33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

KTR,Tekan Korban Akibat Rokok

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jumlah angka kematian orang dewasa yang disebabkan karena merokok, ternyata tidak cukup membuat orang menghentikan kebiasaan merokok. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi tahun 2025 nanti, jumlah perokok di Asia termasuk Indonesia meningkat menjadi 650 juta orang dan aka nada 10 juta kematian akibat rokok setiap tahunnya.

Kondisi itulah yang mendorong pemerintah, mengeluarkan kebijakan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) Dinkes Provinsi Jateng, Rita Utrajani, SKM, M.Kes saat menjadi narasumber Advokasi Untuk Mendorong Kebijakan Kesehatan Prioritas di Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan jumlah perokok di Provinsi ini masih cukup tinggi.

“Rerata proporsi dua perokok setiap hari di Jateng sebesar 22,9 persen dan perokok kadang-kadang sebesar 5,3 persen” ungkap Rita.

Kesadaran perokok untuk tidak merokok sembarangan, dan masih banyaknya ruang public,yang belum dilengkapi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menurutnya harus di dorong untuk menekan jumlah korban akibat rokok.

“Ayo bapak-bapak ibu-ibu yang hadir disini, mari kita dorong terus kesadaran perokok untuk memanfaatkan KTR dan yang kantornya belum ada KTR segera dilengkapi” ajak Kasi Promkes Dinkes Jateng ini dihadapan puluhan ASN dan LSM yang hadir dalam acara tersebut.
Menanggapi ajakan itu, Kasubag Umpeg Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperakim) Provinsi Jateng, Purnomo menyatakan, kantornya sudah menjalankan amanah Perda,dengan menyediakan KTR dilingkungan kantornya.

“Kita sudah ada ruang khusus untuk perokok, Cuma ya terus terang masih ada yang merokok diruang kerja, katanya kerja kalo gak nyambi ngerokok kurang afdol, tapi kita akan dorong agar lebih maksimal memanfaatkan KTR” beber Purnomo.

Pentingnya keberadaan KTR di ruang public terus didorong oleh seluruh stakeholder, mengingat tingginya angka kematian karena rokok dan korban rokok itu sendiri.

“Korban rokok kebanyakan remaja yang merupakan asset bangsa,perempuan dan anak-anak, karena itu harus kita dorong keberadaan KTR dan dimanfaatkan secara maksimal” tegas Rita Utrajaya. (ono/web/ap)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tolak Pembangunan Mal

KEBUMEN—Rencana Pemkab Kebumen memberi ruang pada investor untuk membangun mal di wilayah perkotaan mendapat tentangan dari Fraksi Partai Gerindra DPRD setempat. Fraksi Partai Gerindra...

Puluhan Lansia Ikuti Pengobatan Gratis

UNGARAN–Puluhan lansia di Desa Jatijajar Kecamatan Bergas, berbondong-bonding mengikuti pengobatan dan konsultasi kesehatan gratis yang dilakukan oleh PT Coca-cola Amatil Indonesia (CCAI). Salah satu lansia...

Penggalangan Dana PMI Kumpulkan Rp 600 Juta

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Penggalangan dana PMI Kabupaten Semarang tahun 2017 mencapai Rp 633.709.073. Ketua Umum Bulan Dana PMI 2017, Lilik Prisbawono Adi mengatakan jumlah...

Fungsi Embung Belum Optimal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Fungsi embung yang ada di Jateng belum optimal. Dewan meminta agar Pemprov mengoptimalkan pengelolaan embung. Utamanya saat musim kemarau. Debit air...

Lebih Dekat dengan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Chapter Jateng

Kementerian Pariwisata membentuk Komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) di tujuh daerah, termasuk Jateng. Komunitas ini beranggotakan para pelancong yang suka mengunggah foto atau video...

Tingkatkan Minat Baca Pelajar

SEMARANG – Minat baca di Indonesia dikenal masih rendah. Meski begitu, setidaknya ada anak-anak muda yang gemar membaca buku, bersikap kritis, dan menuangkan pemikirannya...