RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Guna menekan jumlah penderita TBC di wilayah kerjanya, Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Ambarawa, secara terus menerus dan masif, melakukan berbagai upaya penindakan, baik penindakan pengobatan untuk warga yang menderita TBC maupun upaya pencegahan, melalui sosialisasi hidup sehat ke tengah masyarakat, sosialisasi tentang penyakit TBC itu sendiri hinggga peningkatan kualitas layanan oleh petugas medis, yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, yang menderita penyakit TBC.

Salah satu upaya itu adalah dengan menggelar workshop penanggulangan TB, untuk petugas analis di wilayah Wonosobo, yang merupakan satu dari beberapa daerah, yang menjadi area wilayah Balkesmas Ambarawa. Dengan menggandeng Dinas Kesehatan Wonosobo, tim dokter Balkesmas Ambarawa, memberikan materi kepada petugas analis se Wonosobo, upaya deteksi pasien dan langkah-langkah mengobatinya sampai sembuh sehingga rantai penularan di masyarakat bisa dihentikan.

Dalam workshop tersebut, Dokter Hayu Ratna Arya T, Sp.P dan tim dokter Balkesmas Ambarawa mengungkapkan, di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2018 lalu, telah dilakukan Rujukan Uji Silang (RUS). Hasilnya, masih perlu di adakannya perbaikan dalam pembacaan slide mikroskopis dahak. Oleh karena itu, Tim Balkesmas Ambarawa menilai perlu dilakukan peningkatan kapasitas petugas laboratorium, yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak, untuk mendeteksi dan menemukan penyakit TBC pada diri pasien.

Sementara itu dari catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, jumlah penderiotya TBC di wilayah Wonosobo hingga awal tahun 2019 ini mencapai 1600 orang. Yang mengkhawatirkan, masih banyak warga yang di duga menderita TB belum ditemukan. Olah karena itu, kegiatan workshop bersama Balkesmas Ambarawa ini merupakan upaya pihaknya untuk lebih mengoptimalkan jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, untuk menemukan warga penderita TBC, guna mewujudkan target Wonosobo bebas TB sebelum Tahun 2030. (sls/web/ap)