Pelayanan Buruk, Pelanggan Wadul Bupati

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

BATANG – Merasa mendapatkan pelayanan buruk dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batang selama berbulan-bulan bahkan ada yang tahunan, belasan warga lapor langsung kepada Bupati Batang Wihaji (13/9/2018).

Salah satu warga, Yani mengaku mengeluhkan air yang sering mati. “Air PDAM sering mati, terutama daerah Kalisalak. Siang mati, sore nyala, mati lagi, baru jam 11 malam nyala lagi,” ujarnya mewakili suara ibu rumah tangga.

Yani yang bekerja sebagai sales keliling berbagai wilayah di Kabupaten Batang juga sering mendengar keluhan serupa terkait buruknya pelayanan PDAM. Terutama di daerah perumahan yang hanya bisa mengandalkan saluran air dari PDAM, karena kesulitan dalam membuat sumur.

“Pelanggan saya, juga hampir sebagian besar protes, air PDAM sering mati,” sesalnya.

Tidak hanya pelayana air yang sangat buruk, pelanggan PDAM juga dibebani biaya langganan air yang cukup mahal. Bahka terbilang ekstrem, karena kenaikan tarif mencapai 60 persen dari harga sebelumnya. Sehingga hal ini banyak dikeluhkan ibu rumah tangga, yang mendapat jatah uang tetap dari sumai tetapi harus bayar air lebih banyak. Ditambah tarif progresif, pelanggan harus bayar senilai berapa kubik, bukan dari seberapa besar air yang dinikmati.

Air tidak lancar tersebut juga diakui warga Kecamatan Bawang, Blado hingga Limpung, yang notabene dekat dengan sumber mata air di Bismo Kecamatan Batang.

Kabag Perekonomian Pemkab Batang sekaligus pengawas PDAM Subiyanto, mengatakan, permasalahan tersebut akan segera ditindaklanjuti. “Terkait kenaikan harga, itu menjadi kewenangan Bupati Batang sebagai pemilik PDAM,” jelasnya.

Bupati Wihaji menyadari keluhan warganya. Bahkan dia memahami bila warganya marah karena air adalah kebutuhan pokok utama manusia. Dia berjanji, akan turun tangan lagi untuk memetakan langsung daerah yang belum teraliri air dengan baik.

“Kemarin memang ada masalah tentang jaringan air, namun segera akan teratasi,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga, bupati berjanji akan kembali melakukan kajian. “Kami akan segera melakukan kajian seperti apa proses harga di PDAM, termasuk tarif progresif yang dikeluhkan masyarakat. Jika memang memungkinkan, demi kemlasahatan bersama mungkin diturunkan, namun tetap butuh kajian,”  tandasnya. (han/lis)

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This