33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Tak Diloloskan KPU, Gugat Bawaslu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Putusan sidang ajudikasi yang ditempuh bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Jateng dari Partai Hanura Dapil 4, H Mudatsir, bakal dilangsungkan di Bawaslu Jateng pada hari ini, Senin (3/9). Akibat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng.

Kuasa hukum Mudatsir, Dr Teguh Purnomo mengatakan bahwa gugatan yang diajukan pihaknya bukan semata-mata membela koruptor. Melainkan menguji dari keabsahan Peraturan KPU (PKPU) nomor 20 tahun 2018 tentang larangan narapidana koruptor dan narkoba.

Menurutnya, terlalu panjang perdebatan mengenai larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif pemilu 2019. Ia mengatakan,  perdebatan tersebut seharusnya selesai pada saat Menkum dan HAM mengundangkan Peraturan KPU nomor 14 dan 20 tentang Pencalonan Calon Anggota Legislatif yang dicantumkan dalam lembaran berita negara nomor 834 sehingga PKPU menjadi sah dan berlaku mengikat.

Sebelumnya, Divisi Hukum Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar menyampaikan,  bahwa roh Bawasslu RI adalah UUD 1945 dan UU nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. “Kami loloskan bacaleg eks koruptor karena Bawaslu dalam berkerja mengacu kepada UU yang berlaku,” katanya.

Ia menyampaikan, melihat kasus mantan napi karuptor bisa mendaftar atau maju kembali menjadi caleg jika sudah selesai kasus serta mengumumkannya di publik. Selain itu, diperkuat dengan keputusan MK tahun 2009, 2014 dan 2015. “Hal itu sudah sesuai UU yang berlaku. Berdasarkan hal itulah Bawaslu bersikap seperti ini,” imbuhnya.

Dirinya juga setuju bahwa korupsi merupakan masalah besar di Indonesia dan setuju bahwa dana rakyat harus dilindungi atau tepat guna. “Namun jangan lupa bahwa ada Hak Individu dan Hak Asasi Manusia. Baik itu mantan napi atau tidak, mereka warga negara Indonesia yang dilindungi oleh UUD dan UU lain yang mengaturnya,” jelasnya.

Sementara itu, praktisi hukum Semarang, Muhammad Dasuki menegaskan bahwa Bawaslu telah diamanatkan mengawasi pelaksanaan Peraturan KPU, sebagaimana pasal 93 huruf l UU Pemilu. Bawaslu sebagai tulang punggung pengawasan pemilu seharusnya memastikan bahwa tidak ada mantan narapidana kasus korupsi, kejahatan seksual terhadap anak, dan bandar narkoba yang diloloskan sebagai calon anggota legislatif oleh KPU.

Pihaknya berbarap Bawaslu menjalankan kewenangannya meluruskan kekeliruan dengan mengoreksi dan memberikan rekomendasi putusan Bawaslu daerah, sebagaimana diatur dalam Pasal 95 huruf h UU Pemilu. “Semua ini tidak hanya dari semangat untuk memiliki legislatif yang lebih baik dan bersih, tetapi juga demi adanya kepastian hukum dalam pencalonan anggota legislatif pemilu 2019,” ujarnya. (jks/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gotong Royong Bersihkan Tempat Salat Id

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - PD Muhammadiyah Demak akan menggelar salat Idul Fitri 1439 Hijriyah dihalaman Rumah Sakit Hj Fatimah Sulkan, tepatnya dijalan raya Sultan Hadiwijaya,...

Wardah yang ITB dan ITB

Oleh: Dahlan Iskan “Saya ini hanya menanam akarnya,” ujar Bu Nurhayati, pemilik kosmetik Wardah. “Anak-anak kami yang membesarkannya,” tambahnya. Bu Nurhayati punya tiga anak. Yang dua,...

PSIS (1) vs (0) Persipon

SEMARANG - Tim PSIS Semarang sukses mewujudkan ambisinya untuk mengamankan poin penuh dalam laga kandang perdana di ajang Liga 2, Kamis (27/4) tadi malam. Tim...

Targetkan Pasar Jaten Mendunia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan pasar Jaten di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Minggu (25/2). Pasar ini diinisiasi oleh warga setempat...

Dorong Kembangkan Sistem Hidroponik

SEMARANG – DPRD mendorong pemprov untuk bisa melakukan inovasi dalam sistem pertanian di Jateng. Salah satunya dengan sistem pertanian budidaya hidroponik. Model ini sangat...

Kreativitas Difabel Undang Kekaguman

SEMARANG – Hasil kreatibitas tenaga kerja khusus atau difabel mampu mengundang kekaguman. Hal ini terlihat saat Pameran Inovasi dan Kreativitas Tenaga Kerja Khusus yang...