Petugas medis Balkesmas Ambarawa, melakukan kunjungan ke rumah warga penderita TB, sebagai bagian pendampingan kesembuhan pasien.
Petugas medis Balkesmas Ambarawa, melakukan kunjungan ke rumah warga penderita TB, sebagai bagian pendampingan kesembuhan pasien.

RADARSEMARANG.COM, Semarang- Tuberculosis atau TB masih menjadi penyakit mematikan bagi warga Indonesia, terbukti dari data yang dirilis WHO Global Tuberculosis Report 2016, Indonesia menempati posisi kedua dengan beban TBC tertinggi di dunia. Tren insiden kasus TB di Indonesia tidak pernah menurun, masih banyak kasus yang belum terjangkau dan terdeteksi, kalaupun terdeteksi dan telah diobati tetapi belum dilaporkan. Bahkan di tingkat dunia, penyakit TB ini menjadi penyebab kematian ke dua di dunia. Sementara, angka TB di Indonesia berdasarkan mikroskopik sebanyak 759 per 100 ribu penduduk untuk usia 15 tahun ke atas dengan jumlah laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, dan jumlah di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan.

Karena itu perhatian penuh diberikan oleh jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, khususnya Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Ambarawa, atas kondisi ini. Sebagai salah satu UPT di bawah Dinas Kesehatan Prov Jateng, tugas Balkesmas Ambarawa turut mengatasi persebaran penyakit TB, menekan jumlah penderita, menyembuhkan sekaligus mensosialisasikan penyakit TB ini ke masyarakat, serta peningkatan deteksi dengan pendekatan keluarga.

Kegiatan pendampingan pasien resiko tinggi di Balkesmas Ambarawa, yang memiliki wilayah kerja meliputi kabupaten Semarang, kota Salatiga, Kendal, Batang, Temanggung, Wonosobo dan Banjarnegara ini, sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 dengan sasaran awal pasien TB baru. Pada tahun 2017, pendampingan dilakukan juga kepada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan asma, yang melakukan pemeriksaan di Balkesmas Ambarawa.

Kegiatan pendampingan berupa penyuluhan dan motivasi kepada pasien ini bertujuan meningkatkan angka kesembuhan TB, serta meningkatkan kualitas hidup pasien asma dan PPOK, sehingga penderita bisa segera sembuh, melanjutkan aktivitasnya sekaligus membantu keluarga dan lingkungannya, karena penderita telah mengalami kesembuhan.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan Tim medis Balkesmas Ambarawa ini, dilakukan tidak hanya saat pasien berkunjung ke Balkesmas Ambarawa, yang berlokasi di Jalan Dr Cipto, kota Ambarawa saja, namun juga mengunjungi rumah penderita dan sosialisasi ke tengah masyarakat. Pada tahun 2018 lalu, jumlah pasien yang didampingi oleh tim medis Balkesmas Ambarawa berjumlah 269 orang dengan kunjungan bervariasi, antara 6 hingga 8 kali kunjungan untuk pasien. Kegiatan pendampingan ini akan terus dilanjutkan tahun 2019 ini, sebagai salah satu upaya Balkesmas Ambarawa, untuk turut membantu pencegahan penyebaran TB dan penyembuhan penderita TB, sehingga jumlah penderita TB di wilayah kerja Balkesmas Ambarawa dapat ditekan.

Balkesmas Ambarawa juga mengucapkan Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Balkesmas Ambarawa juga mengingatkan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia, termasuk di Indonesia. (ono/web/ap)