33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Penanganan Banjir Rob Masih minim

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Penanganan banjir rob di Pekalongan masih minim. Terhitung sudah tujuh tahun bencana banjir rob belum bisa teratasi secara tuntas. Sejumlah program pembangunan pemkot dan porsi untuk penanggulangan banjir rob, serta dampak rob, belum menjadi prioritas.

Hal ini berdasarkan Kajian Tata Kelola Perubahan Iklim yang dilakukan oleh tim peneliti Lembaga Kemitraan, pada tahun 2017 di empat kabupaten/kota, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah, Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah, serta Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah.

Peneliti Tata Kelola Perubahan Iklim Kemitraan, Arif Nurdiansah, menyampaikan bahwa kajian yang dilakukannya melalui pengolahan data objektif, yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan pada 2015-2016, serta pengolahan data persepsi melalui wawancara tatap muka dan focus group discussion terhadap 35 responden utama pada 2017.

“Data Dinas PU Kota Pekalongan menunjukan bahwa tahun 2017 sebanyak 1,396 dari 4,525 hektare luas Kota Pekalongan atau 7 kelurahan telah tergenang banjir rob selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Arif Nurdiansah juga mengatakan bahwa banjir rob telah menurunkan produksi pertanian dan mengancam bertambahnya jumlah warga miskin. Karena sawah lestari yang selama ini dipertahankan seluas 734 hektare, kini hanya tinggal 500 hektare. Jumlahnya setiap tahun terus menurun.

Rob juga berdampak terhadap banyaknya penderita penyakit kulit dan pernapasan. Selain itu warga stres dan tertekan akibat kehilahan lahan serta sawah yang menjadi tumpuan mata pencaharian. Kemudian tingginya kekerasan perempuan dalam rumah tangga.

“Perempuan mendapatkan dampak ganda, rentan mengalami gangguan kebersihan reproduksi dampak dari rendahnya kualitas sanitasi dan air bersih di rumah, mudah terserang flu dan demam karena kelelahan, serta harus merawat anggota keluarga yang menjadi korban dan ini tidak pernah diperhitungkan ” kata Arif.

Arif juga menegaskan untuk itu, penting memberikan program pemberdayaan kepada perempuan. Namun harapan tersebut sulit terealisasi, karena anggaran pemberdayaan perempuan Kota Pekalongan hanya sebesar Rp 2.495 per perempuan per bulan.

Berdasar program adaptasi perubahan iklim yang tersebar di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan, Badan Lingkungan Hidup, Bappeda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kantor Ketahanan Pangan hanya senilai Rp 28,9 miliar atau 3 persen dari total APBD 2016 sebesar Rp 857 miliar.

Menurutnya, pembuatan masterplan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, menjadi salah satu bukti keseriusan pemerintah, sekaligus menjadi salah satu alternatif untuk menghentikan banjir rob di Pekalongan.

“Kami berharap Pemerintah Kota Pekalongan serius untuk merumuskan program adaptasi perubahan iklim, terutama pendekatan programatik yang berkesinambungan kepada korban, agar mereka tidak merasa berjuang sendirian, dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi,” tegas Arif. (thd/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kesasar ke Masjid di San Antonio 

Saya terbiasa minta tolong Google. Untuk mencari masjid terdekat. Google itu Islam. Ngerti kata masjid. Tidak harus ditulis mosque. Dia itu juga Kristen. Juga...

Piala Dunia untuk Celeng

Oleh: Dahlan Iskan Celeng membawa durian runtuh: untuk pemerintah Thailand. Sejak melakukan kudeta militer tiga tahun lalu baru sekali ini dapat pujian internasional. Berhasil menangani...

Makna Hari Pahlawan dalam Konteks Kekinian

SETIAP tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dijadikan momentum bersejarah yang diperingati setiap tahunnya. Pertempuran ini...

Tetaplah Mungkid Jadi Ibu Kota Bernuansa Pedesaan

Di usianya yang ke-34 tahun, Kota Mungkid terus berbenah. Berbagai sarana, prasarana, maupun fasilitas publik untuk aktivitas masyarakat Kabupaten Magelang, intens dibangun. RADARSEMARANG.COM - ANDAI...

Ajak Umat Beragama Pererat Persaudaraan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Umat Tri Dharma di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang telah bersiap merayakan tahun baru Imlek 2569/2018. Berbagai ornamen khas Imlek telah dipasang...

Targetkan Penjualan 7.500 Unit per Bulan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Yamaha diawal tahun 2018 kembali melakukan terobosan baru dengan menghadirkan Lexi  yang menyuguhkan kepraktisan. Skutik 125 cc  ini memiliki gaya urban...