33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Terlalu Mahal, Nelayan Keberatan

Wajib Gunakan Radio Maritim

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemilik kapal nelayan berukuran 10-30 GT diwajibkan mengganti alat komunikasinya dengan perangkat radio maritim. Sebab, gelombang frekuensi dari alat komunikasi yang usang milik nelayan dinilai mengganggu penerbangan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Lalu Syafriadi mengatakan bahwa selama ini masih banyak kapal nelayan yang menggunakan frekuensi tidak sebagaimana mestinya. Sehingga, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan hal ini membahayakan keselamatan, termasuk penerbangan. ”Sudah banyak nelayan yang menggunakan radio. Namun perangkat radio all ban yang frekuensinya mengganggu penerbangan,” kata dia.

Dalam pengoperasionalan radio maritim ini, dikatakan Lalu, akan ada sejumlah pelatihan. Dengan demikian, nahkoda dapat menggunakan gelombang radio dengan baik dan tepat sasaran. Ia contohkan, frekuensi panggilan SOS tidak digunakan untuk mengobrol. ”Ini akan ada jeda waktu penggunaannya sembari kita lakukan sosialisasi,” jelasnya.

Data DKP Jawa Tengah, saat ini ada sekitar 24 ribu lebih kapal nelayan dengan berbagai ukuran. Sementara yang terdata ukuran 30 GT mencapai 2.000 lebih kapal. Sebagai langkah awal, pihaknya segera menyalurkan 143 unit radio maritim berstandar internasional kepada kapal nelayang berukuran 10–30 GT.

Di lain pihak, sejumlah nelayan merasa keberatan dengan kebijakan penggantian alat komunikasi. Mereka merasa harga radio yang ditawarkan Kominfo terlalu mahal sehingga dirasa membebani. ”Harga radionya saja Rp 25 juta. Tentunya sangat membebani kami, karena biaya pembelian radio dari Kominfo harus dimasukkan dalam ongkos perbekalan ABK,” kata Kamari, nahkoda dari Paguyuban Rukun Santoso Pati.

Ia menambahkan, sejak tahun 1998 hingga saat ini berlayar di lautan lepas, dirinya belum pernah mendapatkan peringatan dari syahbandar terkait frekuensi alat komunikasinya. ”Artinya ini tidak ada masalah. Kalaupun ada keluhan, pasti sudah diperingatkan sejak dulu kan/” ujarnya sembari mempertanyakan kenapa baru dipermasalahkan sekarang. (sga/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tumbuhkan Percaya Diri Lewat kompetisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali dipercaya Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah menjadi tuan rumah Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam...

Sapi Rambo Lambang Partai Gemuk dan Kuat

SEMARANG - Sebanyak 8 ekor sapi dan 3 ekor kambing dikurbankan DPD PDI Perjuangan Jateng di Hari Raya Idul Adha, Jumat (1/9). Salah satu...

Bangun Religiusitas Pelajar di Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - SEIRING derap lajunya arus informasi, komunikasi, dan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat pada zaman now dewasa ini. Muncullah berbagai gejolak yang...

2 Penambang Pasir Tertimbun

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Dua penambang pasir di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar tertimbun pasir, Jumat (4/5). Mereka adalah Slamet Nurrohman, 57, dan Bawon...

Fokus Garap Pasar Korporasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Perkembangan teknologi menjadikan internet sebagai salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan usaha. Hal ini ditangkap oleh GMedia selaku internet service provider (ISP) dengan meluncurkan sejumlah...

Sepak Bola Durian Paling Menarik Perhatian Warga

Sepak bola merupakan olahraga populer di Indonesia. Hampir di setiap kampung ada yang senang mengejar dan menyepak bola dari kulit, karet atau plastik. Tapi...