Unnes Sidang Etika, MNS Terancam Di-DO

Terkait Kasus Pembunuhan Bayi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pihak rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes) masih menunggu perkembangan pemeriksaan di Polrestabes Semarang. Namun jika sudah dilakukan pembuktian, Unnes akan menindak tegas mahasiswanya berinsial Maheswari Nabila Sahda (MNS), 19, yang terseret kasus hamil di luar nikah dan mengakhiri nyawa bayinya sendiri bersama kekasihnya mahasiswa Universitas Semarang (USM) Defa Rasya Octaviano (DRO), 18.

Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Prata mengatakan jika pihaknya saat ini masih menunggu perkembangan kasus dari pihak Polrestabes Semarang. Jika memang terbukti bahwa MNS dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya, maka MNS terancam sanksi berat. Hukuman maksimal dari kampus adalah drop out (DO).

“Universitas akan mengadakan sidang etika kemahasiswaan untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika terbukti, tentunya akan diambil langkah tegas yakni DO,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menegaskan bahwa pihak universitas sangat menyesalkan peristiwa tersebut, jika dugaan tersebut benar-benar terjadi. “Usia-usia mahasiswa, memang sangat rentan mengambil keputusan yang salah saat mendapatkan permasalahan yang berisiko mendapat tekanan sosial besar,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons, ahli pendidikan konseling Unnes menyampaikan bahwa kesalahan remaja seperti kehamilan di luar nikah dapat dicegah jika mahasiswa dan orang tua memahami pentingnya bimbingan konseling dan penanaman nilai agama sejak dini.

“Demikian juga jika seorang remaja sudah terlanjur hamil di luar nikah maka harus ada pembimbingan atau konseling yang mengarahkan agar dia tidak mengambil langkah yang lebih salah, sehingga berujung pada perbuatan melanggar hukum,” tambahnya.

Sementara itu, pihak USM sampai malam kemarin belum bisa dimintai keterangan terkait salah satu mahasiswanya yang diduga menjadi pelaku pengguguran dan pembunuhan bayi. (den/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -