Kembali ke Tiga Bangunan Biru

  • Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

Saya bisa ke Panmunjom lagi. Rabu minggu lalu. Kali ini dari sisi Korea Utara.

Saya pernah ke Panmunjom. Sekitar 35 tahun lalu. Dari sisi Korea Selatan.

Yang dilihat sama: tiga bangunan beratap biru itu. (Lihat foto). Sampai saya ke situ minggu lalu bentuk bangunannya masih sama. Warna catnya tidak beda.

Dahlan Iskan di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan

Di bangunan biru yang tengah itulah! Perundingan antara Korea Utara dan Selatan selalu dilakukan.

Lihatlah tanah di antara bangunan biru itu: ada garis beton melintang. Itulah batas Korea Utara dan Selatan. Berarti separo bangunan tersebut masuk wilayah utara. Dan separonya lagi selatan.

Garis beton itu bersejarah lagi April lalu. Agak mengharukan. Mengaduk emosi.

Empat bulan lalu itu Pemimpin Korea Utara melangkah ke arah garis beton tersebut. Sendirian. Presiden Korea Selatan berdiri di selatan garis itu. Sendirian. Siap menyambut tamunya itu.

Kim Jong-Un melangkahi garis itu. Menginjakkan kaki di tanah Korea Selatan. Moon Jae-In menyambutnya. Dengan mengulurkan tangan. Salaman. Dan senyuman.

Moon Jae-In lalu berkata: Anda sudah ke Korea Selatan. Kapan saya bisa ke Korea Utara?

Kim Jong-Un mungkin tidak menyangka sambutan yang begitu bersahabat. Mungkin juga tidak menyangka mendapat pertanyaan mendadak itu. Kim Jong-Un ternyata tidak kalah. Dalam menunjukkan sikap bersahabatnya.

”Sekarang saja,” jawab Kim Jong-Un. Sambil menarik tangan ‘musuh’-nya itu. Agar kakinya melangkahi garis beton itu. Menginjak tanah Korea Utara.

Dua pemimpin Korea dalam pertemuan ”rekonsiliasi” bebebapa waktu lalu. Sumber: South China Morning Post

Selanjutnya Anda semua sudah tahu. Yang disiarkan berulang-ulang di TV seluruh dunia itu: mereka berjalan berdua, berdampingan, sambil tangan Kim Jong-Un memegang tangan Moon Jae-In. Menuju gedung pertemuan itu. Di gedung yang di belakang itu. Bukan di gedung megah yang di depan itu. (Lihat kembali foto).

Dulu, dari arah Korea Selatan, saya tidak melihat satu orang pun di seberang sana. Kecuali beberapa tentara Korea Utara.

  • Bagikan