KH‭. ‬Ahmad Izzuddin‭, ‬M.Ag yang dimuliakan oleh Allah SWT‭, ‬saya ingin bertanya mengenai ta›jil‭. ‬Pada suatu saat‭, ‬saya ingin membeli makanan untuk berbuka puasa‭. ‬Lalu saya melihat terdapat tulisan‭ ‬‮«‬‭ ‬Sedia ta›jil beraneka rupa‮»‬‭ ‬dan terkadang ada yang berkata bahwa kurma itu adalah ta›jil‭. ‬Saya masih bingung dan mohon penjelasannya‭. ‬Terimakasih sebelumnya‭.‬

M‭. ‬Khoirul Akhyar di Telogosari 08987179XXX

Jawaban:

Wassalamu;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bapak Akhyar yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah‭, ‬seperti yang kita ketahui istilah ta;jil di Indonesia sudah dimaknai makanan yang khusus untuk berbuka puasa‭. ‬Bahkan banyak orang yang menyebut kurma‭, ‬gorengan dan sebagainya dengan sebutan ta›jil‭. ‬Dan hal ini sebenarnya sudah salah kaprah‭. ‬Ta›jil berasal dari bahasa Arab yang artinya mempercepat atau mendahulukan‭. ‬Maksudnya adalah mempercepat atau mendahulukan berbuka‭ ‬puasa dari sholat magrib‭.‬

Seharusnya‭, ‬kita mendahulukan sholat magrib‭. ‬Namun‭, ‬karena bulan puasa kita dianjurkan berbuka puasa terlebih dahulu barulah kita sholat magrib‭. ‬Sehinggaa makna ta›jil itu memprioritaskan berbuka daripada sholat‭. ‬Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda‭ ‬‮«‬Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka‭.‬‮»‬‭ (‬HR.Bukhori dan Muslim‭)‬

Pada dasarnya‭, ‬kita sudah salah kaprah mengartikan ta›jil itu‭. ‬Dan hal ini hanya terjadi di negara kita‭. ‬Namun‭, ‬untuk mengubah persepsi masyarakat kita sangatlah susah‭. ‬Karena hal ini sudah melekat pada masyarakat kita dari dulu‭. ‬Sebaiknya jika kita sudah mengerti akan hal ini‭, ‬kalau ada kesalahpahaman kita dapat meluruskannya‭. ‬Sekian jawaban dari saya‭, ‬semoga bermanfaat‭. (*/‬zal‭)‬‮ ‬

Berita sebelumyaTewas karena Konflik Dua Desa
Berita berikutnyaKeutamaan Bersahur

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kedatangan Laksamana Cheng Ho Lebih Meriah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Puluhan pengurus Kelenteng Besar Tay Kak Sie membersihkan altar milik kongco Sam Poo Tay Djien. Mereka mempersiapkan hajatan besar tahunan yaitu kirab budaya...

Pernah Dipakai Berendam Soeharto

Di tengah ramainya kota metropolitan Semarang ada simpul-simpul alami berupa mata air atau sendang. Namun keberadaan sendang-sendang tersebut kian terhimpit bangunan modern dan permukiman. RADARSEMARANG.COM...

Janji Genjot Potensi Seni Budaya

SEMARANG - Sekda Jateng, Sri Puryono resmi didapuk menjadi Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jateng. Pengukuhan ini dilakukan ketua KSBN Pusat, Mayjen (Purn)...

Ida Janji Perhatikan UMKM

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah diminta untuk membantu permodalan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM)....

UU Kebudayaan Perkuat Identitas Bangsa

MUNGKID — Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding menyatakan perkembangan era teknologi dan informasi yang begitu pesat, bisa mengancam nilai-nilai kebudayaan bangsa. Sebagai salah...

Berdalih Terkendala Akses, Progres Baru 7 Persen

SEMARANG - Sejumlah proyek pembangunan yang berjalan lambat saat ini dalam sorotan. Salah satunya adalah proyek pembangunan Pasar Waru, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota...