Lebih Aman dan Jangkauan Luas

Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM-PROSTITUSI online dirasa lebih aman dan efektif menggaet konsumen. Selain itu, lewat dunia maya, jati diri si penjaja syahwat lebih terjaga. Hal ini dibenarkan oleh Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi.

Ia menyebut maraknya penggunaan media sosial untuk prostitusi dikarenakan media sosial dirasa lebih aman. Para penjaja tidak akan menghadapi petugas yang melakukan razia. Berbeda jika mereka mangkal di lokalisasi, diskotik, tempat karaoke, maupun tempat hiburan malam lainnya.

“Selain itu, media sosial jangkauannya sangat luas. Media sosial juga fasilitatif dengan kemudahan-kemudahan yang diberikannya,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Selain terbebas dari razia, lewat media sosial mereka juga mampu meminimalisasi sejumlah risiko kejahatan. Karena lewat media sosial, mereka lebih leluasa memilih pelanggan. “Ini relatif lebih aman daripada menjajakan secara face to face,” ujarnya.

Baca:

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan mereka akan tergelincir dan salah pilih. Bisa jadi pula, mereka akan mengalami penipuan oleh calon pelanggan, meski kecil kemungkinannya.  “Kalau online belum bisa tatap wajah, baru bisa setelah jumpa darat. Di situ bisa jadi terkecoh. Tapi, relatif lebih kecil daripada transaksi tatap muka langsung,” jelasnya.

Meski media sosial identik dengan kalangan anak muda, Hermawan menjelaskan, bukan berarti pemanfaatan media sosial untuk transaksi prostitusi hanya dilakukan oleh kalangan anak muda saja. Ada pula, mereka yang menggunakan media sosial dari kalangan orang tua.

“Karena transaksi semacam ini tidak perlu kecanggihan. Anak milenial lebih mudah menggunakannya. Tapi jangan salah, orang tua hanya perlu belajar sedikit untuk menggunakan ini dengan tujuan sama,” katanya.

Maraknya perempuan bookingan online berusia anak SMA hingga kuliah ini, menurut Hermawan, biasanya mereka adalah anak muda dengan pergaulan sudah kebablasan. Mereka sudah melakukan hubungan badan sejak masih duduk di bangku sekolah.

Dengan keadaan yang demikian, ditambah pemikiran bahwa tidak ada bagian tubuh yang hilang ketika melakukan hubungan badan, mereka berpikiran untuk sekalian menjajakan tubuh.

“Tapi, tidak semuanya ada keinginan ke arah sana. Itu tadi beberapa alasan mereka yang sudah kebablasan untuk menuju ke sana. Dan mereka difasilitasi media sosial,” paparnya.

Untuk pencegahan, Hermawan berpendapat Kominfo menjadi kuncinya dengan melakukan pemblokiran akun dan situs prostitusi. Selain itu, diperlukan peran sekolah melalui pendidikan formal serta pendidikan informal baik dari masyarakat hingga level paling dasar, yakni keluarga. “Peran mereka penting untuk mencegah prostitusi via media sosial. Terutama oleh kalangan anak muda,” katanya. (sga/aro/krs)

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This