33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Sulap Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Ekonomis

Tim KKN Unnes Kembangkan Energi Terbarukan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Keilmuan Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil membuat temuan yang membanggakan di sektor pertanian. Mereka berinovasi dan mengembangkan energi terbarukan dari limbah jagung yang ada di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Demak.

MIFTAHUL A’LA

MAYORITAS petani di Jawa Tengah termasuk Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak masih menggunakan peralatan sederhana dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu produksi pertanian yang masih menjadi unggulan adalah menanam jagung. Tetapi sayang, karena peralatan sederhana setiap panen, hanya jagung saya yang bisa dimanfaatkan. Sementara bonggol jagungnya, hanya menjadi sampah yang tidak bermanfaat.

Melihat kondisi itu, jelas menjadi keprihatinan semua pihak. Terutama akademisi yang ada di Jateng. Terlebih di Desa Sumberejo, hasil sekali panen jagung bisa mencapai 450 ton. Jumlah itu berasal dari 300 hektare dari total 400 hektare lahan pertanian desa setempat.

Dengan melimpahnya hasil panen jagung tersebut, memproduksi bonggol jagung yang tak kalah banyak. Namun belum dimanfaatkan dengan baik. Selama ini, pemanfaatan limbah jagung hanya berkisar sebagai bahan bakar pengasapan ikan asin, namun dalam bentuk bonggol yang utuh dan langsung dibakar. Bahkan mayoritas warga membuang atau membakar bonggol jagung begitu saja. “Dari situlah kami terinspirasi dan mengajak semua berinovasi. Bagaimana agar limbah bonggol jagung bisa dimanfaatkan lebih baik dan bernilai ekonomis,” kata dosen pembimbing dari Jurusan Fisika Unnes, Dr Masturi MSi.

Akhirnya, tim KKN Keilmuan dengan judul kegiatan PKM Kelompok Tani Jagung langusng terjun ke Desa Sumberejo, Mranggen, Demak pada Mei-Juli 2018. “Kegiatan ini merupakan program kemitraan masyarakat yang didanai oleh Menristek Dikti dan memang diterjunkan langsung ke masyarakat,” ucapnya.

Ia pun bersama tim KKN langsung berinovasi dan mengembangkan energi terbarukan dari limbah jagung di Desa Sumberejo tersebut. Tim KKN Keilmuan Unnes bersama dosen pendamping mengadakan sosialisasi terkait pembuatan briket bonggol jagung Desa Sumberejo.

Gayung bersambut, sosialisasi tersebut mendapatkan respon positif warga Sumberejo. Mereka pun mempunyai tekad mengubah limbah menjadi briket. Tentunya, hal itu bisa menaikkan perekonomian dengan mengolah kearifan lokal yang ada pada masyarakat Desa Sumberejo yang didominasi oleh petani jagung. “Maka terciptalah briket bonggol jagung untuk menanggulangi melimpahnya limbah bonggol jagung,” beber Masturi.

Kepala Desa Sumberejo, Supriyadi menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi alat untuk keberlanjutan program ini. Apalagi warganya kini memiliki tekad kuat untuk mengubah limbah bonggol jagung menjadi briket. “Saya juga sangat berterima kasih kepada Tim KKN Keilmuan Unnes yang bersedia membantu mengubah limbah bonggol menjadi briket,” tuturnya. (*)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PASI Gelar Kualifikasi Porprov

SEMARANG - Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng akan memulai rangkaian kualifikasi untuk Porprov Jateng 2018. Tahap awal, untuk nomor sprint 100, 200,...

Minta Operator UNBK Ditambah

Wonosobo - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMA/SMK tinggal menghitung hari. Jika menilik jadwal, pelaksanaan UNBK bagi SMA/SMK sederajat akan dilaksanakan pada 3-6...

Masih Ada Siswa Gaptek UNBK

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Demak, masih menjadi kendala bagi sebagian siswa. Meski sudah dilatih saat tryout, namun masih ada diantara...

Bupati Pastikan Desember Tuntas

KAJEN- Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memastikan perbaikan infrastruktur menuju bojek wisata alam Petungkriyono, selesai bulan Desember 2017. Sebelumnya akses menuju Petungkriyono dikeluhkan para pengunjung....

Geliat Industri Kreatif di Kecamatan Subah

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kecamatan Subah di Kabupaten Batang memiliki 17 kecamatan. Yakni Desa Adinuso, Karangtengah, Clapar, Durenombo , Gondang, Jatisari, Kalimanggis, Keborangan ,Kemiri Barat,...

KPU Kesulitan Kejar Target Partisipasi Pemilih

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng pada 27 Juni 2018...