33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Unnes Sidang Etika, MNS Terancam Di-DO

Terkait Kasus Pembunuhan Bayi

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pihak rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes) masih menunggu perkembangan pemeriksaan di Polrestabes Semarang. Namun jika sudah dilakukan pembuktian, Unnes akan menindak tegas mahasiswanya berinsial Maheswari Nabila Sahda (MNS), 19, yang terseret kasus hamil di luar nikah dan mengakhiri nyawa bayinya sendiri bersama kekasihnya mahasiswa Universitas Semarang (USM) Defa Rasya Octaviano (DRO), 18.

Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Prata mengatakan jika pihaknya saat ini masih menunggu perkembangan kasus dari pihak Polrestabes Semarang. Jika memang terbukti bahwa MNS dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya, maka MNS terancam sanksi berat. Hukuman maksimal dari kampus adalah drop out (DO).

“Universitas akan mengadakan sidang etika kemahasiswaan untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika terbukti, tentunya akan diambil langkah tegas yakni DO,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menegaskan bahwa pihak universitas sangat menyesalkan peristiwa tersebut, jika dugaan tersebut benar-benar terjadi. “Usia-usia mahasiswa, memang sangat rentan mengambil keputusan yang salah saat mendapatkan permasalahan yang berisiko mendapat tekanan sosial besar,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons, ahli pendidikan konseling Unnes menyampaikan bahwa kesalahan remaja seperti kehamilan di luar nikah dapat dicegah jika mahasiswa dan orang tua memahami pentingnya bimbingan konseling dan penanaman nilai agama sejak dini.

“Demikian juga jika seorang remaja sudah terlanjur hamil di luar nikah maka harus ada pembimbingan atau konseling yang mengarahkan agar dia tidak mengambil langkah yang lebih salah, sehingga berujung pada perbuatan melanggar hukum,” tambahnya.

Sementara itu, pihak USM sampai malam kemarin belum bisa dimintai keterangan terkait salah satu mahasiswanya yang diduga menjadi pelaku pengguguran dan pembunuhan bayi. (den/ida)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Pengurus Persibat Tahan Imbang Pemkab

BATANG - Untuk menjalin silaturahmi antara pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, digelar pertandingan eksibisi antara pejabat di lingkungan Pemkab dan Pengurus sepakbola Persibat...

LDII Kota Semarang Kurban 243 Ekor Sapi

SEMARANG- Sunnah Nabi Ibrahim berupa ibadah kurban benar-benar diwujudkan anggota LDII Kota Semarang,. Menurut Ketua LDII Kota Semarang, Suhindoyo, kurban tahun ini, pihaknya menyembelih 243...

Mesin Bermasalah, Truk Tebu Mengular

RADARSEMARANG.COM, PATI – Mesin PG Trangkil diduga bermasalah sejak Kamis (7/6) malam. Hal itu membuat puluhan ton tebu dilempar ke PG Pakis Baru. Hal...

Pengusaha Berharap Dianulir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah pengusaha keberatan atas dikenakannya pajak untuk penggunaan genset. Mereka ingin agar kebijakan tersebut dapat dianulir layaknya penurunan PBB yang dilakukan...

Bagikan Zakat pada 5.576 Mustahik

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Wonosobo men-tasyaruf-kan zakat konsumtif kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) senilai  Rp 5.576.000,  Kamis (7/6) di...

Korban Melebihi Batas Kecepatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Insiden meninggalnya mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Amiruddin, 22, yang mengalami kecelakaan di ruas Jalan Tol KM 11.00C/A, merupakan kecelakaan tunggal....