33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Di Perodua Lihat Londo Ngeprank

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh Dahlan Iskan

Tumben. Sopir Grab ini orang suku Dusun.
Tumben lagi. Sopir Grab kali ini orang suku Bajau.

Biasanya, di Sabah, sopir seperti ini orang asal Sulawesi. Begitu menonjol suku Bugis di sini.

Misalnya waktu saya ke gunung Kinabalu. Saya salah sangka. Saya kira sopir ini suku Tionghoa. Kulitnya dan matanya itu. Tidak ada bedanya.

“Saya bukan Chinese,” katanya. Ketika saya ajak ia bicara bahasa Mandarin. “Saya suku Dusun,” tambahnya.
Apakah suku Dusun bagian dari masyarakat Dayak?

“Bukan,” jawabnya. Saya pun salah lagi. Saya banyak punya teman Dayak. Di Kaltim. Atau Kalteng. Kadang sulit dibedakan dengan Tionghoa.

Ia pun banyak bercerita tentang sukunya. Dalam bahasa melayu. Yang sudah lebih mirip dengan bahasa Indonesia. Beda dengan bahasa melayunya orang Semenanjung.

Saya tidak sampai di puncak Kinabalu. Tidak akan kuat. Kecuali dipaksakan. Tingginya 4.100 meter. Lebih tinggi dari Gunung Semeru.

Dan lagi saya masih harus ke Labuhan. Yang berarti harus naik Grab yang lagi lagi: 3 jam lagi. Ke pulau yang bebas pajak di Malaysia itu.

Kali ini sopirnya anak muda. Ganteng. Rambutnya agak panjang. Lehernya agak pendek. Pakai kaus ketat. Celana jean. Sandalnya jepit. Easy going. Namanya: Shawal.

Anak ini asyik. Sebagai teman seperjalanan.

Mobilnya Perodua. Sekelas Avanza. Mobil nasional kedua di Malaysia. Setelah Proton.

Shawal memasang wifi di mobilnya. Juga mengganti radionya. Dengan memasang layar monitor di posisi radio itu.
Shawal melakukan itu karena suka main youtube di mobilnya. Dengan wifinya itu. Salah satu yang ia suka adalah Londo Kampung. Yang pengaksesnya sudah lebih 40 ribu.

Dari situ Shawal mengerti banyak istilah jorok dalam bahasa Indonesia: gombal. Misalnya. Atau menggombali. Ia juga tahu kosa kata cewek. Dalam berbagai konotasinya.

Saya belum pernah melihat Londo Kampung. Maka Shawal pun tune ke youtube. Untuk saya. Cari Londo Kampung. Sambil ngebut.

Saya ikut tertawa-tawa ngakak. Bagaimana orang bule itu ngeprank di mall. Pakai bahasa Indonesia. Juga pakai bahasa Suroboyoan.

Rupanya Londo (orang Jawa menyebut semua orang bule sebagai Londo) itu tinggal di Surabaya. Hafal lagu-lagu bertema Surabaya. Atau lagu-lagu dangdut.

Misalnya saat si Londo naik eskalator. Di belakang seorang cewek. Ia teriak keras: ‘Rek!’. Seolah memanggil cewek itu. Ketika si cewek menoleh, si Londo ternyata meneruskan kata ‘rek’ itu. Menjadi sebuah dendang lagu ‘Rek ayo rek mlaku-mlaku…’ dengan cueknya. Sambil melengos dari si cewek.

Aksi ngeprank Londo Kampung itu memang menjengkelkan. Bagi yang kena tipu. Tapi menyenangkan. Bagi yang menonton.

Meski suku Bajau, Shawal sudah lahir di darat. Pemerintah Malaysia memang memiliki program ‘mendaratkan’ suku yang tinggal di atas laut itu.

“Rumah Bajau masih tetap utuh di atas laut. Tapi sudah banyak kosong. Tinggal untuk tambat perahu,” katanya.
Shawal sendiri lulusan studi perhotelan. Pernah kerja lima tahun di Kuala Lumpur. Di salah satu hotel di ibukota. Tapi ia tidak kerasan. “Enak tinggal di kampung halaman,” katanya.

Ketua Menteri (semacam gubernur) Sabah kini juga orang Bajau: Datuk Shafeei Abdal. Bajau dari daerah Sampurna. Tidak begitu jauh dari Nunukan, Indonesia.

Dari Shawal ini pula saya tahu: Bajau itu memiliki banyak Sub suku:
Bajau Suluk
Bajau Ubian
Bajau Samah
Bajau Laut
Bajau Sungai

Saya menjadi ingat: pernah diminta jadi pembicara di Kongres Bajau Sedunia. Di Kangean. Dua tahun lalu. Yang saya tidak bisa hadir. Harus sibuk dengan hal-hal yang tidak masuk akal.

Menurut Shawal suku Bajau terbanyak tinggal di Filipina Selatan. Sabah nomor dua. Padahal, kata saya, Indonesia lah yang nomor dua. Wallahualam.

Sejak berpisah dari Shawal saya selalu dapat sopir orang Bugis. Umumnya sudah kelahiran Sabah.

Setelah keliling Sabah saya melihat KK bakal lebih maju. Bandaranya besar: bisa didarati Airbus 380. Meski belum pernah ada jenis itu yang mendarat di sana.

Jurusannya pun sudah luas: Jepang, Korea, Hongkok, Singapura. Yang domestik lebih banyak lagi. Tapi tidak satu pun yang jurusan tetangga dekatnya di selatan.

Sabah begitu dekat.
Juga begitu jauh. (dahlan iskan)

Image source:dailymotion

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tlogopucang Alami Kekeringan Terparah

TEMANGGUNG—Sejumlah wilayah di Temanggung mengalami kekeringan. Dari sembilan kecamatan, salah satunya wilayah Kandangan. Di kecamatan itu, desa yang mengalami kekeringan terparah adalah Tlogopucang. Tlogopucang...

Siswa SMA Teuku Umar Berlatih Wirausaha

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Selama tiga bulan, sejumlah siswa SMA Teuku Umar Semarang yang tergabung dalam Student Company berlatih berwirausaha. Mereka mendirikan perusahaan siswa yang...

Atraksi Slalom dan Safety Riding Pukau Warga

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Aksi safety riding yang diperagakan oleh enam anggota Satlantas Polres Magelang Kota dalam melewati traffict cone memukau ribuan warga yang memadati...

Akmil Perlu Kembangkan Manajemen Mutu Terpadu

SEMARANG - Akademi Militer (Akmil) sebagai salah satu instansi kependidikan di bidang militer, saat ini dituntut untuk berkembang agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman....

Bongkar Peredaran Pita Cukai Palsu Rp 3,84 M

SEMARANG – Petugas Bea Cukai Jawa Tengah terus menggencarkan pengawasan terhadap peredaran pita cukai palsu dan rokok ilegal. Di 2017 ini, pihaknya berhasil mengungkap...

Slup-slupan, Material Batu Asli Tiongkok

Bangunan baru Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Liong Hok Bio Kota Magelang kembali dibuka untuk umum, setelah bertahun-tahun lamanya direnovasi. AGUS HADIANTO, BONITA IKA UNTUK...