33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Pengunjung Terjatuh dari Bianglala Jateng Fair

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wahana Bianglala di arena Jateng Fair 2018 Kompleks Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng Puri Maerokoco Semarang Barat ditutup aparat kepolisian. Penutupan ini menyusul adanya pengunjung yang terjatuh saat naik wahana permainan tersebut.

Pengunjung itu diketahui bernama Puspaningrum, 29, warga Pati. Korban terjatuh dari ketinggian kurang lebih 3 meter. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Columbia Asia untuk mendapat perawatan intensif.

Nasib nahas itu dialami korban Sabtu (1/9) sekitar pukul 20.30. Bermula saat korban tertarik naik di wahana permainan tersebut. Saat hendak naik, entah kenapa tiba-tiba korban terpeleset hingga terjatuh dari ketinggian sekitar 3 meter. “Korban mau naik Bianglala, kemudian terpeleset, ketanggor keranjang Bianglala. Kemudian terjatuh,” ungkap pengunjung lain, Heri, di lokasi kejadian, kemarin.

Korban sempat tidak sadarkan diri setelah terjatuh. Ia mengalami luka memar dan diduga mengalami patah tulang.  Selanjutnya korban dibawa ke RS Internasional Colombia Asia Kalibanteng untuk mendapatkan perawatan. “Kalau tidak memar ya patah tulang. Jatuh dari ketinggian sekitar 3 meter. Korbannya perempuan,” katanya.

Direktur PRPP Jateng Titah Listiyorini membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari anak buahnya yang berada di lapangan. “Dia sudah naik, kemudian sudah berhenti mau keluar, mungkin terus terpeleset kena pintu sehingga jatuh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, korban sudah dilarikan ke rumah sakit dan telah mendapatkan perawatan. Pihaknya membantah, jika korban mengalami patah tulang. Menurutnya, begitu dilarikan ke RS Colombia Asia Semarang, tim medis langsung melakukan analisa dan penanganan. Hasilnya dinyatakan tidak mengalami patah tulang.   “Tadi pagi saya sudah jenguk di rumah sakit. Luka memarnya akibat jatuh dan shock. Sudah di-rongent, hasilnya korban tidak mengalami frachtur (patah tulang),” tegasnya.

Titah juga membeberkan, pihak dokter RS Colombia Asia juga menyarankan untuk menjalani rawat inap terlebih dahulu guna proses pemulihan trauma, shock dan luka memarnya. Sebagai bentuk tanggungjawab, pihak PRPP menanggung seluruh biaya RS dengan fasilitas asuransi yang ada di tiket masuk Jateng Fair 2018.

“Kita tanggung, kita backup, semua biaya ditanggung PRPP. Semalam masih terasa nyerinya, maka disarankan dokter untuk rawat inap,” katanya.

Menurutnya, korban bersama rekannya sengaja datang ke Semarang berboncengan mengendarai sepeda motor untuk mengunjungi Jateng Fair 2018. Meski demikian, pihaknya menyatakan akan mengantar dengan mobil sampai ke rumah korban. “Saat berkunjung dan terjadinya kecelakaan, korban tidak membawa KTP. Ya, pesan kami pengunjung untuk selalu hati-hati. Kami juga memberikan upaya yang antisipasif. Misalnya dipagari atau dalam bentuk pengamanan yang lain,” katanya.

Sementara itu, pasca terjadinya insiden tersebut, wahana bianglala telah dipasangi police line oleh pihak kepolisian setempat. Meski korban hanya luka memar, pihak kepolisian merasa tidak ingin kecolongan. Mereka kemudian memasang garis polisi di wahana itu. “Ya memang kami beri garis polisi, sementara kami minta untuk tidak dipakai lagi demi memberi keamanan juga kepada pengunjung dan masyarakat,” ungkap Kapolsek Semarang Barat, Kompol Donny Eko Listiyanto.

Bersamaan dengan pemasangan garis polisi itu, ia juga memeriksa beberapa orang terkait peristiwa jatuhnya pengunjung wahana bianglala tersebut. “Ada beberapa orang statusnya masih sebagai saksi, dari pihak pengelola, juga dari pengunjung kami mintai keterangan,” katanya.

Pihaknya mengaku, belum bisa memastikan kapan akan melepas garis polisi dan memberi izin kembali wahana tersebut beroperasi. Menurutnya, saat ini masih dalam penelitian. “Yang jelas saat ini penyidik kami masih bekerja. Kalau sudah selesai, ada hasilnya nanti kami kabarkan perkembangannya,” tegasnya. (mha/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ida Silaturahmi ke Ponpes Al Mubarok

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah diharapkan bisa memberikan perhatian lebih pada pesantren. Saat ini perhatian pemerintah provinsi kepada pesantren...

Minoritas Sempurna

>>>>Saifudin, May 19, 2018: Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa indonesia. Komentar Disway: Saya juga tidak...

Peternak Sapi Waswas Virus Antraks

UNGARAN-Warga di wilayah sentra tenak sapi di Kabupaten Semarnag waswas terhadap penyebaran virus antraks. Apalagi beberapa waktu lalu, hal tersebut juga sampai menginfeksi warga...

Linduaji Batang Tadarus di Kediaman Kyai Muhammad

Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang KHUSYUK - Walaupun memiliki keterbatasan, Kiai Ahmad bisa memimpin tadarus Alquran dengan baik dan fasih. Linduaji Batang Tadarus di Kediaman...

Rhoma Ajak Sudirman-Ida Nyanyi Lagu Antikorupsi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Raja dangdut Rhoma Irama dan Soneta menggelar konser Nada dan Dakwah di Lapangan Butuh, Tegalrejo, Magelang, Senin (23/4). Calon Gubernur dan Wakil Gubernur...