33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Pelayanan Buruk, Pelanggan Wadul Bupati

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BATANG – Merasa mendapatkan pelayanan buruk dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batang selama berbulan-bulan bahkan ada yang tahunan, belasan warga lapor langsung kepada Bupati Batang Wihaji (13/9/2018).

Salah satu warga, Yani mengaku mengeluhkan air yang sering mati. “Air PDAM sering mati, terutama daerah Kalisalak. Siang mati, sore nyala, mati lagi, baru jam 11 malam nyala lagi,” ujarnya mewakili suara ibu rumah tangga.

Yani yang bekerja sebagai sales keliling berbagai wilayah di Kabupaten Batang juga sering mendengar keluhan serupa terkait buruknya pelayanan PDAM. Terutama di daerah perumahan yang hanya bisa mengandalkan saluran air dari PDAM, karena kesulitan dalam membuat sumur.

“Pelanggan saya, juga hampir sebagian besar protes, air PDAM sering mati,” sesalnya.

Tidak hanya pelayana air yang sangat buruk, pelanggan PDAM juga dibebani biaya langganan air yang cukup mahal. Bahka terbilang ekstrem, karena kenaikan tarif mencapai 60 persen dari harga sebelumnya. Sehingga hal ini banyak dikeluhkan ibu rumah tangga, yang mendapat jatah uang tetap dari sumai tetapi harus bayar air lebih banyak. Ditambah tarif progresif, pelanggan harus bayar senilai berapa kubik, bukan dari seberapa besar air yang dinikmati.

Air tidak lancar tersebut juga diakui warga Kecamatan Bawang, Blado hingga Limpung, yang notabene dekat dengan sumber mata air di Bismo Kecamatan Batang.

Kabag Perekonomian Pemkab Batang sekaligus pengawas PDAM Subiyanto, mengatakan, permasalahan tersebut akan segera ditindaklanjuti. “Terkait kenaikan harga, itu menjadi kewenangan Bupati Batang sebagai pemilik PDAM,” jelasnya.

Bupati Wihaji menyadari keluhan warganya. Bahkan dia memahami bila warganya marah karena air adalah kebutuhan pokok utama manusia. Dia berjanji, akan turun tangan lagi untuk memetakan langsung daerah yang belum teraliri air dengan baik.

“Kemarin memang ada masalah tentang jaringan air, namun segera akan teratasi,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga, bupati berjanji akan kembali melakukan kajian. “Kami akan segera melakukan kajian seperti apa proses harga di PDAM, termasuk tarif progresif yang dikeluhkan masyarakat. Jika memang memungkinkan, demi kemlasahatan bersama mungkin diturunkan, namun tetap butuh kajian,”  tandasnya. (han/lis)

Berita sebelumyaNio di Langit Biru yang Nio
Berita berikutnyaCari Resep yang Mahal

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perjuangkan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Nusyirwan Soejono, merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari daerah pemilihan Jateng VI. Sebagai wakil rakyat, Nusyirwan begitu getol menyuarakan aspirasi masyarakat. Utamanya,...

Perundungan di Kalangan Millenials

MILLENNIAL dapat disebut juga sebagai Generasi Millenial atau  Generasi Y adalah kelompok demografis yang lahir antara tahun 1980-an sampai 2000-an setelah Generasi X. Jadi,...

Peringkat Penyusunan LPPD Salatiga Turun

SALATIGA - Dalam menyusun laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD), organisasi pemerintah daerah (OPD) hendaknya melaporkan capaian secara transparan dan akuntabel. Selain itu, penyusun laporan...

Bangkitkan Musisi Jazz Lokal

SEMARANG – Musisi jazz yang ada di Semarang, seakan tidak ada gaungnya di dunia musik Indonesia. Padahal genre musik ini lambat laun terus mengalami...

Hasanah Tour & Travel Gelar Promo Ramadan

SEMARANG – Memasuki bulan penuh berkah, yakni Ramadan, Hasanah Tour and Travel mengajak sejumlah pelaku bisnis untuk menyemarakkan bulan. Salah satunya dengan melakukan penandatanganan...

Diramaikan Lebih dari 400 Atlet Bulu Tangkis

MAGELANG-Lebih dari 400 atlet bulu tangkis dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/3) siang nanti bakal tampil meramaikan...