33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Anak Buah Menteri Susi Bukan Dikejar, Justru Tangkap Kapal Malaysia

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir media sosial dibanjiri video amatir yang memperlihatkan kapal Indonesia dikejar kapal Malaysia. Tampak dalam video itu, lambung speedboat bertulisan Maritim Malaysia berada di samping kapal milik Indonesia. Katanya, kapal patroli Indonesia tidak berdaya dikejar tentara Malaysia.

Seorang netizen yang menyebarkan kabar itu adalah pemilik akun Andri Pam Pam (fb.com/chernobyl.theviking). Video yang di-posting Andri penuh dengan watermark. Bunyinya, “Kapal patroli Indonesia dikejar oleh coasguard Malaysia di perairan Indonesia.”

Video itu juga dilengkapi narasi yang dikait-kaitkan dengan debat pilpres 13 April lalu. “Saat debat cawapres PAK PRABOWO mengatakan negara kita lemah. Dan sekarang terbukti. Kapal patroli Indonesia tak berdaya di kejar tentara Malaysia di area perairan Indonesia,” tulisnya pada 11 April 2019.

Saat debat cawapres PAK PRABOWO mengatakan negara kita lemah. Dan sekarang terbukti Kapal patroli Indonesia tak berdaya di kejar tentara malaysia di area perairan Indonesia

Posted by Andri Pam Pam on Wednesday, 10 April 2019

Video dengan durasi satu menit itu juga memperlihatkan cuplikan debat calon presiden antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Juga, menggabungkan beberapa video tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Narasi yang ditulis Andri jelas ngawur. Berita tentang dua kapal yang bersitegang itu sudah diberitakan banyak media mainstream. Misalnya, jawapos.com yang memberitakan peristiwa itu pada 10 April 2019. Judulnya, Anak Buah Menteri Susi Bersitegang dengan Aparat Malaysia di Selat Malaka.

Dalam berita itu disebutkan, pada 3 April 2019 radar KP Hiu 08 mendeteksi dua kapal ikan asing memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka. Satu jam kemudian, terlihat dua kapal tersebut berbendera Malaysia. Yakni, KM PKFB 1852 dan KM KHF 1256. Saat itu pula dilakukan pengejaran.

Hasil pemeriksaan, KKP mendapati alat tangkap trawl di dua kapal tersebut. Saat tim KKP membawa dua kapal asing itu, tiba-tiba muncul kapal Maritim Malaysia Penggalang 13 bersama tiga helikopter yang mengudara di atasnya. Awak kapal negeri jiran itu meminta KP Hiu 08 melepaskan dua kapal asing yang dicokok tadi.

“Permintaan tersebut ditolak awak KP Hiu 08. Awak kapal Penggalang 13 mencoba nego dengan meminta kembali satu kapal saja yang dilepas,” terang Plt Direktur Jenderal PSDKP KKP Agus Suherman.

Selanjutnya, KP Hiu Macan Tutul 02 mengalami hal serupa enam hari kemudian. Mereka kembali menghentikan dua kapal asing. Satu berbendera Malaysia dan satunya tidak. Saat hendak dibawa ke Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), helikopter Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) juga meminta hal serupa. Namun, permintaan itu ditolak. Anda dapat mengakses berita itu di bit.ly/TangkapPencuriIkan.

FAKTA

Kabar kapal patroli (KP) Indonesia yang dikejar tentara Malaysia adalah hoax. Justru, KP Indonesia telah menangkap kapal pencuri ikan dan menolak untuk melepasnya.

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...