33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Referendum Sensitif yang Mengkhawatirkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Kok tensinya memanas begini: Taiwan memutuskan sesuatu yang sensitif. Akan mengadakan referendum.

Tanggal 24 Nopember nanti. Bersamaan dengan pilkada serentak di sana.

Persoalannya kira-kira begini: Di Olimpiade 2020 nanti delegasi Taiwan akan berdiri sendiri sebagai satu negara. Pertanyaan referendumya: setuju atau tidak.

Taiwan sudah memutuskan untuk memasuki zona bahaya. Tiongkok menganggap referendum itu merupakan langkah awal. Menuju referendum final: Taiwan merdeka, setuju atau tidak.

Sikap Tiongkok jelas: Taiwan adalah salah satu provinsinya. Langkah memerdekakan Taiwan akan dilawan. Dengan resiko apa pun. Biaya berapa pun. Nyawa siapa pun.

Memang referendum itu kelihatannya ‘hanya’ soal olahraga. Yang selama ini delegasi Taiwan disebut sebagai ‘China Taipei’. Sejak tahun 1971. Sejak hampir 50 tahun lalu.

Komite Olimpide Internasional juga sudah memutuskan: Mei lalu. Tidak akan ada perubahan apa pun. Termasuk penamaan delegasi dari Taiwan.

Olimpiade 2020 akan diselenggarakan di Tokyo. Jepang sudah siap. Saat saya ke  Tokyo dua minggu lalu getarannya sudah terlihat.

Referendum di Taiwan itu hasilnya sudah bisa dipastikan: setuju. Artinya Taiwan akan hadir seperti negara merdeka.
Itu pun kalau Tokyo menerimanya. Kalau IOC menyetujuinya.

Persyaratan di referendum Taiwan itu agak aneh. Referendum dianggap sah biar pun yang ikut hanya 25 persen. Dari yang memiliki hak pilih: sekitar 19 juta orang.

Itu bisa dilihat dari pernyataan dukungan. Sampai kemarin sudah lebih 400 ribu orang yang menyatakan mendukung referendum. Angka itu diungkap oleh South China Morning Post, Hongkong.

Rasa nasionalisme di Taiwan memang lagi pasang. Terutama sejak Yin-Wen terpilih sebagai presiden. Wanita lajang berumur 57 tahun itu memang keturunan suku asli Taiwan. Ibunya.

Rasa nasionalisme itu kian membara saat Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Yang terang-terangan berdiri di belakang Taiwan. Bahkan memusuhi Tiongkok. Lewat perang dagangnya. Yang kian meningkat.

Rasanya situasi baru ini sangat mengkhawatirkan. Tidak seperti ketegangan selama ini. Kali ini ketegangannya benar-benar tegang. (Dahlan Iskan)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gadis di Bawah Umur Dijadikan Terapis 

SEMARANG-Sebuah tempat usaha pijat di sekitar Jalan Jendral Sudirman Semarang Barat, diduga memperkerjakan gadis di bawah umur. Mereka dipekerjakan sebagai terapis untuk melayani pengunjung. Hal...

Pramuka Harus Berani Terima Tantangan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pramuka harus menjadi generasi pemberani yang siap dalam menghadapi semua tantangan, sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diberikannya dengan penuh tanggung...

Sempat Angon Meri hingga Buka Warteg

Sosok sederhana itu bernama Mohamad Faojin. Pria kelahiran Pemalang, 21 Mei 1971 ini kenyang akan pengalaman hidup. Meski sederhana, tetapi menginspirasi banyak orang di sekitarnya. RADARSEMARANG.COM...

3 Kelurahan Wakili Lomba

SEMARANG- Peran PKK Kota Semarang yang dinahkodai Ny Krisseptiana Hendrar Prihadi kembali dinilai. Setelah beberapa waktu lalu, membantu Pemerintah Kota Semarang meraih Swastisaba Wiwerda...

WTP Kota Salatiga Hasil Penilaian Murni

SALATIGA – Kota Salatiga menjadi salah satu kabupaten/kota yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyerahan LHP LKPD diserahkan...

Ir Ali Mahir Gelar Pengobatan Gratis di Kebonsari

DEMAK-Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ir Ali Mahir MM menggelar pengobatan gratis di Desa Kebonsari, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Pengobatan...