33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Terlihat Unik dan Selipkan Pesan di setiap Lukisan

Suprapto, Melukis dengan Sisa Lumpur Pembuatan Gerabah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – Sekilas tampak seperti lukisan pada umumnya. Namun siapa sangka, lukisan yang dihasilkan Suprapto ini dibuat dengan menggunakan lumpur. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

MESKIPUN dari lumpur, lukisan yang dihasilkan warga Jalan Papandayan No 21 RT 3 RW 8 Gajahmungkur, Semarang ini cukup mengesankan. Terlebih dengan detail yang dibuat.

Mulanya, Prapto hanya membuat kerajinan gerabah. Kini, ia melebarkan kreasinya dalam bentuk lukisan dengan memanfaatkan sisa lumpur pembuatan gerabah. Dengan bahan yang sama, pria 62 tahun ini membuat sejumlah lukisan yang tak kalah apik dengan lukisan cat.

Menggunakan bahan utama tanah liat yang sudah diencerkan, dia menyebut dijebor, tangan Prapto dengan lincah menyapukan kuas. Sedikit demi sedikit sapuannya membentuk penampakan lukisan. Ia memang terbiasa membuat lukisan dengan aliran realis. Sehingga dengan mudah orang akan mengenali apa yang dilukis.

”Hampir sama dengan menggunakan cat. Hanya saja, saya ingin mencoba yang lebih unik. Dan tentunya ini lebih ekonomis, karena bahannya bisa didapat di sekitar rumah,” ujar lulusan seni rupa IKIP Semarang (sekarang Unnes) ini.

Mengenai daya tahan, walaupun dari lumpur, lukisan Prapto bisa disandingkan dengan lukisan cat. Karena pada umumnya, kata dia, cat yang biasa digunakan untuk melukis juga berasal dari bahan yang sama, yakni bebatuan dan tanah.

”Saya rasa tidak ada bedanya. Karena cat yang dijual di pasaran bahannya juga dari bebatuan dan tanah,” kata dia.

Sementara ini, ia memang baru menghasilkan beberapa lukisan saja, khusus yang dibuat dengan menggunakan lumpur. Namun demikian, sudah banyak yang menaruh minat pada hasil karyanya ini. Terbukti, tidak sedikit yang penasaran dengan memberondong sejumlah pertanyaan kepadanya saat ia memajang sejumlah hasil karyanya di pameran.

”Memang belum banyak yang saya hasilkan. Soalnya saya memang membuat lukisan ini kalau ada waktu saja. Saat saya nggak membuat patung dan taman,” kata pria yang juga dipercaya membuat patung di sejumlah lokasi wisata ini.

Tidak butuh waktu lama. Lukisan lumpur yang dibuat dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu hari. Dalam ukuran kecil tentunya. Yakni, sekitar 40 cm x 50 cm.

Tak hanya dinikmati keindahannya saja, pria berkacamata ini juga menyelipkan pesan pada lukisan yang dibuat. Kepada orang yang tertarik dengan lukisannya, dengan senang hati ia akan menceritakannya.

Seperti lukisan raksasa memakan gerhana. Lewat lukisan itu, ia ingin menyampaikan bahwa dengan sifat angkara murka, orang yang memiliki jabatan tanpa segan akan menelan apapun. Karenanya diperlukan komentar kritis dari masyarakat untuk menghindarkan dari laku sewenang-wenang tersebut.

”Kalau nenek moyang dulu kan ketika ada gerhana menyuruh membunyikan kentongan. Kalau diaplikasikan sekarang adalah dengan memberikan komentar kritis itu tadi,” ujarnya menjelaskan salah satu lukisannya. (*/aro)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

OJK Terima 569 Pengaduan

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang tahun 2016 lalu menerima sebanyak 14.980 pertanyaan, 6.781 informasi dan 569 pengaduan. Dengan tingkat penyelesaian masing-masing...

Hizbul Wathan Bangun Mental Generasi Muda

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Hizbul Wathan harus berperan aktif sebagai agen pendidikan non formal untuk membangun mental generasi muda. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah...

Ketika Jamu Herbal Lolos Kurasi Kementerian Koperasi-UKM

Home industry jamu yang dirintis Sudaryati, warga Mirombo RT 1 RW 1, Desa Rojoimo, Kecamatan Wonosobo, lolos kurasi Kementerian Koperasi dan UKM RI. Karenanya,...

Garuda Sapu Jaga Tambal Jalan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Prihatin dengan kondisi jalan perbatasan Kendal-Kota Semarang yang berlubang, Garuda Sapu Jagat bersama DPC Gerindra Kendal melakukan penambalan jalan. Tepatnya di akses Jalan...

Angkat Kontribusi Tionghoa

SEMARANG – Sebagai negara yang memiliki keragaman etnis dan budaya, warga negara Indonesia dikenal memiliki rasa nasionalisme yang kuat terhadap bangsanya. Bahkan dalam membangun...

136 Pelanggar Ditilang

DEMAK – Satlantas Polres Demak kembali menggelar razia kendaraan bermotor dalam Operasi Zebra Candi 2017. Razia dilaksanakan di sepanjang Jalan Raya Semarang-Purwodadi, tepatnya depan...