33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Warga Antusias Nikmati Wayangan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemprov dan DPRD Jateng berusaha mempertahankan budaya lokal. Kali ini, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Lapangan Dukuh Krajan Lor RT 4 RW 5 Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Semarang, Sabtu malam (1/9) kemarin.

Pagelaran wayang dengan lakon Gatutkaca Winisuda itu disambut antusias masyarakat Kota Semarang. Meski diguyur hujan, tidak menghilangkan semangat melekan dan menikmati pagelaran tersebut. Tidak hanya orangtua, kaum muda juga turut menikmatinya. “Antusiasme ini membuktikan masih banyak yang peduli dengan kebudayaan lokal. Sehingga perlu bareng-bareng nguri-nguri budaya,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengapresiasi kegiatan pegelaran wayang tersebut.

Pemerhati Budaya Sugiono dan Komisioner Komnas Perlindungan Anak Kota Semarang, Enar Ratriany Assa turut hadir. “Yang main wayang kebanyakan orang tua. Jika pagelaran wayang tidak sering-sering digelar, kalah dengan konser-konser musik atau budaya barat, lama-lama budaya asli Indonesia habis,” kata Sugiono.

Dalam kesempatan itu, sejumlah penonton termasuk anak-anak diajak menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, menampilkan hafalan teks proklamasi, serta menyebutkan sila-sila Pancasila. Ada juga anak yang menampilkan hafalan surat-surat pendek dalam Alquran. “Kami berharap ini sebagai upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memupuk rasa cinta pada NKRI. Anak-anak harus terus dikenalkan sejak dini,” tambahnya.

Di tengah modernisasi seperti sekarang memang dibutuhkan inovasi agar pagelaran wayang atau kesenian tradisional bisa terus menarik. “Butuh inovasi agar kebudayaan tradisional tidak lekang oleh zaman dan anak-anak muda bisa terus tertarik melestarikannya,” tambah Enar Ratriany. (fth/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menaker Himbau Perusahaan Bina TKA

UNGARAN – Perusahaan di setiap daerah diminta melakukan pembinaan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) khususnya terkait dengan pemahaman budaya lokal. Hal tersebut dikatakan oleh...

Ingin Jadi Humas Pasar Tradisional

PASAR tradisional tidak boleh kalah dengan pasar modern atau supermarket. Prinsip itulah yang dipegang Octa Sakti Sila Ayuningtyas. Sudah 3 tahun ini, Octa mengelola...

Voli Putra Terus Berbenah

SEMARANG-  Pelatih tim voli indoor putra Jateng yang disiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) terus menggembleng anak asuhnya di sisa waktu menjelang pelaksanaan...

Nyepi, Umat Hindu Sucikan Jiwa

MUNGKID - Umat Hindu di kota dan Kabupaten Magelang sudah memulai rangkaian Nyepi. Sejak Minggu (26/3) lalu, ratusan umat Hindu menggelar ritual Melasti atau...

Honda Rebut Pasar Motor Sport

SEMARANG – Tren kendaraan roda dua kini mulai bergeser. Beberapa tahun lalu, motor matik menjadi produk andalan yang laris di pasaran. Namun saat ini...

Tewas Tertimpa Bangunan Cagar Budaya

SEMARANG- Bangunan tua di Jalan Sleko RT 06 RW 11, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara tiba-tiba ambruk, Sabtu (2/12) pagi kemarin. Akibatnya, Suparti, 60,...