Narasumber memberikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan penanggulangan TB pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Narasumber memberikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan penanggulangan TB pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Prestasi membanggakan di raih Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Ambarawa, yang berhasil mengantarkan Istiana Nur Aini, AMK, salah satu tenaga medisnya meraih juara 1 pelatihan penanggulangan Tuberculosis (TBC) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang diselenggarakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pelatihan yang digelar dari 11 maret hingga 14 maret 2019 itu, Istiana Nur Aini berhasil nilai tertinggi dibanding peserta lainnya, yang datang dari Balkesmas dan instansi kesehatan se Jawa Tengah.

Menurut Dokter Fauzi dari Balkesmas Ambarawa, kegiatan pelatihan ini merupakan upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pelayanan kesehatan dan penanggulangan penyakit TBC, sehingga mereka mampu melakukan manajemen penanggulangan TB di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sementara pembelajaran khusus yang diberikan kepada peserta pelatihan, menurut Dokter Fauzi, peserta dilatih untuk mampu menjelaskan pemetaan wilayah, perencanaan program penanggulangan TB, penggerakan program penanggulangan TB, monitoring program, perhitungan program dan indikator penanggulangan TB, pemantapan mutu laboratorium TB, evaluasi dan melakukan PPI.

Sementara itu, Istiana Nur Aini, yang tidak bisa menutupi rasa bahagianya setelah dinobatkan meraih juara 1 dalam pelatihan penanggulangan tuberculosis mengatakan, prestasi yang diraihnya ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya, untuk lebih keras mengoptimalkan kemampuan yang diperolehnya dari pelatihan tersebut untuk diaplikasikan di lapangan. Menekan jumlah penderita TBC dan mencegah warga lainnya aga tidak terjangkit penyakit di wilayah kerja Balkesmas Ambarawa itu, merupakan tantangan yang harus dijawab.

Balkesmas Ambarawa sendiri, ungkap Istiana Nur Aini, selama ini sangat aktif melakukan Kegiatan pendampingan pasien resiko tinggi di Balkesmas Ambarawa, yang memiliki wilayah kerja meliputi kabupaten Semarang, kota Salatiga, Kendal, Batang, Temanggung, Wonosobo dan Banjarnegara ini, bahkan kegiatan pendampingan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 dengan sasaran awal pasien TB baru. Pada tahun 2017, pendampingan dilakukan juga kepada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan asma, yang melakukan pemeriksaan di Balkesmas Ambarawa.

Tidak hanya pasien yang datang ke Balkesmas Ambarawa, namun kegiatan pendampingan berupa penyuluhan dan motivasi langsung ke masyarakat dan mengunjungi tempat tinggal pasien. Hal ini bertujuan meningkatkan angka kesembuhan TB, serta meningkatkan kualitas hidup pasien asma dan PPOK, sehingga penderita bisa segera sembuh, melanjutkan aktivitasnya sekaligus membantu keluarga dan lingkungannya, karena penderita telah mengalami kesembuhan. Dengan prestasi yang diraihnya ini, tambah Istiana Nur Aini, dia berharap dapat membantu menurunkan jumlah penderita TBC di wilayah kerja Balkesmas Ambarawa. (sls/web/ap)