33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Laki-Laki Misterius Bernama Misteri

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Saya dapat kiriman naskah bagus. Dari teman di Singapura. Dulu pemilik perusahaan sekuritas di Jakarta.

Penulis naskah itu John R Malott. Mantan duta besar Amerika Serikat di Malaysia. Isinya: soal buku. Yang baru terbit minggu ini di Amerika.

Buku itu ditulis dua wartawan Wall Street Journal. Namanya: Tom Wright dan Bradley Hope.
Saya bayangkan sang duta besar. Pasti kenal dua wartawan itu. Bahkan mungkin akrab.

Dua wartawan itulah yang sering mengungkap kasus 1MDB. Korupsi mega miliar di BUMN Malaysia itu. Di forum dunia.

”Waktu lihat buku baru ini saya mengira tidak akan dapat info baru,” tulis sang duta besar.

”Ternyata begitu banyak yang baru,” tambahnya.

Malott tentu berhak merasa sudah tahu banyak. Tentang kasus itu. Ia mengaku terus membaca malaysiakini.com. Yang selalu kritis pada pemerintahan Najib Razak. Juga selalu membaca serawakreport.com. Yang selalu mengungkap skandal korupsi di Malaysia.

Maka wajar Malott mengira buku itu hanya berisi kumpulan liputan mereka. Yang sudah sering ia baca.

Ternyata saya salah. Katanya. Begitu banyak yang baru ia tahu. Dari buku itu.

Saya tidak bisa segera membelinya. Saat buku itu terbit. Selasa lalu. Saya masih sibuk mengejar matahari.

Memang. Saya bisa membelinya lewat online. Tapi hampir tiap hari saya pindah alamat.

Saya bisa membelinya di toko buku. Tapi seminggu terakhir saya lebih banyak di kota-kota kecil. Tepatnya di desa-desa. Dalam perjalanan darat pula. Dari St Louis di Missouri ke Memphis di Tennessee. Dari Memphis ke Little Rock di Arkansas. Dari Little Rock ke Marshall di Texas.

Tapi saya pasti membelinya. Minggu ini.

Saat di Marshall saya lihat Wall Street Journal. Edisi hari Minggu kemarin.

Di halaman depan (section EXCHANGE) terpampang foto besar. Tiga laki-laki duduk di sofa. Yang kiri kulit putih. Yang kanan kulit hitam. Dua-duanya bintang di Hollywood.

Yang duduk di tengah anak muda. Berwajah Asia. Dalam busana tuksedo: jas hitam dan dasi kupu-kupu.

Di sebelahnya seorang wanita sexy: juga bintang Hollywood. Sedang pegang gelas wine. Atau wiski.

Di belakang mereka tampak berdiri wanita muda lebih sexy. Dengan posisi tangan memegang lengan si wajah Asia muda. Terlihat juga berdiri beberapa bintang Hollywood lainnya.

Sofa itu tidak di dalam ruangan. Sofa itu ditata di alam terbuka. Di padang pasir. Di Nevada. Di Las Vegas.
Terlihat gemerlap Las Vegas di latar belakangnya. Termasuk ferris weel yang terkenal itu. Dan hotel-hotel Casino di dekatnya.

Itulah pesta ulang tahun ke 31.
Yang berwajah Asia itu.
Anak muda bertuksedo itu.
Di sepotong padang pasir.
Yang sengaja disediakan di dekat Palazzo.

Hotel casino yang top itu.
Yang harga kamarnya USD 25.000/malam. Yang berarti Rp 375 juta/malam.

Di situlah si wajah Asia bertuksedo bermalam. Di kamar yang disebut The Chairman Suite. Lebih mewah dari kamar President Suite.

Lepas tengah malam, pestanya pindah ke hotel itu. Si wajah Asia bertuksedo lantas menghabiskan malamnya di meja casino. Di ruang khusus. Terbatas untuk pemain berkelas tuksedo.

Judul besar di bawah foto itu yang lebih memikat saya: LAKI-LAKI MISTERIUS MILIARAN DOLAR.

Disebut misterius karena memang penuh misteri: siapa dia. Namanya tidak pernah beredar di dunia orang kaya Amerika. Juga tidak dikenal di Hollywood. Tapi tiba-tiba saja muncul orang yang royalnya bukan main.

Misalnya: Membelikan ferrary putih untuk bintang Kim Kadarsian. Ingin dibikinkan film dengan bintang Leonardo DiCaprio. Yang di malam ulang tahun itu juga tampak hadir.

Pun dalam pesta-pesta Hollywood mulai jadi bisik-bisik: siapa dia ya. Siapa dia ya… Siapa dia ya…

Nyebut namanya pun sering salah: Jey Law. Padahal, namanya adalah: Jho Low.
Itulah aktor utama di balik Najib Razak. Di balik mega skandal 1MDB. Yang kini dalam status buron. Mungkin di Hongkong. Mungkin di Macau. Mungkin di Tiongkok.

Masyarakat Malaysia mulai geram. Pemerintahan baru mulai dianggap lambat menanganinya.

Buku baru ini bisa membantu.

Judulnya bisa bikin masyarakat Malaysia kian geram: Billion Dollar Whale, Si Laki-laki yang memperdaya Wall Street, Hollywood dan Alam Semesta.(dahlan iskan)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lulusan FH Untag Harus Nasionalis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Lulusan Fakultas Untag dituntut menjadi ilmuwan yang nasionalis dan berwawasan kebangsaan dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, hukum tidak tergadaikan dengan faktor...

Keliling Waduk Wadaslintang dengan Banana Boat

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Kelompok Desa Wisata (Deswit) Pesona Kumejing siap melayani wisata uji adrenalin. Mengandalkan pesona waduk Wadaslintang, Desa di ujung selatan Wonosobo itu, menyediakan...

Tiga Desa Zona Bahaya Gunung Merapi Menolak

"Warga melakukan perlawanan dengan memasang spanduk warna putih dan menggalang tanda tangan, sebagai bukti penolakan.” PURNOMO MAGELANG—Tiga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menolak penambangan dengan...

Gratiskan Cuci Ragam Peralatan Ibadah

RADARSEMARANG.COM - Jika sebagian besar orang membuka bisnis dengan tujuan meraup keuntungan, Indahyani menambah tujuannya menjalani bisnis untuk mencari berkah. Sudah setahun ini, ia...

Tak Merasa Doping, Mualipi Pasrah

SEMARANG – Tiga atlet Jateng yaitu Mualipi (binaraga), Mheni (binaraga) dan Jendri Turangan (berkuda) yang kemarin meraih medali di ajang PON Jabar 2016 tentu...

Temukan Cacing Hati dan Gilig di Daging Kurban

SEMARANG- Petugas Dinas Pertanian Kota Semarang menemukan cacing gilig dan cacing hati di daging sapi dan kambing kurban yang disembelih di Masjid Agung Jawa...