33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Rekom Tak Digubris, Dewan Coret Anggaran PDAM

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Usulan anggaran PDAM Kabupaten Semarang untuk Program Sambungan Rumah (SR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) 2018 tidak disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto mengatakan jika usulan anggaran oleh PDAM tersebut sebesar Rp 3,480 miliar. “Ada beberapa alasan kenapa usulan anggaran itu dicoret di Banggar,” kata pria yang akrab disapa Bambang Krebo itu, Minggu (2/9).

Bambang Krebo menjelaskan alasan pencoretan usulan anggaran untuk program tersebut yang sifatnya pinjaman nantinya akan dikembalikan oleh pemerintah pusat. Alasan lain, ketika pembahasan anggaran pihaknya melihat ada perbedaan yang sangat jauh terkait data pendapatan versi PDAM dengan pendapatan yang disusun oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Semarang.

“Sehingga DPRD Kabupaten Semarang menganggap, pendapatan yang tertera itu masih tergolong semu,” katanya.

Selain itu, berkaitan dengan keputusan dan rekomendasi DPRD dimana belum lama ini telah direkomendasikan untuk segera diadakan rekrutmen Direktur Utama PDAM yang baru.

Pasalnya direktur utama yang dilantik kemarin, sesuai hasil Pansus diduga ada hal yang menyalahi administrasi persyaratan. “Proses rekrutmennya persyaratan orangnya itu tidak memenuhi syarat, artinya telah melanggar aturan. Kok tetap diteruskan, apalagi dikasih dana,” katanya.

Apalagi DPRD mendapat informasi terkait turunnya laporan hasil Tim Investigasi Inspektorat Jenderal Kemendagri sudah diterima Inspektorat Kabupaten Semarang 16 Agustus 2018 kemarin. Apabila keputusan rapat paripurna belum lama ini sama-sama dihargai dan dilaksanakan oleh Pemkab Semarang, pihaknya yakin pemasangan SR MBR 2018 akan lancar.

“Jika tidak dihargai ya bagaimana lagi, padahal informasinya sudah ada hasil investigasi dari pusat yang suratnya sudah sampai ke Inspektorat Kabupaten Semarang. Di sisi lain, secara resmi kami belum dapat jawaban apa-apa dan tembusan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi A, Nafis Munandar. Menurut Nafis, Inspektorat harus segera menyampaikan informasi terkait laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Jenderal Kemendagri tentang investigasi yang dimaksud.

“Mestinya ada penjelasan dari Pemkab Semarang juga, karena saat ini Kabupaten Semarang sisi selatan tengah dilanda kekeringan,” kata Nafis.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, sebenarnya Pemkab Semarang tetap berharap alokasi dana pinjaman untuk SR MBR 2018 tetap dianggarkan. Menyusul, program yang dimaksud erat hubungannya dengan kepentingan masyarakat secara langsung.

“Kalau keputusannya seperti yang diutarakan Ketua DPRD, kita tidak bisa apa-apa. Namun kita berharap untuk yang akan datang, bisa dianggarkan kembali,” kata Ngesti.

Ketika ditanya soal LHP dari pusat, Ngesti menjawab, itu dialamatkan kepada Gubernur Jawa Tengah. Artinya, Pemkab Semarang masih menunggu surat dari Gubernur kepada Bupati Semarang mengenai hal yang dimaksud.

“Surat resmi dari gubernur dan kita masih menunggu itu. Prinsip birokrasi pemerintahan, surat dari gubernur-lah yang akan ditindaklanjuti Pemkab Semarang,” katanya. (ewb/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KPU Monitoring Coklit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng meminta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk mengevaluasi hasil pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilgub...

Tawuran Antargeng, Seorang Tewas

SEMARANG - Seorang pemuda ditemukan tewas bersimbah darah tergeletak di pinggir Jalan Kompol R Soekanto, Meteseh, Tembalang setelah terlibat perkelahian antargeng. Diduga perkelahian ini...

Magelang Jadi Tuan Rumah Kompetisi Militer

MAGELANG – Kota Magelang bakal menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan 3rd Conseil International du Sport Militaire (CISM) World Cadet Games 2018. Kompetisi yang...

Penunggak Iuran RT Siap Banding

SEMARANG-Warga RT 7 RW 6, Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara, Agus Sindhu Hartanto, akan mengajukan banding terkait putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)...

Warga Ultimatum PT SMJ

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Puluhan petani dari tiga desa yaitu Desa Pododadi, Desa Gebangkerep dan Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan mendatangi Posko PT Sumber...

Pemkab Serahkan Tiga Raperda ke DPRD

DEMAK-Pemkab Demak secara resmi menyerahkan nota pengantar bupati dalam rangka penyerahan tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) kepada DPRD setempat. Tiga raperda tersebut adalah raperda tentang...