33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Penanganan Banjir Rob Masih minim

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Penanganan banjir rob di Pekalongan masih minim. Terhitung sudah tujuh tahun bencana banjir rob belum bisa teratasi secara tuntas. Sejumlah program pembangunan pemkot dan porsi untuk penanggulangan banjir rob, serta dampak rob, belum menjadi prioritas.

Hal ini berdasarkan Kajian Tata Kelola Perubahan Iklim yang dilakukan oleh tim peneliti Lembaga Kemitraan, pada tahun 2017 di empat kabupaten/kota, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah, Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah, serta Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah.

Peneliti Tata Kelola Perubahan Iklim Kemitraan, Arif Nurdiansah, menyampaikan bahwa kajian yang dilakukannya melalui pengolahan data objektif, yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan pada 2015-2016, serta pengolahan data persepsi melalui wawancara tatap muka dan focus group discussion terhadap 35 responden utama pada 2017.

“Data Dinas PU Kota Pekalongan menunjukan bahwa tahun 2017 sebanyak 1,396 dari 4,525 hektare luas Kota Pekalongan atau 7 kelurahan telah tergenang banjir rob selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Arif Nurdiansah juga mengatakan bahwa banjir rob telah menurunkan produksi pertanian dan mengancam bertambahnya jumlah warga miskin. Karena sawah lestari yang selama ini dipertahankan seluas 734 hektare, kini hanya tinggal 500 hektare. Jumlahnya setiap tahun terus menurun.

Rob juga berdampak terhadap banyaknya penderita penyakit kulit dan pernapasan. Selain itu warga stres dan tertekan akibat kehilahan lahan serta sawah yang menjadi tumpuan mata pencaharian. Kemudian tingginya kekerasan perempuan dalam rumah tangga.

“Perempuan mendapatkan dampak ganda, rentan mengalami gangguan kebersihan reproduksi dampak dari rendahnya kualitas sanitasi dan air bersih di rumah, mudah terserang flu dan demam karena kelelahan, serta harus merawat anggota keluarga yang menjadi korban dan ini tidak pernah diperhitungkan ” kata Arif.

Arif juga menegaskan untuk itu, penting memberikan program pemberdayaan kepada perempuan. Namun harapan tersebut sulit terealisasi, karena anggaran pemberdayaan perempuan Kota Pekalongan hanya sebesar Rp 2.495 per perempuan per bulan.

Berdasar program adaptasi perubahan iklim yang tersebar di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan, Badan Lingkungan Hidup, Bappeda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kantor Ketahanan Pangan hanya senilai Rp 28,9 miliar atau 3 persen dari total APBD 2016 sebesar Rp 857 miliar.

Menurutnya, pembuatan masterplan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, menjadi salah satu bukti keseriusan pemerintah, sekaligus menjadi salah satu alternatif untuk menghentikan banjir rob di Pekalongan.

“Kami berharap Pemerintah Kota Pekalongan serius untuk merumuskan program adaptasi perubahan iklim, terutama pendekatan programatik yang berkesinambungan kepada korban, agar mereka tidak merasa berjuang sendirian, dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi,” tegas Arif. (thd/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gereja JKI G2CC Hadir di Kota Semarang

SEMARANG - Gereja Jemaat Kristen Indonesia - Golden Gate Community Church (JKI-G2CC) hadir di Kota Semarang. Tepatnya di Jalan Boulevard Utara nomor 63 kawasan...

Langganan Juara Olahraga

KENDAL - Minimnya sarana dan prasarana olahraga tak mengendorkan semangat  SDN 3 Nolokerto Kaliwungu untuk terus berprestasi. Hal inilah  yang menjadi prinsip  dari Kepala...

Uang Rp 300 Raib

KEBUMEN -- Nasib malang menimpa Sugeng Haryadi, 37, warga Desa Candiwulan Kecamatan Adimulyo Kebumen. Uang yang baru saja diambil dari Bank BCA Gombong sebesar...

Ujian Lira untuk Menantu-Mertua

 Oleh: Dahlan Iskan Masih belum ada langkah nyata di Turki. Baru sebatas tekad: akan mengatasinya. Presiden Recep Tayyib Erdogan masih keras. Masih serba menolak. Ogah menaikkan...

Ikrar Damai, Jaga Kerukunan Antar Umat

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Walaupun berbeda pilihan dan pandangan politik dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, namun keutuhan, persaudaraan dan persatuan tetap harus diutamakan. Masyarakat jangan mudah terprovokasi...

Bandar Sabu asal Sleman Dibekuk

KEBUMEN-Seorang bandar narkoba jenis sabu-sabu asal Sleman harus meringkuk di rutan Polres Kebumen. Dalam perkara itu, Polres Kebumen juga mengamankan tiga pembeli barang haram...