JawaPos.com – Video bagi-bagi sembako oleh Presiden Jokowi menjadi bahan hoax. Peristiwa itu dikesankan berlangsung saat ini untuk meraup dukungan dalam pilpres. Padahal, aktivitas dalam video yang beredar tersebut dilakukan oleh Jokowi pada 2016.

“Innalillahi wainna illaihi rojiun, telah tamat demokrasi di bangsa ini dan telah dikuburkan di REZIM ini. Presiden RI JOKOWI dengan timnya mem­bagikan/menyogok masyarakat dengan sembako dan telah dipertontonkan ke publik, namun KPU, BAWASLU, dan PANWAS hanya bisa pilih diam tak berdaya,” tulis akun Twitter Junaedi Kei (@kei_junaedi) pada 4 Maret 2019.

Peristiwa itu ternyata pernah diinformasikan akun Twitter resmi milik Sekretariat Negara (@KemensetnegRI). Akun itu mengunggah dua foto lokasi pembagian sembako yang mirip dengan lokasi di video yang beredar. “Presiden Jokowi membagikan sembako di Pulo Geulis dan Kampung Keramat, Bogor Tengah (28/6),” tulis akun tersebut pada 29 Juni 2016.

Informasi yang sama ditemukan di website resmi menpan.go.id pada 29 Juni 2016. Judulnya Datangi Pulo Geulis, Jokowi Bagikan Ribuan Paket Sembako. Wali Kota Bogor Bima Arya turut mendampingi presiden saat membagikan paket sembako. Paket itu merupakan pemberian langsung dari presiden pada Ramadan 1437 Hijriah. Selengkapnya, Anda dapat mengakses berita itu di link bit.ly/BagiSembako.

Portal berita bogor.pojoksatu.id juga memberitakan peristiwa yang sama. Judulnya Video Blusukan Presiden Jokowi Dikepung Nenek-Nenek. Berita itu terbit pada 28 Juni 2016. Selain ke Kampung Pulo Geulis, Jokowi juga berkunjung ke Kampung Keramat, Panaragan, Bogor.

Dalam kegiatan itu, warga juga mendapat santunan satu paket sembako yang dibagikan langsung oleh presiden. Selengkapnya, Anda dapat mengakses berita itu di link bit.ly/BlusukanJokowi. 

FAKTA

Kegiatan bagi-bagi sembako dalam video yang disebar akun Twitter Junaedi Kei (@kei_junaedi) dilakukan oleh Presiden Jokowi pada Ramadan 2016.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (zam/c11/fat)