33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Pelayanan Buruk, Pelanggan Wadul Bupati

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Merasa mendapatkan pelayanan buruk dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batang selama berbulan-bulan bahkan ada yang tahunan, belasan warga lapor langsung kepada Bupati Batang Wihaji (13/9/2018).

Salah satu warga, Yani mengaku mengeluhkan air yang sering mati. “Air PDAM sering mati, terutama daerah Kalisalak. Siang mati, sore nyala, mati lagi, baru jam 11 malam nyala lagi,” ujarnya mewakili suara ibu rumah tangga.

Yani yang bekerja sebagai sales keliling berbagai wilayah di Kabupaten Batang juga sering mendengar keluhan serupa terkait buruknya pelayanan PDAM. Terutama di daerah perumahan yang hanya bisa mengandalkan saluran air dari PDAM, karena kesulitan dalam membuat sumur.

“Pelanggan saya, juga hampir sebagian besar protes, air PDAM sering mati,” sesalnya.

Tidak hanya pelayana air yang sangat buruk, pelanggan PDAM juga dibebani biaya langganan air yang cukup mahal. Bahka terbilang ekstrem, karena kenaikan tarif mencapai 60 persen dari harga sebelumnya. Sehingga hal ini banyak dikeluhkan ibu rumah tangga, yang mendapat jatah uang tetap dari sumai tetapi harus bayar air lebih banyak. Ditambah tarif progresif, pelanggan harus bayar senilai berapa kubik, bukan dari seberapa besar air yang dinikmati.

Air tidak lancar tersebut juga diakui warga Kecamatan Bawang, Blado hingga Limpung, yang notabene dekat dengan sumber mata air di Bismo Kecamatan Batang.

Kabag Perekonomian Pemkab Batang sekaligus pengawas PDAM Subiyanto, mengatakan, permasalahan tersebut akan segera ditindaklanjuti. “Terkait kenaikan harga, itu menjadi kewenangan Bupati Batang sebagai pemilik PDAM,” jelasnya.

Bupati Wihaji menyadari keluhan warganya. Bahkan dia memahami bila warganya marah karena air adalah kebutuhan pokok utama manusia. Dia berjanji, akan turun tangan lagi untuk memetakan langsung daerah yang belum teraliri air dengan baik.

“Kemarin memang ada masalah tentang jaringan air, namun segera akan teratasi,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga, bupati berjanji akan kembali melakukan kajian. “Kami akan segera melakukan kajian seperti apa proses harga di PDAM, termasuk tarif progresif yang dikeluhkan masyarakat. Jika memang memungkinkan, demi kemlasahatan bersama mungkin diturunkan, namun tetap butuh kajian,”  tandasnya. (han/lis)

Berita sebelumyaNio di Langit Biru yang Nio
Berita berikutnyaCari Resep yang Mahal

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkab Pekalongan Berhasil Pertahankan Opini WTP

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Predikat WTP atas Laporan Hasil...

Pemkab Kesulitan Cari Lahan Pengganti

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Hingga kini Pemkab Semarang belum mendapatkan lokasi lahan untuk penempatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru pengganti bangunan Lapas Kelas II-A Ambarawa, yang...

Pemilik Aset Tersembunyi Diminta Lapor

SEMARANG – Hingga saat ini masih banyak Wajib Pajak (WP) yang sudah mengikuti Amnesti Pajak, tetapi masih memiliki aset tersembunyi. Aset tersembunyi tersebut tidak...

Pementasan Gabungan Kali Pertama setelah 1930

Tak banyak generasi muda sekarang yang mempelajari Tari Gambang Semarang. Karena itu, perlu upaya keras untuk terus mempertahankan keberadaan kesenian tradisional hasil akulturasi kebudayaan...

PB Champion Cetak Sejarah

RADARSEMARANG.COM, KLATEN – Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Klaten semakin kompetitif. Di kejuaraan yang digelar untuk kali kedua di tahun 2017 ini, ternyata di semester kedua...

Blangkon untuk Ganjar

RADARSEMARANG.COM, CILACAP – Sekitar 12 ribu massa yang tergabung dalam Paguyuban Resik Kubur Jerotengah (PRKJ) Kabupten Cilacap memberikan blangkon kepada calon Gubernur Jateng nomor...