33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Daniel di Balik Byton

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Elon Musk sampai ditawari KTP green card Tiongkok. Setelah serius ingin bangun mega-pabrik mobil listrik. Di luar kota Shanghai itu.
Yang menawari tidak kepalang  tanggung: perdana menteri Tiongkok sendiri. Li Kejiang. Yakni saat Elon Musk bertemu Li di kantor pusat pemerintahan di Beijing. Rabu lalu.

Itulah gaya Tiongkok dalam merayu investor. Khususnya investor raksasa. Yang serius. Yang strategis.

Tanah seluas sekitar 100 ha pun diberikan. Di lokasi yang begitu mahal.

Padahal di Tiongkok sendiri industri mobil listrik lagi semarak-semaraknya. Termasuk hadirnya pemain baru. Yang juga raksasa: Byton. Masuk ke pasar sekelas Tesla Model 3. Yang bikin heboh itu. Terutama melihat siapa di balik Byton.

Tiongkok memang lagi perlu menunjukkan bukti: tidak menutup investasi asing 100 persen. Yang selalu dituduhkan Amerika.

Perusahaan asing selalu dipaksa berpartner lokal. Yang ujungnya mengecewakan mereka: pengalihan teknologi. Atau pencurian.

Melalui Tesla Tiongkok ingin menunjukkan bukti telak: Tesla Shanghai adalah 100 persen perusahaan Amerika.

Pun sebelum itu. Sebenarnya  sudah dikeluarkan juga ijin serupa. Tapi kepada Jerman. Untuk pembangunan pabrik kimia raksasa. Oleh BASF.
Lepas dari itu hadirnya Tesla Shanghai benar-benar menjadi tonggak baru. Bagi dunia mobil listrik di Tiongkok.

To be or not to be.

Yang akan bersaing habis-habiskan adalah para raksasa: BYD, Geely, Nio. Yang sudah lebih dulu eksis di pasar Tiongkok.

Bahkan seperti BYD sudah bertahun-tahun. Enam tahun  lalu pun saya sudah ke pabriknya. Di luar kota Hangzhou. Mencoba sendiri produk BYD itu.

Tapi akan hadir pula raksasa baru Tiongkok: Byton itu. Perusahaan dari Nanjing. Yang pernah jadi ibukota Tiongkok. Dengan produk sekelas Tesla Model 3. Yang layar monitornya lebih dramatik. Jauh lebih wow dari Tesla: seperti 7 iPad dijejer di daskboardnya. Ditambah satu seukuran iPad lagi. Di tengah kemudinya.

Tokoh di balik Byton ini adalah orang Jerman: DR. Daniel Kirchert. Dengan karir yang selalu melejit di BMW.

DR Kirchert sudah ‘memandang ke timur’. Sejak muda. Sejak lulus perguruan tinggi. Ia nekad sekolah bahasa asing dulu. Bahasa Mandarin. Pilihannya di 南京大学. Nanjing University. Selama dua tahun.

Pulang ke Jerman Daniel sekolah lagi. Kalau masternya di bidang matematika, ia mengambil gelar doktor di bidang ekonomi.

Lalu bekerja di pusat BMW di Munchen. Karirnya naik terus. Sampai menjadi pimpinan BMW di Tiongkok. Dengan jabatan terakhir wakil presiden BMW.

Keahlian khususnya adalah  marketing. Analisis data. Ekonomi regional. Dan segala pasar yang tipikal Tiongkok.
Sebelum ikut mendirikan Byton Daniel sempat bekerja untuk Infinity. Nissan. Di Tiongkok juga.

Pemda kota Nanjing berada penuh di balik Byton. Juga puluhan investor lain. Termasuk Robert Bosch dari Jerman, Faurecia dari Perancis, raksasa otomotif FAW dari Tiongkok, Suning Holding, Harmony New Energy dan banyak lagi. Ada juga partner Aurora. Khusus untuk mobil tanpa kemudi.

Daniel memang penuh energi. Ia masih sempat nulis dua buku. Dan artikel-artikel di koran. Terutama tentang pertandingan basket.

Akhir tahun ini Byton sudah bisa berproduksi 200.000 pertahun. Minggu depan membuka showroom di Shanghai.

Mobil listrik Tiongkok sekarang pun sudah yang terbesar di dunia. Apalagi tahun depan. Atau tahun berikutnya lagi.

Kapan-kapan saya akan tulis juga: bagaimana pemerintah melindungi mobil listrik dalam negerinya. Terutama yang kelas lebih murah.

Tesla menjadi seperti panik. Yang awalnya seperti agak ragu masuk Tiongkok.
Lalu cepat ambil putusan. Minggu lalu baru ground breaking pabriknya di Shanghai. Akhir tahun ini sudah dijanjikan masuk pasar. Seperti sulapan.

Bikin pabrik mobil listrik memang tidak sesulit mobil bensin. Apalagi di Tiongkok.
Apa pun kerja SSW ini gila-gilaan. Membangun pabrik mobil raksasa hanya dalam waktu 12 bulan! (Dahlan Iskan)

Berita sebelumyaTembok Sorga
Berita berikutnyaNaik Bus

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Rumah Rusak, Jalan Terputus

KAJEN - Hujan deras yang turun lebih 8 jam di Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Senin (6/2) mengakibatkan bencana longsor yang menimpa dua rumah warga,...

Kantor Gubernur Tak Ramah Difabel

SEMARANG – Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar fasilitas publik belum ramah difabel. Termasuk di kantor pemerintahan. Praktis, penyandang disabilitas mengalami kesulitan jika...

Sukses Hidup Berbuat Baiklah pada Orang Tua

SEMARANG- Kunci sukses anak hidup adalah berbuat baik kepada orang tua. Caranya, dengan membangun pondasi ketauhidan yang baik, lalu berbakti kepada mereka. "Dalam Alquran (al-Isra:23-24)...

Tidak Layak, Reklame Diturunkan

WONOSOBO–Hujan deras disertai angin kencang masih terus terjadi di Wonosobo. Untuk mengantisipasi kecelakaan, kemarin (25/4), petugas Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan...

Siswa SMA Ingin Jadi Bupati Sehari

UNGARAN – Merasa penasaran dengan tugas Bupati, seorang siswa SMA N 1 Ungaran nekat mengirimkan surat kepada Bupati Semarang Mundjirin. Melalui surat tersebut, siswa...

Diduga Mabuk, Pemotor Tewas Tabrak Pohon

SEMARANG - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Tanjung, tepatnya di depan RM Tan Goe, Semarang Tengah. Sepeda motor Honda Beat yang dikendarai dua orang...