33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Di judul berita itu tertulis ‘Begging’. Artinya ‘mengemis’.

Padahal si penulis bermaksud menulis kata ‘Beijing’. Ibu kota Tiongkok.

Kesalahan itu menjadi sangat  sensitif. Ketika dilihat media mana yang menulis. Dan ada kejadian apa saat itu.

Yang menulis adalah media Pakistan. Tepat saat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, lagi berkunjung ke Beijing.

Pimred televisi pemerintah Pakistan itu langsung diberhentikan. Lantaran memberi kesan pimpinan negaranya lagi ke Begging untuk mengemis.

Imran Khan pada dasarnya memang lagi minta bantuan. Tapi kata ‘begging’ adalah penghinaan.

Imran, mantan kapten juara dunia kriket itu, memang lagi di simpang tiga: harus memilih ke arah mana. Agar ekonomi negaranya tidak bankrut: ke  Saudi Arabia, ke IMF atau ke Tiongkok.

Imran ternyata ke Saudi dulu: dapat janji USD 6 miliar. Lalu ke IMF. Minta USD 12 miliar. Tapi IMF masih minta banyak syarat.

Dan minggu lalu Imran ke Tiongkok. Berhari-hari. Selama lima hari!

Praktis semua air liur yang pernah Imran ludahkan sudah dijilat kembali.

Imran begitu benci IMF. Yang dianggap menyengsarakan rakyat Pakistan. Kini menyerah ke IMF.

Imran awalnya juga tidak suka  Saudi. Yang memberi perlindungan kepada lawan politiknya: Nawaz Sharif. Kini Imran minta bantuan Saudi.

Ia juga begitu anti China.
Lantaran pemerintah sebelumnya sangat pro-Tiongkok. Bahkan sudah tergantung pada proyek-proyek besar One Belt One Roadnya Xi Jinping.

Tapi saat ke Beijing minggu lalu Imran kelihatan sangat asyik. Menikmati kunjungannya itu. Ke Beijing dan Shanghai. Bertemu Perdana Menteri Li Kejiang dan Presiden Xi Jinping.

Setidaknya 15 kontrak baru dibuat. Bahkan hubungan Pakistan-Tiongkok lebih baik lagi. Sudah dianggap sangat khusus: teman segala musim.
Dengan demikian: yang sudah pasti barulah komitmen Tiongkok. Yang sudah berjanji akan membantu apa pun kesulitan Pakistan.

Maka begitu tiba kembali di negaranya Imran memanggil sidang kabinet. Menjelaskan secara khusus hasil kunjungannya ke Beijing. Yang ia anggap sebagai kunjungan paling berhasil.

Apakah permintaannya ke IMF tetap dilanjutkan?

Pembicaraan masih terus berlangsung. Tapi Pakistan sudah menegaskan: tidak mau menjual BUMN strategis. Seperti yang diminta IMF.

Rakyat juga sudah mulai mengecam Imran: saat Imran nyerah ke IMF itu. Yang ditafsirkan harga-harga akan segera naik. Karena IMF pasti minta subsidi dicabut.

Perubahan juga terjadi di Srilanka. Pemerintah yang anti Tiongkok sudah digulingkan.

Partai kecil yang berkoalisi dengan Wicremeshinghe  memisahkan diri. Pindah haluan ke kelompok oposisi: menjadi mayoritas baru. Memecat perdana menteri Wecremeshinghe. Yang pro-Amerika.

Ini berarti dua negara di Asia selatan sudah menjadi sahabat Tiongkok kembali.
Lalu yang ini….

Tim besar dari Argentina minggu lalu juga lagi di Beijing: minta bantuan penyelamatan ekonomi. Yang dilanda inflasi 40 persen.

Argentina minta jaminan USD 6 miliar dolar. Agar ekonominya selamat.
Xi Jinping sendiri akan ke Buenos Aires. Untuk menghadiri KTT G-20. Presiden Donald Trump juga akan hadir. Inshaallah. Bertemu Xi Jinping. Untuk pertama kalinya. Setelah  terjadi perang dagang sejak Juli lalu.

Mungkin suasana kebatinan Trump masih gundah. Di dalam negerinya lagi kalah Pemilu. Di Argentina harus nonton kemenangan Tiongkok.

Satu persatu negara Amerika Latin menjadi pro-Beijing. Meninggalkan dukungannya ke Taiwan. Seperti yang baru saja dilakukan El Salvador. Yang bikin Amerika sewot.

Kesimpulannya: ekonomi akhirnya mendekte politik.

Di mana pun.

Kapan pun. (Dahlan Iskan)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penguatan Kurikulum 2013 melalui PPK

RADARSEMARANG.COM - Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 semakin mempertegas tentang karakter sumber daya manusia yang ingin...

Siapkan OTT, Awasi Pemotongan Gaji Guru hingga Dana Desa

Pemkab Demak terus berupaya meningkatkan pelayanan publik. Ini dibuktikan dengan komitmen bersama dengan dibentuknya tim satgas sapu bersih pungutan liar (saber pungli), termasuk menyiapkan...

Tunggakan Capai Rp 8,1 M

SEMARANG – Kesadaran perusahaan di Semarang untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan (TK) masih rendah. Bahkan sampai akhir tahun ini saja khusus di Kantor BPJS...

Keberagaman Itu Satu, Satu untuk Indonesia-ku

RADARSEMARANG.COM - Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia. Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu, menjunjung tanah airku, tanah...

Pemdes Siap Dukung Usaha Warga

BRINGIN –Pemerintah Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, akan terus mendukung segala bentuk usaha yang ada di desa. Hal tersebut demi meningkatkan perekonomian warga...

Warga 8 Dusun Upacara di Sendang Senjoyo

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran rela berbasah-basahan saat melakukan upacara HUT RI ke-73, Jumat (17/8). Upacara bendera yang dilakukan di sumber...