33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Kwarda Jateng Suport SBH Sosialisasikan Germas

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Gerakan Pramuka Saka Bakti Husada (SBH) Kwarcab Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, terus didorong untuk lebih optimal dalam membantu pemerintah, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu support itu diberikan Wakil Pusat Pendidikan dan Latihan (Wapusdiklat) Kwarda Jateng, Mulyono, dalam pertemuan konsolidasi berkala Saka Bakti Husada di Provinsi Jawa Tengah, yang digelar di salah satu hotel dikota Semarang, selasa (16/10/18).

“Kan ada 6 krida yang menjadi tugas SBH ya, seperti mengajak lingkungan disekitar untuk berperilaku hidup sehat, termasuk mensosialisasikan Germas, ini harus lebih giat dilakukan SBH,” tandas pria yang akrab dipanggil Kak Moeng ini.

Wapusdiklar Kwarda Jateng ini menyarankan, agar lebih optimal gerakan pramuka SBH, harus dimulai dari pucuk pimpinan SBH itu sendiri.

“Agar lebih optimal, harus dimulai dulu dari anggota dewasa dulu, seperti pimpinan saka, pembina, pamongnya harus mulai belajar menambah perbekalan untuk mengajak anak didiknya berlatih,” saran Mulyono.

Jika anggota dewasa berperan aktif dalam kegiatan SBH, tambah Kang Moeng, maka gerakan Saka Bakti Husada akan eksis.

“Kalau pimpinan Sakanya aktif, maka akan mampu menghidupkan gerakan Saka, termasuk menjalin hubungan dan komunikasi dengan instansi lainnya,” tambahnya.

Ke depan dia berharap, jumlah anggota SBH terus bertambah, khususnya usia muda 16-21 tahun, karena mereka bisa menjadi agen untuk mensosialisasikan perilaku hidup sehat,salah satunya menyuarakan enyahkan asap rokok disekitar lingkungan mereka. (ono/web/ap)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Divalidasi, Data Bangunan Bersejarah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – DPRD Kota Magelang makin intens menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Magelang. Terkait hal itu, Pansus...

Ada Luka Pukul di Hati

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku serta hasil visum, Polres Wonosobo akhirnya memastikan penyebab tewasnya seorang pelajar MTs di Wadaslintang....

Disoal, Pelayanan Puskesmas Secang 1

MUNGKID—Pelayanan kesehatan di Puskesmas Secang 1 mendapatkan sorotan, kemarin. Utamanya, terkait lamanya proses penanganan pasien. Satu pasien bisa antre hingga tiga jam untuk mendapatkan...

Mendaki 8 Jam, Terjun 35 Menit

WONOSOBO—Saryanto, 32, atlet paralayang asal Wonosobo mencatat rekor. Belum lama ini, ia melakukan perjalanan ke puncak gunung Sindoro menempuh perjalanan kaki sekitar 8 jam....

Satgas untuk Cegah Kecurangan Pengembang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyambut baik pembentukan satuan tugas (satgas) yang khusus mengawasi pembangunan perumahan bagi masyarakat. Wakil...

Berharap Bus Wisata Layani Objek Sekitar Semarang

SEMARANG - Peluncuran secara resmi Bus Wisata Semarang mendapatkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Diharapkan bus wisata ini akan meningkatkan...