RADARSEMARANG.COM-BANYAK pilihan wanita penjaja syahwat di dunia maya. Mulai usia pelajar, mahasiswi hingga yang tengah hamil muda. Khusus, penjaja seks yang tengah berbadan dua ini, tarifnya dibandrol lebih mahal. Dinda (nama samaran) salah satunya. Ia juga menawarkan tubuhnya lewat akun Twitter. Bedanya saat ini Dinda tengah hamil muda.

Dinda sudah sekitar 1 tahunan terjun di dunia prostitusi online. Berbeda dengan Sari, Dinda terjun ke lembah hitam lantaran salah pergaulan. Ia sempat kuliah, namun akhirnya drop out dan memilih bekerja sebagai wanita bookingan.

“Aku dihamilin sama pacar. Dia nggak mau tanggungjawab dan kabur. Akhirnya aku keluar kuliah. Sering dugem hingga akhirnya kandunganku keguguran,” tutur Dinda, seperti ditirukan Sari.

Kebetulan Dinda adalah teman satu kos Sari di kawasan Tlogosari, Semarang.

Sampai saat ini Dinda masih aktif menerima tamu, meski sudah memiliki calon suami. Dinda harus mencuri waktu dari calon suaminya yang kebetulan kerja di luar kota untuk mendapatkan uang tambahan dan modal menikah.

Baca:

“Dinda lebih berani, Mas. Dia mau di-booking dan mau kalau tamunya nggak pakai kondom. Saat ini hamil 3 bulan dan masih menerima order, katanya akhir tahun ini mau dinikahin pacarnya,” kata Sari.

Dinda, lanjut Sari, juga memiliki trik khusus untuk menjual jasanya meski tengah berbadan dua. Yakni, dengan memberikan informasi tentang kehamilannya sebagai nilai tambah dalam memberikan layanan servis. Menurut Sari, banyak pria hidung belang yang punya fantasi atau mencari wanita panggilan yang sedang hamil. “Tarifnya lebih mahal, sekitar Rp 800 ribu satu jamnya. Malah peminatnya juga banyak,”katanya.

Sama seperti Sari, Dinda juga akan pensiun dari dunia pelacuran dan memilih menjadi ibu rumah tangga. “Kayaknya setelah nikah nanti Dinda mau pensiun Mas, tapi nggak tahu juga ya,” ucapnya sambil tersenyum genit. (tim/krs)