33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Jalan Terpotong Jalur Khusus Tol, Warga Khawatir

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEKALONGAN – Sejumlah warga Sokoduwet dan Kali Baros mengkhawatirkan keselamatan mereka saat melintasi jalan kampung yang terpotong jalur cepat akses tol Kota Pekalongan, menuju dan keluar tol Pemalang Batang.

Sebab, jika dioperasionalkan, warga khawatir, pertemuan arus lokal (dalam kota) dengan kendaraan dari luar kota di jalan akses tol Kota Pekalongan akan menimbulkan kecelakaan karena tidak adanya jalan layang.

“Saya pikir jalan kampung dibuat di atas atau berupa lorong. Ternyata sejalan dengan jalur cepat tol. Kami khawatir nanti keselamatan masyarakat terganggu, karena arus lalu lintas akan berbenturan,” keluh Sodikin warga Sokoduwet kepada Radar Semarang yang melintas jalan tersebut, Selasa (11/9/2018).

Senada disampaikan But Fitri, warga Setono, yang juga mengira jalan dibuat di atas atau di bawah jalur cepat tol. “Kalau sudah berfungsi, saya khawatir terjadi kecelakaan. Karena dari jalan tol biasanya kan kendaraan-kendaraan sering ngebut,” ujarnya.

Terkait keluhan warga, konsultan perencana Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Hikmah Rekardi menjelaskan, jalan akses tol Kota Pekalongan dirancang sebagai jalan langsung. Dan memang tidak boleh ada perlintasan sebidang atau hambatan samping.

“Jalur akses kota, dari perencanaan memang dibuat harus bebas hambatan,” terangnya didampingi humas PBTR Sartono.

Rekardi menambahkan, terkait keamanan jalur tersebut, ke depan akses bagi pengendara lokal, akan dibuatkan putaran balik (u-turn) di sepanjang jalan akses tol Kota Pekalongan. Baik di jalur cepat maupun di jalur lambat sepanjang 3,3 kilometer. Sehingga pengendara tidak langsung melintas, namun harus berputar arah dulu, sehingga lebih waspada.

“Nanti di jalur cepat yang kami bangun, terdapat tujuh putaran balik di sepanjang jalan akses tol Kota Pekalongan. Kami berikan setiap 150 meter, ada u-turn untuk memutar,” terangnya lagi.

Tujuh putaran balik tersebut, meliputi dua putaran balik di segmen Sokoduwet-Ampera,  empat putaran balik di segmen Jalan Ampera-Sutami dan satu putaran balik di segmen Jalan Sutami-Sutomo.

Sementara di jalur lambat yang dibuat Pemkot Pekalongan, lanjut dia, dibuat putaran balik lebih banyak.

“Di setiap 100 meter dibuat u-turn. Sehingga nantinya ada 33 u-turn di sepanjang jalur lambat,” imbuhnya. Sehingga warga dari Kelurahan Sokoduwet maupun dari Kalibaros yang akan menuju pusat kota, bisa mengakses u-turn untuk memutar balik kendaraan.

Terkait pembangunan jalur lambat di sisi kanan dan kiri jalur cepat exit tol, yang menghubungkan jalan tol ke jalur Pantura Kota Pekalongan (akses jalan tol) sudah dimulai bulan Juli kemarin. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan menargetkan, selesai secepatnya, agar bisa digunakan warga.

“Pembangunan jalur buat warga sudah mulai pertengahan Juli kemarin,” kata Kepala DPU-PR Kota Pekalongan, Joko Purnomo

Pembangunan jalur lambat akses jalan tol terbagi menjadi dua. Yakni pembangunan jalur lambat sisi kanan dan sisi kiri. Untuk pembangunan jalur lambat sisi kanan, anggaran Rp 8,41 miliar bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Sedangkan untuk sisi kiri, anggaran Rp 5,96 miliar bersumber dari bantuan Provinsi Jawa Tengah.

Untuk diketahui jalan akses tol ini, dibuat Pemkot Pekalongan untuk menghidupkan ekonomi di Kota Pekalongan. Karena sebelumnya, Kota Pekalongan tidak diberikan akses keluar masuk tol. Dikhawatirkan ekonomi sepi maka, Pemkot mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun jalan tembus yang menghubungkan jalan tol ke jalur Pantura Kota Pekalongan

Jalan tembus sepanjang 3,3 kilometer terbagi dalam tiga segmen. Segmen Ampera-Adi Sucipto (Sokoduwet) sepanjang 1,25 kilometer, segmen Ampera-Ir Sutami 1,59 kilometer dan segmen Ir Sutami-Sutomo 333 meter.

Lebar jalan 30 meter. Mencakup jalur cepat 20 meter dan jalur lambat 10 meter. Jalur cepat saat ini tengah dibangun PT Pemalang-Batang Tol Road. Sementara pembangunan jalur lambat di sisi kanan dan kiri jalan tembus akan dikerjakan Pemkot Pekalongan. (han/lis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siapkan Alun-Alun Ramah HAM

WONOSOBO - Beragam inovasi yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk memudahkan masyarakat memperoleh hak-haknya, mendapat apresiasi dari Kementerian Hukum Dan HAM Republik Indonesia. Bertepatan...

Jalin Sinergitas di Ramadan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Bulan suci Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Untuk memaknai keberkahan bulan ini, Polres Demak bersama Kodim 0716 Demak dan kalangan jurnalis Kota Wali...

Kompetensi Mahasiswa Farmasi Ditingkatkan

MAGELANG—Program studi D3 Ilmu Farmasi UM Magelang membekali para mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan lulusan serta mengetahui prosedur kerja farmasis. Salah satunya dengan menggelar ‘Workshop...

Bapak dan Anak Tewas Tergencet Truk dan Bus 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengendara sepeda motor berboncengan, bapak dan anak tewas secara tragis setelah terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Urip Sumoharjo. Persisnya di depan Gang Genderuwo...

Forkompinda Kecam Ujaran Kebencian

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Deklarasi Anti Ujaran Kebencian dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kendal. Deklarasi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap hal-hal yang bersifat provokasi,...

Adu Inovasi dan Kreatifitas dalam WMM

SEMARANG – Sebanyak 27 peserta berkompetisi dalam Wirausaha Muda Mandiri (WMM), kemarin. Para peserta dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini mempresentasikan produk-produk...